<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pertanian Indonesia - Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/pertanian-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/pertanian-indonesia/</link>
	<description>Buka Mata Tangkap Momen</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Apr 2026 16:38:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Pertanian Indonesia - Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/pertanian-indonesia/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Harga Cabai Meroket, Pemkab Kubu Raya Gerak Cepat Tekan Inflasi</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/04/17/harga-cabai-meroket-pemkab-kubu-raya-gerak-cepat-tekan-inflasi/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/04/17/harga-cabai-meroket-pemkab-kubu-raya-gerak-cepat-tekan-inflasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 22:00:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[AGRIBISNIS]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[harga cabai]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimantan Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kubu Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan Murah]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[petani cabai]]></category>
		<category><![CDATA[Program Pemerintah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=16009</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kubu Raya &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya terus memperkuat upaya pengendalian inflasi daerah dengan mendorong penanaman cabai secara lebih masif. Langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya harga cabai yang menjadi salah satu pemicu utama inflasi. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kubu Raya, Agus Siswandi, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan hasil evaluasi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/17/harga-cabai-meroket-pemkab-kubu-raya-gerak-cepat-tekan-inflasi/">Harga Cabai Meroket, Pemkab Kubu Raya Gerak Cepat Tekan Inflasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Kubu Raya</b> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya terus memperkuat upaya pengendalian inflasi daerah dengan mendorong penanaman cabai secara lebih masif. Langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya harga cabai yang menjadi salah satu pemicu utama inflasi.</p>
<p>Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kubu Raya, Agus Siswandi, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan hasil evaluasi rutin dalam rapat koordinasi inflasi bersama pemerintah pusat.</p>
<p>“Setiap pekan kami mengikuti rapat koordinasi inflasi yang dipimpin Menteri Dalam Negeri. Dari hasil evaluasi, cabai menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi terbesar. Karena itu, sesuai arahan Bupati dan Wakil Bupati, penanaman cabai akan dimasifkan,” ujarnya usai Gerakan Tanam Cabai Rawit di Kelompok Tani Damai Albarokah, Desa Pal 9, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, pada Kamis (16/4).</p>
<p>Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemkab Kubu Raya menargetkan penyaluran 150 ribu polybag berisi tanaman cabai kepada kelompok tani dan rumah tangga sepanjang tahun 2026. Khusus di Desa Pal 9, bantuan yang diberikan mencapai 1.000 bibit cabai lengkap dengan sarana pendukung seperti mulsa dan pupuk.</p>
<p>Agus berharap program ini tidak hanya mampu meningkatkan produksi cabai, tetapi juga memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi masyarakat.</p>
<p>“Diharapkan hasil produksi cabai tidak hanya mampu menekan inflasi, tetapi juga meningkatkan pendapatan petani,” katanya.</p>
<p>Ia juga menyoroti tingginya harga cabai di pasaran yang saat ini menyentuh kisaran Rp130 ribu per kilogram. Dengan harga tersebut, cabai dinilai memiliki potensi ekonomi besar, apalagi didukung masa panen yang relatif panjang.</p>
<p>Melalui program ini, pemerintah daerah mengajak masyarakat memanfaatkan lahan produktif guna memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar.</p>
<p>Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Perekonomian, dan Keuangan, Supriaji, mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, terutama kelompok tani yang aktif mengembangkan sektor pertanian di daerah.</p>
<p>Menurutnya, gerakan tanam cabai tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>“Kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat ekonomi dan keberkahan bagi masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Supriaji juga menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, legislatif, perangkat daerah, dan petani menjadi faktor utama keberhasilan program ini.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/17/harga-cabai-meroket-pemkab-kubu-raya-gerak-cepat-tekan-inflasi/">Harga Cabai Meroket, Pemkab Kubu Raya Gerak Cepat Tekan Inflasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/04/17/harga-cabai-meroket-pemkab-kubu-raya-gerak-cepat-tekan-inflasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Satgas PRR Kebut Pemulihan, Sawah dan Infrastruktur Diperbaiki</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/03/30/satgas-prr-kebut-pemulihan-sawah-dan-infrastruktur-diperbaiki/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/03/30/satgas-prr-kebut-pemulihan-sawah-dan-infrastruktur-diperbaiki/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2026 03:00:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[banjir Sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[Infrastruktur]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Pascabencana Sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[Pemulihan Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Rehabilitasi Sawah]]></category>
		<category><![CDATA[Satgas PRR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=15732</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pascabencana Sumatera terus menggenjot penanganan pembersihan lumpur serta pemulihan lahan sawah di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga akhir Maret 2026. Upaya ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi fasilitas publik sekaligus menjaga ketahanan pangan melalui percepatan pemulihan aktivitas para petani. Mengacu pada data resmi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/03/30/satgas-prr-kebut-pemulihan-sawah-dan-infrastruktur-diperbaiki/">Satgas PRR Kebut Pemulihan, Sawah dan Infrastruktur Diperbaiki</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pascabencana Sumatera terus menggenjot penanganan pembersihan lumpur serta pemulihan lahan sawah di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga akhir Maret 2026.</p>
<p>Upaya ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi fasilitas publik sekaligus menjaga ketahanan pangan melalui percepatan pemulihan aktivitas para petani.</p>
<p>Mengacu pada data resmi Satgas PRR per Sabtu (28/3), progres pembersihan lumpur di wilayah terdampak menunjukkan perkembangan signifikan. Provinsi Sumatera Barat menjadi daerah dengan capaian paling cepat karena telah menuntaskan seluruh titik terdampak.</p>
<p>&#8220;Pembersihan lumpur ini dilakukan untuk memulihkan aktivitas masyarakat serta memastikan fasilitas publik yang sempat terdampak banjir dan longsor dapat kembali berfungsi normal,&#8221; tulis keterangan resmi Satgas PRR, Minggu (29/3).</p>
<p>Di Provinsi Aceh, yang memiliki jumlah lokasi terbanyak, dari total 476 titik, sebanyak 396 lokasi telah selesai dibersihkan, sementara 80 lokasi lainnya masih dalam proses pengerjaan.</p>
<p>Sementara itu di Sumatera Utara, dari 24 lokasi yang ditargetkan, 20 di antaranya telah rampung ditangani. Adapun Sumatera Barat mencatatkan penyelesaian 100 persen untuk 29 lokasi terdampak banjir dan longsor.</p>
<p>Selain fokus pada pembersihan infrastruktur, Satgas PRR juga mengarahkan perhatian pada pemulihan sektor pertanian. Total target rehabilitasi lahan sawah di tiga provinsi tersebut mencapai 42.702 hektare.</p>
<p>Dari jumlah tersebut, 991 hektare telah berhasil direhabilitasi, sementara 5.333 hektare lainnya masih dalam tahap pengerjaan. Rinciannya, di Aceh dari target 31.464 hektare baru 42 hektare yang selesai dipulihkan. Di Sumatera Utara, dari target 7.336 hektare, sebanyak 170 hektare telah direhabilitasi. Sedangkan di Sumatera Barat, dari target 3.902 hektare, 779 hektare telah berhasil ditangani.</p>
<p>Pemerintah menegaskan bahwa pemulihan lahan sawah menjadi prioritas utama dalam fase rekonstruksi ini, guna menjaga stabilitas pasokan beras nasional yang sempat terganggu akibat bencana.</p>
<p>Sebelumnya, Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan bahwa pembersihan lumpur menjadi fokus utama percepatan pemulihan di wilayah terdampak.</p>
<p>&#8220;Lumpur ini menjadi problem yang paling utama di lowland (dataran rendah). Kita sudah mencatat tim ini merekap di mana saja titik-titiknya. Kita memiliki titiknya, jumlahnya lebih kurang 445 di tiga provinsi. Yang sudah diselesaikan di Sumatra total semuanya itu lebih kurang 84 persen, tinggal 16 persen lagi,” kata Tito dalam keterangan resmi, Rabu (25/3).</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/03/30/satgas-prr-kebut-pemulihan-sawah-dan-infrastruktur-diperbaiki/">Satgas PRR Kebut Pemulihan, Sawah dan Infrastruktur Diperbaiki</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/03/30/satgas-prr-kebut-pemulihan-sawah-dan-infrastruktur-diperbaiki/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mentan Amran Bongkar Alasan Aceh Tak Butuh Impor Beras</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/11/25/mentan-amran-bongkar-alasan-aceh-tak-butuh-impor-beras/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/11/25/mentan-amran-bongkar-alasan-aceh-tak-butuh-impor-beras/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2025 03:11:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[AGRIBISNIS]]></category>
		<category><![CDATA[Bapanas]]></category>
		<category><![CDATA[Beras Ilegal]]></category>
		<category><![CDATA[Bulog]]></category>
		<category><![CDATA[Impor Beras]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sabang]]></category>
		<category><![CDATA[Surplus Beras Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada Pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=13848</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aceh &#8211; Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Provinsi Aceh berada dalam kondisi surplus beras yang sangat besar. Karena itu, tidak ada alasan bagi pihak mana pun untuk melakukan impor, terutama secara ilegal. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul temuan dan penyegelan 250 ton beras ilegal di Pelabuhan Sabang, Aceh, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/11/25/mentan-amran-bongkar-alasan-aceh-tak-butuh-impor-beras/">Mentan Amran Bongkar Alasan Aceh Tak Butuh Impor Beras</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Aceh </b>&#8211; Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Provinsi Aceh berada dalam kondisi surplus beras yang sangat besar. Karena itu, tidak ada alasan bagi pihak mana pun untuk melakukan impor, terutama secara ilegal.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pernyataan tersebut disampaikan menyusul temuan dan penyegelan 250 ton beras ilegal di Pelabuhan Sabang, Aceh, pada Minggu (23/11).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Amran menjelaskan, sejak laporan awal diterima, ia langsung berkoordinasi dengan Gubernur Aceh. Seluruh data menunjukkan bahwa Aceh berada dalam posisi surplus yang sangat kuat. Berdasarkan neraca pangan, Aceh memiliki ketersediaan beras hingga 1,35 juta ton dengan kebutuhan 667,7 ribu ton, sehingga menyisakan surplus 871,4 ribu ton. Bahkan Sabang, yang memiliki wilayah terbatas, tetap mencatatkan surplus 970 ton, dengan stok 5.911 ton dan kebutuhan 4.940 ton.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dengan kondisi tersebut, katanya, upaya impor beras tidak sejalan dengan prinsip dasar manajemen pangan. Ia juga langsung menghubungi Kapolda Aceh, Kabareskrim Polri, Pangdam Iskandar Muda, dan Menteri Perdagangan. Hasil penelusuran memastikan bahwa pemerintah pusat tidak pernah mengeluarkan izin impor beras tersebut. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Aceh surplus. Sabang juga surplus. Jadi tidak ada alasan untuk impor. Begitu laporan masuk, langsung saya instruksikan aparat bergerak cepat,” tegas Amran dikutip </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia menambahkan, cadangan pangan nasional saat ini juga berada pada titik yang sangat kuat. Berdasarkan data BPS, produksi beras nasional diperkirakan mencapai 34,7 juta ton, sementara stok Bulog telah menyentuh 3,8 juta ton—angka tertinggi sepanjang sejarah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dalam situasi yang stabil, ia menilai upaya pemasukan beras ilegal merupakan tindakan yang merugikan petani dan dapat mengganggu stabilitas pangan. “Jangan impor saat stok kita banyak dan ketika petani mulai musim tanam. Itu menyakiti petani. Negara harus hadir melindungi mereka,” ujarnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Amran juga mengungkapkan adanya kejanggalan dalam permohonan impor tersebut. Risalah rapat koordinasi pada 14 November telah memutuskan penolakan permohonan impor, tetapi izin dari negara asal justru terbit lebih dulu. Hal ini mengindikasikan adanya tindakan yang tidak sesuai prosedur dan kemungkinan melibatkan pihak-pihak tertentu.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pemerintah kini menelusuri potensi kasus serupa di wilayah lain, termasuk Batam. Amran menegaskan bahwa upaya penyelundupan pangan tidak akan ditoleransi demi menjaga harga, melindungi petani, dan mempertahankan momentum Indonesia menuju swasembada. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Ini peringatan tegas. Jangan coba-coba memasukkan beras ilegal. Kita sedang menuju swasembada dan tidak boleh diganggu,” tutupnya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/11/25/mentan-amran-bongkar-alasan-aceh-tak-butuh-impor-beras/">Mentan Amran Bongkar Alasan Aceh Tak Butuh Impor Beras</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/11/25/mentan-amran-bongkar-alasan-aceh-tak-butuh-impor-beras/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mentan Amran: 2025 Tanpa Impor Beras, Produksi Padi Tembus 34,77 Juta Ton</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/11/04/mentan-amran-2025-tanpa-impor-beras-produksi-padi-tembus-3477-juta-ton/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/11/04/mentan-amran-2025-tanpa-impor-beras-produksi-padi-tembus-3477-juta-ton/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2025 22:53:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[AGRIBISNIS]]></category>
		<category><![CDATA[BPS]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Impor Beras]]></category>
		<category><![CDATA[Kedaulatan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[produksi padi 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Stok Beras]]></category>
		<category><![CDATA[stok beras nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada Pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=13463</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tangerang &#8211; Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan Indonesia tidak akan melakukan impor beras sepanjang tahun 2025. Keyakinan ini didasari oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) yang memproyeksikan produksi padi nasional mencapai 34,77 juta ton, naik 4,15 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya atau meningkat 13,95 persen. “Hari ini kita mendapat kabar baik. BPS baru [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/11/04/mentan-amran-2025-tanpa-impor-beras-produksi-padi-tembus-3477-juta-ton/">Mentan Amran: 2025 Tanpa Impor Beras, Produksi Padi Tembus 34,77 Juta Ton</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Tangerang</b> &#8211; Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan Indonesia tidak akan melakukan impor beras sepanjang tahun 2025. Keyakinan ini didasari oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) yang memproyeksikan produksi padi nasional mencapai 34,77 juta ton, naik 4,15 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya atau meningkat 13,95 persen.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Hari ini kita mendapat kabar baik. BPS baru saja merilis proyeksi produksi padi nasional sebesar 34,77 juta ton, naik signifikan dari tahun lalu,” ujar Amran dalam konferensi pers di Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan), Serpong, Tangerang, Banten, Senin (3/11).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Amran menyebut peningkatan tersebut merupakan hasil kerja keras para petani dan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya sangat berpihak pada sektor pertanian.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Atas nama petani Indonesia, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah mempermudah regulasi, menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) beras, serta menurunkan harga pupuk hingga 20 persen,” tuturnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dengan proyeksi produksi sebesar itu, Amran menegaskan Indonesia tidak perlu lagi melakukan impor beras pada 2025. Ia juga menyebut tingkat kepastian proyeksi BPS mencapai 95 persen.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Insyaallah tahun ini kita tidak akan impor beras. Dalam satu bulan ke depan, jika tidak ada kendala, swasembada pangan akan terwujud,” katanya.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1"><b>Stok Beras Nasional Tertinggi dalam Sejarah</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Melansir dari laman berita satu, data Kementerian Pertanian (Kementan) menunjukkan, stok beras nasional per awal November 2025 mencapai 3,8 juta ton, dan diperkirakan tetap tinggi di angka 3,1 juta ton hingga akhir tahun.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Ini merupakan stok beras tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka. Kabar baik bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegas Amran.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1"><b>BPS: Produksi Padi Naik karena Luas Panen dan Hasil Meningkat</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan peningkatan produksi padi dipicu oleh kenaikan luas panen dan hasil panen pada subround I (Januari–April 2025).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Potensi produksi beras Januari–Desember 2025 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton atau naik 13,54 persen. Lonjakan terbesar terjadi pada awal tahun dengan kenaikan produksi sebesar 26,54 persen dibanding periode yang sama 2024,” jelasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">BPS mencatat luas panen padi nasional mencapai 11,35 juta hektare, meningkat 12,98 persen dibanding tahun lalu, dengan produksi gabah kering giling (GKG) mencapai 60,34 juta ton.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1"><b>Lampaui Prediksi USDA dan Rekor 2022</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Capaian proyeksi produksi padi Indonesia ini bahkan melampaui perkiraan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) yang sebelumnya memprediksi produksi beras Indonesia sebesar 34,6 juta ton. Angka ini juga menembus rekor tertinggi yang dicapai pada 2022 sebesar 31,54 juta ton.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kementerian Pertanian menilai capaian ini sebagai hasil nyata dari program strategis nasional di sektor pertanian, antara lain penyaluran pupuk bersubsidi yang lebih efisien, perbaikan jaringan irigasi, bantuan sarana dan prasarana pertanian, serta kenaikan HPP yang menjaga semangat petani.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/11/04/mentan-amran-2025-tanpa-impor-beras-produksi-padi-tembus-3477-juta-ton/">Mentan Amran: 2025 Tanpa Impor Beras, Produksi Padi Tembus 34,77 Juta Ton</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/11/04/mentan-amran-2025-tanpa-impor-beras-produksi-padi-tembus-3477-juta-ton/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Krisis Regenerasi Petani Ancam Masa Depan Pertanian Indonesia</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/07/02/krisis-regenerasi-petani-ancam-masa-depan-pertanian-indonesia/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/07/02/krisis-regenerasi-petani-ancam-masa-depan-pertanian-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2025 01:35:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Alih Fungsi Lahan]]></category>
		<category><![CDATA[anak muda dan pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[krisis petani]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Petani Milenial]]></category>
		<category><![CDATA[regenerasi petani]]></category>
		<category><![CDATA[sektor agrikultur]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Pertanian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=10633</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Indonesia tengah menghadapi tantangan besar di sektor pertanian: krisis regenerasi petani dan menyusutnya lahan produktif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren penurunan jumlah usaha pertanian perorangan sejak 2013. Jika pada 2013 jumlah petani mencapai 31,70 juta orang, kini angkanya turun menjadi 29,34 juta—merosot sekitar 7,45 persen. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bahkan mengalami [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/07/02/krisis-regenerasi-petani-ancam-masa-depan-pertanian-indonesia/">Krisis Regenerasi Petani Ancam Masa Depan Pertanian Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Yogyakarta</b> &#8211; Indonesia tengah menghadapi tantangan besar di sektor pertanian: krisis regenerasi petani dan menyusutnya lahan produktif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren penurunan jumlah usaha pertanian perorangan sejak 2013. Jika pada 2013 jumlah petani mencapai 31,70 juta orang, kini angkanya turun menjadi 29,34 juta—merosot sekitar 7,45 persen.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bahkan mengalami penurunan yang lebih drastis. Dalam satu dekade terakhir, jumlah petani di wilayah ini menyusut hingga 26,26 persen atau setara dengan sekitar 153 ribu orang yang memilih meninggalkan sektor pertanian.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada, Bayu Dwi Apri Nugroho, menegaskan bahwa penurunan jumlah petani dan produktivitas lahan terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Alih fungsi lahan berlangsung sangat cepat, terutama di Pulau Jawa. Di sisi lain, rata-rata usia petani saat ini sudah mencapai 50 tahun. Tanpa regenerasi yang serius, kita akan menghadapi krisis tenaga kerja pertanian dalam 10 hingga 20 tahun ke depan,” ujarnya dikutuip dari laman ugm pada Senin (30/06)</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selain alih fungsi lahan, Bayu menyebut persepsi negatif terhadap profesi petani turut memperburuk situasi. Banyak yang masih menganggap pertanian sebagai pekerjaan konvensional, kurang menjanjikan, dan tidak mampu meningkatkan taraf hidup.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Pemerintah perlu mengubah pola pikir tersebut. Salah satu caranya adalah mengenalkan pertanian modern melalui inovasi dan teknologi sejak dini—bahkan mulai dari bangku sekolah dasar,” jelas Bayu.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia menilai program &#8220;petani milenial&#8221; yang saat ini digaungkan pemerintah sebagai langkah awal yang baik. Namun, menurutnya, program semacam itu tidak akan efektif jika hanya sebatas slogan atau proyek jangka pendek.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Regenerasi petani tidak cukup hanya dengan pelatihan singkat. Harus ada integrasi pengetahuan pertanian modern dalam kurikulum pendidikan formal. Anak-anak perlu diajak mengenal dunia pertanian dari kecil—dengan pendekatan teknologi dan inovasi,” ujarnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Untuk jangka pendek, Bayu menyarankan adanya proyek percontohan (piloting) yang menampilkan langsung bagaimana teknologi mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. “Contoh konkret lebih efektif untuk menarik minat generasi muda agar melihat pertanian sebagai profesi masa depan yang menjanjikan,” katanya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lebih jauh, ia juga mendorong pengenalan pertanian modern sejak jenjang TK hingga SMA, termasuk penggunaan teknologi canggih seperti drone dan sistem pertanian presisi. “Dengan cara itu, kita bisa membangkitkan minat generasi muda agar melihat pertanian bukan hanya sebagai kerja fisik, tapi juga sebagai bidang yang kaya akan inovasi,” imbuhnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Bayu juga menekankan pentingnya peran pemerintah pusat dan daerah dalam membangun sistem pertanian yang berkelanjutan dan terintegrasi, dari hulu hingga hilir.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Harus dibangun ekosistem pertanian yang menyatu dari proses produksi hingga distribusi, atau dari <i>land to table</i>. Sistem ini penting untuk menjamin ketersediaan pangan, stabilitas harga, dan kesejahteraan petani,” pungkasnya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/07/02/krisis-regenerasi-petani-ancam-masa-depan-pertanian-indonesia/">Krisis Regenerasi Petani Ancam Masa Depan Pertanian Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/07/02/krisis-regenerasi-petani-ancam-masa-depan-pertanian-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Indonesia Kirim 1.200 Ton Jagung ke Malaysia, Prabowo Tuntaskan Mimpi Petani </title>
		<link>https://katafoto.id/2025/06/05/indonesia-kirim-1-200-ton-jagung-ke-malaysia-prabowo-tuntaskan-mimpi-petani/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/06/05/indonesia-kirim-1-200-ton-jagung-ke-malaysia-prabowo-tuntaskan-mimpi-petani/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2025 09:37:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[AGRIBISNIS]]></category>
		<category><![CDATA[Bengkayang]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor jagung]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[jagung Kalimantan Barat]]></category>
		<category><![CDATA[kemandirian pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[pangan nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=10111</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bengkayang &#8211; Presiden Prabowo Subianto, resmi melepas ekspor perdana komoditas jagung sebanyak 1.200 ton dari Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, ke Kuching, Malaysia, pada Kamis, 5 Juni 2025. Ekspor ini menandai langkah awal penting dalam upaya transformasi sektor pertanian nasional menuju kemandirian pangan dan perluasan pasar internasional. Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengapresiasi capaian tersebut dan menyebut [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/06/05/indonesia-kirim-1-200-ton-jagung-ke-malaysia-prabowo-tuntaskan-mimpi-petani/">Indonesia Kirim 1.200 Ton Jagung ke Malaysia, Prabowo Tuntaskan Mimpi Petani </a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Bengkayang</b> &#8211; Presiden Prabowo Subianto, resmi melepas ekspor perdana komoditas jagung sebanyak 1.200 ton dari Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, ke Kuching, Malaysia, pada Kamis, 5 Juni 2025. Ekspor ini menandai langkah awal penting dalam upaya transformasi sektor pertanian nasional menuju kemandirian pangan dan perluasan pasar internasional.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengapresiasi capaian tersebut dan menyebut bahwa keberhasilan ini harus menjadi pemicu untuk memperkuat jaringan produksi dan pengembangan koperasi desa di seluruh Tanah Air.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Saya menerima laporan hari ini kita akan melepas ekspor jagung perdana ke negara tetangga, dan itu kabar yang sangat baik. Ini harus kita jadikan momentum berkelanjutan. Nantinya akan ada 80 ribu koperasi desa yang tersebar di seluruh Indonesia. Koperasi-koperasi ini akan saling menguatkan, membuka jaringan dan rantai produksi serta distribusi yang lebih luas,” ujar Presiden saat meresmikan pembangunan gudang pengering jagung milik PT Pangan Merah Putih dan peletakan batu pertama 18 gudang Polri di 12 provinsi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa seluruh program ini bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat, terutama melalui penyediaan pangan yang terjangkau dan bergizi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Tujuan utama kita jelas: harga pangan harus bisa dijangkau oleh rakyat, nilai tukar petani dan nelayan harus meningkat, dan semua warga negara harus bisa makan dengan layak dan penuh nutrisi. Dengan izin Tuhan, kita menuju masyarakat adil, makmur, dan sejahtera,” tegasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Di tempat terpisah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa ekspor kali ini merupakan bagian dari total permintaan jagung oleh Malaysia yang mencapai 240 ribu ton per tahun, dengan pengiriman awal sebesar 20 ribu ton setiap bulannya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Ekspor hari ini dilepas secara bertahap. Permintaan Malaysia mencapai 20 ribu ton per bulan. Untuk bulan ini, total sekitar 50 ribu ton akan dikirim. Rinciannya, 1.200 ton dari Kalimantan Barat, 20 ribu ton dari Nusa Tenggara Barat (NTB), dan 27 ribu ton dari Gorontalo,” jelas Amran.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Mentan juga menyebut bahwa ekspor dari Bengkayang ini adalah yang pertama dalam sejarah wilayah tersebut. Ia menyampaikan bahwa capaian ini lahir dari kolaborasi lintas sektor dan merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Ini hasil kerja sama dari banyak pihak, berangkat dari visi besar Presiden RI. Alhamdulillah, cadangan beras kita saat ini mencapai 4 juta ton—angka tertinggi dalam 50 tahun terakhir. Ketahanan pangan kita semakin kuat. Ke depan, kita bercita-cita menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” pungkasnya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/06/05/indonesia-kirim-1-200-ton-jagung-ke-malaysia-prabowo-tuntaskan-mimpi-petani/">Indonesia Kirim 1.200 Ton Jagung ke Malaysia, Prabowo Tuntaskan Mimpi Petani </a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/06/05/indonesia-kirim-1-200-ton-jagung-ke-malaysia-prabowo-tuntaskan-mimpi-petani/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Produksi Beras Indonesia Tertinggi di ASEAN, Capai 34,6 Juta Ton</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/05/12/produksi-beras-indonesia-tertinggi-di-asean-capai-346-juta-ton/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/05/12/produksi-beras-indonesia-tertinggi-di-asean-capai-346-juta-ton/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 May 2025 13:42:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[AGRIBISNIS]]></category>
		<category><![CDATA[Beras Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Bulog]]></category>
		<category><![CDATA[Cadangan Beras]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspor Thailand Turun]]></category>
		<category><![CDATA[HPP Gabah]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Produksi Beras 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://katafoto.id/?p=9670</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Sektor pertanian di Indonesia terus menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Berdasarkan laporan USDA Rice Outlook edisi April 2025, produksi beras nasional diperkirakan mencapai 34,6 juta ton, mengalami pertumbuhan sebesar 4,8 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Peningkatan ini menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar di kawasan ASEAN. Di bawah Indonesia, Vietnam berada di posisi kedua [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/05/12/produksi-beras-indonesia-tertinggi-di-asean-capai-346-juta-ton/">Produksi Beras Indonesia Tertinggi di ASEAN, Capai 34,6 Juta Ton</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Jakarta</strong> &#8211; Sektor pertanian di Indonesia terus menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Berdasarkan laporan <i>USDA Rice Outlook</i> edisi April 2025, produksi beras nasional diperkirakan mencapai 34,6 juta ton, mengalami pertumbuhan sebesar 4,8 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Peningkatan ini menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar di kawasan ASEAN. Di bawah Indonesia, Vietnam berada di posisi kedua dengan produksi 26,5 juta ton, disusul oleh Thailand sebesar 20,1 juta ton, Filipina 12 juta ton, Kamboja 7,337 juta ton, Laos 1,8 juta ton, dan Malaysia 1,750 juta ton (berdasarkan laporan musim tanam 2024/2025 dari USDA).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kenaikan produksi ini turut memperbaiki posisi Indonesia yang sebelumnya masih bergantung pada impor beras. Keberhasilan ini juga menimbulkan kekhawatiran di negara eksportir besar seperti Thailand, yang volume ekspornya anjlok hingga 30 persen pada kuartal pertama 2025.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pemerintah turut mendukung peningkatan produksi ini dengan menyerap gabah petani melalui skema harga pembelian pemerintah (HPP). Langkah tersebut bertujuan untuk memastikan hasil panen terserap secara maksimal, sekaligus memberikan keuntungan yang layak bagi petani.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Data dari Perum Bulog hingga Minggu (11/5) pukul 16.51 WIB mencatat total serapan gabah setara beras sepanjang 2025 telah mencapai 2.052.541 ton. Jumlah ini merupakan pencapaian tertinggi sejak Bulog didirikan 58 tahun lalu dan menunjukkan keberhasilan strategi penyerapan nasional.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam beberapa kesempatan menegaskan bahwa pencapaian tersebut sepenuhnya berasal dari produksi dalam negeri, tanpa adanya impor beras medium sejak awal 2025. Ia optimistis cadangan beras pemerintah (CBP) bisa menembus angka 4 juta ton pada akhir Mei 2025.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Ini adalah lompatan yang sangat signifikan. Bulog akan terus kami dorong untuk menyerap gabah sesuai kapasitas maksimum dan HPP yang berlaku. Harga ini memberikan keadilan bagi petani, meningkatkan kesejahteraan mereka, dan mendorong peningkatan produksi ke depan,” ujarnya dikutip dalam keterangan tertulis Kementerian Pertanian pada Senin (12/5).</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/05/12/produksi-beras-indonesia-tertinggi-di-asean-capai-346-juta-ton/">Produksi Beras Indonesia Tertinggi di ASEAN, Capai 34,6 Juta Ton</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/05/12/produksi-beras-indonesia-tertinggi-di-asean-capai-346-juta-ton/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wamentan Sudaryono dan Raffi Ahmad Ajak Anak Muda Terjun ke Pertanian</title>
		<link>https://katafoto.id/2024/11/13/wamentan-sudaryono-dan-raffi-ahmad-ajak-anak-muda-terjun-ke-pertanian/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2024/11/13/wamentan-sudaryono-dan-raffi-ahmad-ajak-anak-muda-terjun-ke-pertanian/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Nov 2024 13:52:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[AGRIBISNIS]]></category>
		<category><![CDATA[KATA EKBIS]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Petani Milenial]]></category>
		<category><![CDATA[Raffi Ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Wamentan Sudaryono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://katafoto.id/?p=5297</guid>

					<description><![CDATA[<p>Depok &#8211; Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, memperkuat kerja sama dengan Utusan Khusus Presiden untuk Pembinaan Generasi Muda dan Pelaku Seni, Raffi Ahmad, guna mendorong regenerasi petani milenial. Langkah ini untuk mencapai swasembada pangan sekaligus menarik minat generasi muda pada sektor pertanian sebagai pilihan karier yang menarik. Wamentan Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, menekankan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2024/11/13/wamentan-sudaryono-dan-raffi-ahmad-ajak-anak-muda-terjun-ke-pertanian/">Wamentan Sudaryono dan Raffi Ahmad Ajak Anak Muda Terjun ke Pertanian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Depok</b> &#8211; Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, memperkuat kerja sama dengan Utusan Khusus Presiden untuk Pembinaan Generasi Muda dan Pelaku Seni, Raffi Ahmad, guna mendorong regenerasi petani milenial. Langkah ini untuk mencapai swasembada pangan sekaligus menarik minat generasi muda pada sektor pertanian sebagai pilihan karier yang menarik.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Wamentan Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, menekankan peran krusial kaum muda dalam pertanian. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Anak muda memiliki inovasi, kreativitas, dan kemampuan adaptasi terhadap teknologi. Ini sangat penting untuk membawa perubahan positif di dunia pertanian,&#8221; ujar Sudaryono pada Rabu (13/11) di kediaman Raffi Ahmad di Andara, Depok</span></p>
<figure id="attachment_5296" aria-describedby="caption-attachment-5296" style="width: 1950px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-5296 size-full" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/11/Pertanian2.jpg" alt="Wamentan Sudaryono dan Raffi Ahmad Ajak Anak Muda Terjun ke Pertanian" width="1950" height="1300" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/11/Pertanian2.jpg 1950w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/11/Pertanian2-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/11/Pertanian2-1024x683.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/11/Pertanian2-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/11/Pertanian2-1536x1024.jpg 1536w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/11/Pertanian2-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/11/Pertanian2-600x400.jpg 600w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/11/Pertanian2-696x464.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/11/Pertanian2-1392x928.jpg 1392w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/11/Pertanian2-1068x712.jpg 1068w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/11/Pertanian2-1920x1280.jpg 1920w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/11/Pertanian2-630x420.jpg 630w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/11/Pertanian2-1260x840.jpg 1260w" sizes="(max-width: 1950px) 100vw, 1950px" /><figcaption id="caption-attachment-5296" class="wp-caption-text">Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono foto bersama dengan Utusan Khusus Presiden untuk Pembinaan Generasi Muda dan Pelaku Seni, Raffi Ahmad di kediaman Raffi Ahmad di Andara, Depok, Rabu (13/11/2024) (katafoto/HO/InfoPublik)</figcaption></figure>
<p class="p1"><span class="s1">Sudaryono berdiskusi tentang beberapa program kolaborasi untuk meningkatkan produksi pangan dan menarik minat anak muda ke bidang pertanian. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kami ingin program ini benar-benar berdampak, bukan sekadar seremonial,” imbuhnya dikutip dari keterangan tertulis</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Raffi Ahmad, sebagai influencer dengan jutaan pengikut, dinilai memiliki peran besar dalam menginspirasi generasi muda. Wamentan berharap kolaborasi ini dapat menciptakan gerakan besar yang melibatkan lebih banyak anak muda di sektor pertanian, memperkuat ketahanan pangan nasional.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kami berkomitmen untuk menyusun roadmap kolaborasi dan melaksanakan program sesuai arahan Presiden Prabowo. Kami tidak ingin ini hanya sekadar pertemuan biasa,” lanjut Wamentan Sudaryono.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Setelah diskusi, Wamentan dan istrinya menikmati santap siang sederhana bersama Raffi Ahmad, disajikan dalam rantang yang mencerminkan kebersamaan dan semangat gotong royong seperti para petani yang menikmati makan siang di sawah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kolaborasi ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk memandang sektor pertanian sebagai profesi yang menjanjikan di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2024/11/13/wamentan-sudaryono-dan-raffi-ahmad-ajak-anak-muda-terjun-ke-pertanian/">Wamentan Sudaryono dan Raffi Ahmad Ajak Anak Muda Terjun ke Pertanian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2024/11/13/wamentan-sudaryono-dan-raffi-ahmad-ajak-anak-muda-terjun-ke-pertanian/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
