27 C
Jakarta
Kamis, September 17, 2026
BerandaKATA GAYA HIDUPKESEHATANTembus 4,2 Juta, Dokter UGM Ungkap Cara Sederhana Cegah Alzheimer

Tembus 4,2 Juta, Dokter UGM Ungkap Cara Sederhana Cegah Alzheimer

Yogyakarta – Jumlah penderita Alzheimer di Indonesia terus bertambah seiring meningkatnya populasi lanjut usia. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan lebih dari 4,2 juta warga mengalami penyakit tersebut, menjadikannya salah satu tantangan terbesar dalam menghadapi masyarakat yang semakin menua. Alzheimer merupakan kondisi yang muncul akibat menurunnya fungsi otak sehingga memengaruhi kemampuan mengingat, perilaku, serta proses berpikir.

Dokter geriatri UGM, DR. dr. Probosuseno menjelaskan bahwa Alzheimer adalah penyakit degeneratif yang terjadi saat jaringan otak dan jalur penghantar sinyal saraf mengalami kerusakan, sehingga kinerja otak melambat. Ia memaparkan 15 faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengembangkan Alzheimer: diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, obesitas, paparan polusi, kebiasaan merokok, depresi, tingkat pendidikan rendah, gangguan pendengaran dan penglihatan, kurang berolahraga, minim interaksi sosial, riwayat cedera kepala, kurang paparan sinar matahari, serta jarang melakukan aktivitas luar ruang.

“Faktor ini tidak menjamin seseorang pasti terkena Alzheimer, tapi dapat memperbesar risiko demensia,” ujarnya dilansir dari laman ugm Selasa (25/11).

Menurutnya, aktivitas fisik adalah langkah paling sederhana dan terbukti mampu menunda munculnya Alzheimer. Latihan tidak harus berat—berjalan kaki 30 menit sehari pun sudah memberikan manfaat besar. Target langkah dapat disesuaikan dengan usia: 3.000–5.000 langkah bagi lansia dan 5.000–7.000 langkah untuk kelompok usia muda.

“Tidak perlu sekaligus 30 menit. Bisa dicicil, misalnya 10 menit pagi dan 7 menit sore, asal totalnya setengah jam per hari,” tambahnya.

Probo juga merekomendasikan waktu terbaik untuk bergerak adalah pukul 07.00–10.00, karena paparan sinar matahari pagi membantu menyeimbangkan hormon suasana hati dan meningkatkan kualitas tidur. Bagi lansia dengan keterbatasan gerak, aktivitas dapat disesuaikan, seperti senam otak, latihan otot ringan, atau gerakan tubuh sederhana. “Yang penting tubuh tetap aktif. Kurang bergerak justru mempercepat risiko demensia,” pesannya.

Ia turut memperkenalkan metode “MAS OK” sebagai pedoman pencegahan Alzheimer sejak usia muda.

  • M (Mother of Learning): membiasakan membaca, mendengar, menulis, dan menjelaskan ulang untuk merangsang kerja otak.
  • A (Agama): menjalankan aktivitas spiritual, berdoa, dan sujud untuk menenangkan serta menstabilkan pikiran.
  • S (Seni dan Sosial): aktif dalam kegiatan seni dan interaksi sosial guna menjaga kesehatan mental.

Selain itu, ia menyederhanakan gaya hidup sehat melalui rumus “OK”, yang meliputi: minum obat rutin bagi penderita penyakit kronis, melakukan kontrol kesehatan, membawa identitas lansia, menjaga interaksi sosial, dan berolahraga secara teratur. “Intinya, penanganan demensia Alzheimer sangat bergantung pada penyebabnya, karena cara pencegahannya beragam,” tutup dr. Probo.

Baca Juga

ETLE HUB Kemenhub Deteksi 72 Ribu Kendaraan, Ini Jenis Pelanggaran Terbanyak

katafoto, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat 72.236 deteksi...

Menteri Bahlil Sentil Pemilik Mobil Mewah: Jangan Ambil Hak Rakyat Kecil

katafoto, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral...

Mafia Haji dan Umrah Dibidik, Kemenhaj Buka Kanal Pengaduan untuk Masyarakat

katafoto, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperluas...

Dari Celana Dalam hingga Stabilizer, Begini Cara Emas Puluhan Miliar Diselundupkan

katafoto, Jakarta - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengungkap...

Mengapa Data Kemiskinan Bank Dunia dan BPS Bisa Jomplang? Ini Penjelasan Dosen UGM

katafoto, Yogyakarta - Perbedaan data kemiskinan Indonesia yang dirilis...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini