<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pencegahan Alzheimer - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/pencegahan-alzheimer/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/pencegahan-alzheimer/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Sat, 29 Nov 2025 03:58:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Pencegahan Alzheimer - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/pencegahan-alzheimer/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tembus 4,2 Juta, Dokter UGM Ungkap Cara Sederhana Cegah Alzheimer</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/11/29/tembus-42-juta-dokter-ugm-ungkap-cara-sederhana-cegah-alzheimer/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/11/29/tembus-42-juta-dokter-ugm-ungkap-cara-sederhana-cegah-alzheimer/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2025 03:58:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Aktivitas Fisik]]></category>
		<category><![CDATA[Alzheimer]]></category>
		<category><![CDATA[Demensia]]></category>
		<category><![CDATA[Geriatri]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan mental]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Otak]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan Alzheimer]]></category>
		<category><![CDATA[UGM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=13929</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Jumlah penderita Alzheimer di Indonesia terus bertambah seiring meningkatnya populasi lanjut usia. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan lebih dari 4,2 juta warga mengalami penyakit tersebut, menjadikannya salah satu tantangan terbesar dalam menghadapi masyarakat yang semakin menua. Alzheimer merupakan kondisi yang muncul akibat menurunnya fungsi otak sehingga memengaruhi kemampuan mengingat, perilaku, serta proses berpikir. Dokter [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/11/29/tembus-42-juta-dokter-ugm-ungkap-cara-sederhana-cegah-alzheimer/">Tembus 4,2 Juta, Dokter UGM Ungkap Cara Sederhana Cegah Alzheimer</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Yogyakarta</b> &#8211; Jumlah penderita Alzheimer di Indonesia terus bertambah seiring meningkatnya populasi lanjut usia. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan lebih dari 4,2 juta warga mengalami penyakit tersebut, menjadikannya salah satu tantangan terbesar dalam menghadapi masyarakat yang semakin menua. Alzheimer merupakan kondisi yang muncul akibat menurunnya fungsi otak sehingga memengaruhi kemampuan mengingat, perilaku, serta proses berpikir.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dokter geriatri UGM, DR. dr. Probosuseno menjelaskan bahwa Alzheimer adalah penyakit degeneratif yang terjadi saat jaringan otak dan jalur penghantar sinyal saraf mengalami kerusakan, sehingga kinerja otak melambat. Ia memaparkan 15 faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengembangkan Alzheimer: diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, obesitas, paparan polusi, kebiasaan merokok, depresi, tingkat pendidikan rendah, gangguan pendengaran dan penglihatan, kurang berolahraga, minim interaksi sosial, riwayat cedera kepala, kurang paparan sinar matahari, serta jarang melakukan aktivitas luar ruang. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Faktor ini tidak menjamin seseorang pasti terkena Alzheimer, tapi dapat memperbesar risiko demensia,” ujarnya dilansir dari laman ugm Selasa (25/11).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurutnya, aktivitas fisik adalah langkah paling sederhana dan terbukti mampu menunda munculnya Alzheimer. Latihan tidak harus berat—berjalan kaki 30 menit sehari pun sudah memberikan manfaat besar. Target langkah dapat disesuaikan dengan usia: 3.000–5.000 langkah bagi lansia dan 5.000–7.000 langkah untuk kelompok usia muda. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Tidak perlu sekaligus 30 menit. Bisa dicicil, misalnya 10 menit pagi dan 7 menit sore, asal totalnya setengah jam per hari,” tambahnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Probo juga merekomendasikan waktu terbaik untuk bergerak adalah pukul 07.00–10.00, karena paparan sinar matahari pagi membantu menyeimbangkan hormon suasana hati dan meningkatkan kualitas tidur. Bagi lansia dengan keterbatasan gerak, aktivitas dapat disesuaikan, seperti senam otak, latihan otot ringan, atau gerakan tubuh sederhana. “Yang penting tubuh tetap aktif. Kurang bergerak justru mempercepat risiko demensia,” pesannya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia turut memperkenalkan metode “MAS OK” sebagai pedoman pencegahan Alzheimer sejak usia muda.</span></p>
<ul class="ul1">
<li class="li2"><b></b><span class="s1">M (Mother of Learning): membiasakan membaca, mendengar, menulis, dan menjelaskan ulang untuk merangsang kerja otak.<br />
</span></li>
<li class="li2"><b></b><span class="s1">A (Agama): menjalankan aktivitas spiritual, berdoa, dan sujud untuk menenangkan serta menstabilkan pikiran.<br />
</span></li>
<li class="li2"><b></b><span class="s1">S (Seni dan Sosial): aktif dalam kegiatan seni dan interaksi sosial guna menjaga kesehatan mental.<br />
</span></li>
</ul>
<p class="p1"><span class="s1">Selain itu, ia menyederhanakan gaya hidup sehat melalui rumus “OK”, yang meliputi: minum obat rutin bagi penderita penyakit kronis, melakukan kontrol kesehatan, membawa identitas lansia, menjaga interaksi sosial, dan berolahraga secara teratur. “Intinya, penanganan demensia Alzheimer sangat bergantung pada penyebabnya, karena cara pencegahannya beragam,” tutup dr. Probo.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/11/29/tembus-42-juta-dokter-ugm-ungkap-cara-sederhana-cegah-alzheimer/">Tembus 4,2 Juta, Dokter UGM Ungkap Cara Sederhana Cegah Alzheimer</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/11/29/tembus-42-juta-dokter-ugm-ungkap-cara-sederhana-cegah-alzheimer/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
