<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pelestarian Kebaya - Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/pelestarian-kebaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/pelestarian-kebaya/</link>
	<description>Buka Mata Tangkap Momen</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Dec 2024 12:38:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Pelestarian Kebaya - Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/pelestarian-kebaya/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kebaya Resmi Masuk Warisan Budaya Takbenda UNESCO, Lambang Kekayaan Asia Tenggara</title>
		<link>https://katafoto.id/2024/12/06/kebaya-resmi-masuk-warisan-budaya-takbenda-unesco-lambang-kekayaan-asia-tenggara/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2024/12/06/kebaya-resmi-masuk-warisan-budaya-takbenda-unesco-lambang-kekayaan-asia-tenggara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Dec 2024 12:38:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SENI BUDAYA]]></category>
		<category><![CDATA[Kebaya ASEAN]]></category>
		<category><![CDATA[Kebaya UNESCO]]></category>
		<category><![CDATA[Kebaya Warisan Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Kekayaan Budaya Asia Tenggara]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi Budaya ASEAN]]></category>
		<category><![CDATA[Multikulturalisme ASEAN]]></category>
		<category><![CDATA[Pelestarian Kebaya]]></category>
		<category><![CDATA[UNESCO Heritage 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Warisan Budaya Takbenda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://katafoto.id/?p=6360</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Kebaya, busana tradisional yang sarat nilai budaya, resmi tercatat dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO pada 4 Desember 2024. Keputusan ini ditetapkan oleh Komite Antar Pemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda UNESCO dalam sidang ke-19 yang berlangsung di Asunción, Paraguay. Penetapan Kebaya merupakan hasil usulan bersama lima negara ASEAN—Indonesia, Brunei, Malaysia, Singapura, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2024/12/06/kebaya-resmi-masuk-warisan-budaya-takbenda-unesco-lambang-kekayaan-asia-tenggara/">Kebaya Resmi Masuk Warisan Budaya Takbenda UNESCO, Lambang Kekayaan Asia Tenggara</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Kebaya, busana tradisional yang sarat nilai budaya, resmi tercatat dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO pada 4 Desember 2024. Keputusan ini ditetapkan oleh Komite Antar Pemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda UNESCO dalam sidang ke-19 yang berlangsung di Asunción, Paraguay.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Penetapan Kebaya merupakan hasil usulan bersama lima negara ASEAN—Indonesia, Brunei, Malaysia, Singapura, dan Thailand—yang berhasil memenuhi semua kriteria pencatatan berdasarkan Konvensi 2003 UNESCO. Dengan pencapaian ini, Kebaya menjadi WBTb ke-15 Indonesia yang tercatat di UNESCO. Sebelumnya, pada 3 Desember 2024, Reog Ponorogo juga diakui sebagai WBTb UNESCO dalam kategori &#8220;In Need of Urgent Safeguarding.&#8221;</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kebaya menjadi inskripsi multinasional kedua Indonesia setelah Pantun, yang terdaftar pada 2020 melalui kolaborasi Indonesia dan Malaysia. Keberhasilan ini mencerminkan pentingnya pelestarian warisan budaya di kawasan Asia Tenggara.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Penetapan Kebaya sebagai WBTb UNESCO adalah perayaan atas kekayaan sejarah yang dimiliki negara-negara di Asia Tenggara. Kebaya kini menjadi simbol identitas dan kebanggaan yang abadi, terus dikenakan dan dihargai oleh berbagai komunitas di kawasan ini,&#8221; ujar Duta Besar Mohamad Oemar, Ketua Delegasi RI untuk Sidang Komite WBTb ke-19.</span></p>
<figure id="attachment_6359" aria-describedby="caption-attachment-6359" style="width: 1500px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-6359 size-full" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/12/Kebaya-Unesco2.jpg" alt="Kebaya Resmi Masuk Warisan Budaya Takbenda UNESCO, Lambang Kekayaan Asia Tenggara" width="1500" height="1000" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/12/Kebaya-Unesco2.jpg 1500w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/12/Kebaya-Unesco2-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/12/Kebaya-Unesco2-1024x683.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/12/Kebaya-Unesco2-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/12/Kebaya-Unesco2-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/12/Kebaya-Unesco2-696x464.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/12/Kebaya-Unesco2-1068x712.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1500px) 100vw, 1500px" /><figcaption id="caption-attachment-6359" class="wp-caption-text">Komite Antar Pemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda UNESCO dalam sidang ke-19 foto bersama di Asunción, Paraguay. (katafoto/HO/Delegasi RI untuk Sidang Komite WBTb)</figcaption></figure>
<p class="p1"><span class="s1">Dubes Oemar juga menekankan bahwa pencatatan Kebaya tidak hanya menjadi penghargaan terhadap budaya Indonesia, tetapi juga simbol perpaduan budaya dan multikulturalisme negara-negara ASEAN. &#8220;Inskripsi Kebaya mencerminkan komitmen bersama untuk merayakan dan melestarikan warisan budaya yang kaya di kawasan ini,” imbuhnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Penting untuk dicatat bahwa penetapan Kebaya sebagai WBTb UNESCO tidak berarti elemen budaya ini dimiliki secara eksklusif oleh salah satu negara pengusul. Sebaliknya, ini mencerminkan kerja sama regional dalam mempromosikan dan melestarikan warisan budaya bersama.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Duta Besar Sulaiman Syarif, Wakil Ketua Delegasi RI, menyampaikan bahwa pencatatan ini semakin mempererat solidaritas ASEAN. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Kerja sama ini membuktikan bahwa warisan budaya dapat menjadi jembatan untuk memperkuat hubungan antarnegara di kawasan,&#8221; ujarnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Proses pengajuan Kebaya dimulai pada akhir 2021 atas inisiatif Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, dipimpin oleh Dubes Mohamad Oemar. Usulan ini disepakati dalam pertemuan para pemimpin negara ASEAN dan dilanjutkan dengan penyusunan dokumen nominasi oleh perwakilan lima negara. Pertemuan pertama digelar di Negeri Sembilan, Malaysia, pada November 2022, diikuti dengan lokakarya di Jakarta pada Februari 2023. Dokumen nominasi akhirnya diajukan ke UNESCO pada Maret 2023.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kelima negara pengusul juga akan mengadakan side event selama Sidang Komite WBTb ke-19, menampilkan pameran dan pertunjukan busana Kebaya. Acara ini tidak hanya meningkatkan kesadaran tentang warisan budaya Kebaya, tetapi juga mendorong dialog antarbudaya dan memperkuat kolaborasi regional dalam pelestarian Kebaya untuk generasi mendatang.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menambahkan, “Kebaya adalah simbol persatuan bagi negara-negara Asia Tenggara. Penetapan ini merupakan pengakuan dunia atas kekayaan budaya kita dan upaya kita bersama untuk melestarikannya.”</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pencatatan Kebaya dalam daftar WBTb UNESCO menjadi pengingat pentingnya tanggung jawab bersama untuk melestarikan warisan budaya takbenda, memastikan nilai-nilainya tetap hidup bagi generasi mendatang.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2024/12/06/kebaya-resmi-masuk-warisan-budaya-takbenda-unesco-lambang-kekayaan-asia-tenggara/">Kebaya Resmi Masuk Warisan Budaya Takbenda UNESCO, Lambang Kekayaan Asia Tenggara</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2024/12/06/kebaya-resmi-masuk-warisan-budaya-takbenda-unesco-lambang-kekayaan-asia-tenggara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
