katafoto, Jakarta – Jakarta mencatat peningkatan peringkat transportasi publik dalam survei Time Out 2026. Ibu kota kini menempati posisi ke-15 dunia, naik dua tingkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di peringkat ke-17.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan capaian tersebut saat memberikan keterangan di Cipayung, Jakarta Timur, Senin (19/10). Menurutnya, hasil survei itu melibatkan sekitar 24.000 responden dari berbagai wilayah.
“Time Out telah mengeluarkan hasil survei mereka terhadap 24.000 warga. Ini di masing-masing tempat yang ada. Dan Jakarta sekarang ini untuk dunia, yang tahun lalu menduduki peringkat 17 naik menjadi peringkat 15 terbaik dunia,” ujar Pramono.
Ia menilai peningkatan peringkat tersebut tidak terlepas dari upaya pemerintah memperkuat integrasi antarmoda transportasi. Sejumlah layanan yang terhubung meliputi MRT Jakarta, LRT Jakarta, Transjakarta, Transjabodetabek, dan mikrotrans.
Survei tersebut juga mencatat sebanyak 79,2 persen responden memberikan penilaian positif terhadap layanan transportasi publik di Jakarta.
Di tingkat Asia Tenggara atau ASEAN, Jakarta berada di posisi kedua setelah Singapura. Sementara itu, dalam lingkup Asia, Jakarta menempati peringkat ketujuh.
“Dengan integrasi yang semakin baik, mudah-mudahan transportasi di Jakarta juga akan menjadi semakin baik,” kata Pramono.
Pramono Perluas Konektivitas Transjabodetabek
Untuk mempertahankan tren peningkatan tersebut, Pramono menegaskan komitmennya melanjutkan pengembangan jaringan transportasi yang menghubungkan berbagai wilayah di Jakarta dan kawasan penyangga.
Menurutnya, konektivitas antarmoda dan perluasan layanan menuju wilayah sekitar Jakarta menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi kemacetan.
“Saya akan melanjutkan mengkoneksikan yang belum terkoneksi yang ada di Jakarta ini, terutama untuk Transjabodetabek,” tegas Pramono.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap integrasi transportasi yang semakin luas dapat memudahkan mobilitas masyarakat, meningkatkan minat menggunakan angkutan umum, serta mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

