katafoto, Jakarta – Sebanyak 12.000 lowongan kerja ditawarkan dalam bursa kerja Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Expo 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 22–23 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti 105 stan perusahaan dan telah menarik lebih dari 28.000 pendaftar, baik melalui jalur daring maupun luring.
Bursa kerja tersebut terbuka bagi seluruh pencari kerja, termasuk warga yang tidak memiliki KTP DKI Jakarta serta penyandang disabilitas. Kehadiran kegiatan ini diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap kesempatan kerja di tengah tantangan ketenagakerjaan nasional.
Persoalan pengangguran masih menjadi perhatian dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Meski tingkat pengangguran terbuka menunjukkan penurunan, jutaan penduduk Indonesia masih belum memperoleh pekerjaan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Mei 2026 tercatat sebesar 4,65 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 4,68 persen.
Dalam periode yang sama, jumlah angkatan kerja pada Mei 2026 mencapai 155,41 juta orang. Dari total tersebut, sebanyak 148,19 juta orang tercatat bekerja, sedangkan sekitar 7,22 juta orang masih menganggur.
Sementara itu, data Februari 2026 yang diolah Pusat Data dan Informasi Ketenagakerjaan (Pusdatik) Kementerian Ketenagakerjaan mencatat jumlah pengangguran mencapai 7,24 juta orang. Angka tersebut terdiri atas 4,56 juta laki-laki dan 2,69 juta perempuan. Adapun jumlah penduduk usia kerja pada periode tersebut mencapai 219,54 juta orang.
Target 19 Juta Lapangan Kerja Jadi Sorotan
Di tengah kondisi tersebut, pemerintah menargetkan penciptaan 19 juta lapangan kerja selama lima tahun, atau rata-rata sekitar 3,8 juta lapangan kerja per tahun.
Namun, data yang disampaikan dalam bahan ini menyebutkan penambahan jumlah penduduk bekerja dalam setahun penuh baru mencapai sekitar 1,9 juta orang. Perbedaan antara target penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan jumlah penduduk bekerja pun menjadi perhatian publik.
Tantangan lainnya adalah fenomena jobless growth, yakni kondisi ketika pertumbuhan ekonomi tidak diikuti peningkatan kesempatan kerja yang sebanding. Investasi yang lebih banyak menggunakan modal dan teknologi dibandingkan tenaga kerja juga dinilai dapat memengaruhi kemampuan perekonomian menyerap pekerja.
Dalam situasi tersebut, penyelenggaraan bursa kerja menjadi salah satu upaya untuk mempertemukan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dengan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan.

