<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Petani Brebes - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/petani-brebes/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/petani-brebes/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Tue, 11 Aug 2026 03:59:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Petani Brebes - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/petani-brebes/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tak Lagi Boros Solar, Petani Jateng Beralih ke Pompa Air Tenaga Surya</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/08/11/tak-lagi-boros-solar-petani-jateng-beralih-ke-pompa-air-tenaga-surya/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/08/11/tak-lagi-boros-solar-petani-jateng-beralih-ke-pompa-air-tenaga-surya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2026 03:59:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[AGRIBISNIS]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Hijau]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Surya]]></category>
		<category><![CDATA[energi terbarukan]]></category>
		<category><![CDATA[irigasi sawah]]></category>
		<category><![CDATA[PATS]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Petani Brebes]]></category>
		<category><![CDATA[petani Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[petani Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[pompa tenaga surya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=19049</guid>

					<description><![CDATA[<p>Semarang &#8211; Petani di Jawa Tengah mulai beralih memanfaatkan pompa air tenaga surya (PATS) untuk mendukung kebutuhan irigasi sekaligus menekan biaya produksi. Teknologi tersebut menjadi bagian dari pemanfaatan energi baru terbarukan yang dipadukan dengan internet of things (IoT) melalui program Benteng Pangan Jawa Tengah. Hingga saat ini, PATS telah dipasang di tiga lokasi. Ketiganya berada [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/08/11/tak-lagi-boros-solar-petani-jateng-beralih-ke-pompa-air-tenaga-surya/">Tak Lagi Boros Solar, Petani Jateng Beralih ke Pompa Air Tenaga Surya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Semarang</b> &#8211; Petani di Jawa Tengah mulai beralih memanfaatkan pompa air tenaga surya (PATS) untuk mendukung kebutuhan irigasi sekaligus menekan biaya produksi. Teknologi tersebut menjadi bagian dari pemanfaatan energi baru terbarukan yang dipadukan dengan internet of things (IoT) melalui program Benteng Pangan Jawa Tengah.</p>
<p>Hingga saat ini, PATS telah dipasang di tiga lokasi. Ketiganya berada di Desa Tengengwetan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Cilacap.</p>
<p>Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melihat penggunaan PATS di Desa Tengengwetan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Senin (10/8).</p>
<p>Menurut Luthfi, penggunaan energi surya untuk mengoperasikan pompa air memberikan sejumlah keuntungan bagi sektor pertanian. Selain mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, teknologi tersebut juga dinilai lebih ramah lingkungan dan dapat beroperasi sepanjang hari.</p>
<p>“Tiga titik pompa ini total mengairi sekitar 50 hektare lahan pertanian. Untuk yang di Pekalongan ini bisa mengairi hampir 20 hektare lahan,” jelasnya, seusai penyerahan secara simbolis dan meninjau bantuan PATS.</p>
<p>Luthfi mengatakan, penerapan PATS di tiga lokasi tersebut akan dijadikan contoh untuk dikembangkan di berbagai daerah di Jawa Tengah. Pemerintah provinsi bahkan membuka peluang agar teknologi itu dapat menjadi percontohan secara nasional.</p>
<p>“Ini akan kita kembangkan, nanti akan kita sosialisasikan, lalu infrastrukturnya kita disiapkan. Pompa tenaga surya ini juga sudah digunakan di Sayung Demak untuk mengatasi banjir,” ucap Luthfi.</p>
<p>Ia menambahkan, pemanfaatan pompa bertenaga surya tidak terbatas pada kebutuhan pertanian. Teknologi serupa dapat digunakan untuk berbagai sektor sebagai bagian dari upaya Jawa Tengah mempercepat penggunaan energi baru terbarukan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi hijau.</p>
<p>Dampak penggunaan PATS juga dirasakan langsung oleh petani. Perwakilan Gapoktan Desa Tengengwetan, Kirom, mengatakan keberadaan pompa tersebut membantu mengurangi pengeluaran untuk bahan bakar minyak (BBM).</p>
<p>Sebelum menggunakan PATS, mesin pompa diesel membutuhkan sekitar 30 liter solar untuk beroperasi selama satu hari satu malam. Setelah menggunakan tenaga surya, konsumsi solar dapat ditekan menjadi sekitar 15 liter.</p>
<p>Menurut Kirom, sekitar 30 petani padi memanfaatkan fasilitas tersebut. Air dari sungai di sekitar desa dipompa untuk mengairi lahan pertanian dengan luas hampir 20 hektare.</p>
<p>“Pompa dengan BBM solar hanya untuk malam saja, siangnya memakai tenaga Surya. Jadi lebih irit untuk pengeluaran, kami bisa menekan ongkos produksi,” ujarnya.</p>
<p>Manfaat serupa dirasakan petani di Kabupaten Brebes. Perwakilan Gapoktan Tani Makmur Desa Banjaranyar, Gilang, menyebut PATS membantu petani menghemat penggunaan bahan bakar sekaligus mengatasi persoalan air untuk lahan pertanian.</p>
<p>Selama ini, sistem pengairan di wilayah tersebut mengandalkan irigasi dari arah selatan. Namun, ketika musim kemarau tiba, air rob kerap masuk ke saluran irigasi sehingga kualitas air menjadi asin dan menyulitkan petani untuk bercocok tanam.</p>
<p>“Kondisi pengairan kita mengandalkan irigasi dari selatan. Kalau musim kemarau kita dilanda air rob yang masuk irigasi. Adanya pompa tenaga surya ini kita pakai sumur bor, akhirnya air tidak asin dan bisa menanam lagi. Petani kita bisa lebih maju masa tanam, bisa kita rekayasa sendiri musim tanamnya,” kata Gilang.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/08/11/tak-lagi-boros-solar-petani-jateng-beralih-ke-pompa-air-tenaga-surya/">Tak Lagi Boros Solar, Petani Jateng Beralih ke Pompa Air Tenaga Surya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/08/11/tak-lagi-boros-solar-petani-jateng-beralih-ke-pompa-air-tenaga-surya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jawa Tengah Kebut Bangun 10 Embung Baru, Rp118 Miliar Digelontorkan</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/11/15/jawa-tengah-kebut-bangun-10-embung-baru-rp118-miliar-digelontorkan/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/11/15/jawa-tengah-kebut-bangun-10-embung-baru-rp118-miliar-digelontorkan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Nov 2025 10:00:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Embung Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Infrastruktur Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Irigasi Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Lumbung Pangan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Embung]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Petani Brebes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=13672</guid>

					<description><![CDATA[<p>Brebes &#8211; Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mempercepat pembangunan infrastruktur pertanian pada 2025 sebagai langkah untuk memperkuat posisi Jateng sebagai penopang pangan nasional sekaligus menjaga ketahanan pangan di tingkat daerah. Salah satu program utama yang digenjot tahun ini adalah pembangunan 10 embung di berbagai wilayah. Dari jumlah tersebut, delapan embung merupakan proyek baru, sedangkan dua [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/11/15/jawa-tengah-kebut-bangun-10-embung-baru-rp118-miliar-digelontorkan/">Jawa Tengah Kebut Bangun 10 Embung Baru, Rp118 Miliar Digelontorkan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Brebes</b> &#8211; Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mempercepat pembangunan infrastruktur pertanian pada 2025 sebagai langkah untuk memperkuat posisi Jateng sebagai penopang pangan nasional sekaligus menjaga ketahanan pangan di tingkat daerah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Salah satu program utama yang digenjot tahun ini adalah pembangunan 10 embung di berbagai wilayah. Dari jumlah tersebut, delapan embung merupakan proyek baru, sedangkan dua lainnya menjalani proses rehabilitasi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jateng, Henggar Budi Anggoro, menjelaskan bahwa pembangunan embung tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas irigasi, memastikan ketersediaan air saat musim kemarau, serta menggenjot produktivitas pertanian terutama di kawasan rawan kekeringan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Total anggarannya mencapai Rp118 miliar dengan 24 paket pekerjaan pada 2025, termasuk pembangunan delapan embung baru dan rehabilitasi dua embung,” ujarnya dikutip dari laman jatengprov Kamis (13/11).</span></p>
<figure id="attachment_13674" aria-describedby="caption-attachment-13674" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-13674" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251113-WA0139.jpg" alt="Jawa Tengah Kebut Bangun 10 Embung Baru, Rp118 Miliar Digelontorkan" width="1200" height="800" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251113-WA0139.jpg 1200w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251113-WA0139-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251113-WA0139-1024x683.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251113-WA0139-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251113-WA0139-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251113-WA0139-696x464.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251113-WA0139-1068x712.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-13674" class="wp-caption-text">Suasana pembangunan embung di Desa Kemurang Wetan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. (katafoto/HO/Diskominfo Jateng)</figcaption></figure>
<p class="p1"><span class="s1">Henggar merinci kapasitas embung yang dibangun, antara lain:</span></p>
<ul class="ul1">
<li class="li2"><span class="s1">Embung Salam: 10.916,50 m³<br />
</span></li>
<li class="li2"><span class="s1">Embung Selur: 25.693,75 m³<br />
</span></li>
<li class="li2"><span class="s1">Embung Rondo Kuning: 24.292,5 m³<br />
</span></li>
<li class="li2"><span class="s1">Embung Geblok: 6.450 m³<br />
</span></li>
<li class="li2"><span class="s1">Embung Karangjati: 70.875 m³<br />
</span></li>
<li class="li2"><span class="s1">Embung Kemurang Wetan: 12.468 m³<br />
</span></li>
<li class="li2"><span class="s1">Embung Tegalwulung: 10.747 m³<br />
</span></li>
<li class="li2"><span class="s1">Embung Plosorejo: 25.145 m³<br />
</span></li>
</ul>
<p class="p1"><span class="s1">“Kami memastikan seluruh pekerjaan infrastruktur tersebut rampung pada 2025,” tegasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Salah satu pembangunan embung yang sudah berjalan adalah di Desa Kemurang Wetan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes. Progres proyek tersebut mencapai 80 persen. Kepala Desa Kemurang Wetan, Dustam, menyampaikan bahwa kehadiran embung sangat membantu petani bawang merah yang selama ini kesulitan air saat kemarau.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kalau musim kemarau biasanya petani kesulitan air. Masa tanam hanya bisa dua kali. Dengan embung ini, kebutuhan air bisa lebih terpenuhi,” tuturnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dia menambahkan, kapasitas tampungan embung tersebut mampu mendukung irigasi untuk lebih dari 40 hektare sawah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Petani setempat, Sukim, mengaku terbantu dengan pembangunan embung. Selama ini, saat kemarau banyak petani terpaksa tidak menanam karena biaya mengambil air dari sungai cukup mahal.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kalau kemarau airnya sulit. Kalau ambil dari sungai biayanya besar. Adanya embung ini membuat kami bisa kembali bersemangat menanam,” ungkapnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurutnya, embung menjadi solusi nyata bagi petani setempat dalam menghadapi kekeringan.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/11/15/jawa-tengah-kebut-bangun-10-embung-baru-rp118-miliar-digelontorkan/">Jawa Tengah Kebut Bangun 10 Embung Baru, Rp118 Miliar Digelontorkan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/11/15/jawa-tengah-kebut-bangun-10-embung-baru-rp118-miliar-digelontorkan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
