33 C
Jakarta
Senin, Mei 11, 2026
BerandaKATA BERITADAERAHJawa Tengah Kebut Bangun 10 Embung Baru, Rp118 Miliar Digelontorkan

Jawa Tengah Kebut Bangun 10 Embung Baru, Rp118 Miliar Digelontorkan

Brebes – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mempercepat pembangunan infrastruktur pertanian pada 2025 sebagai langkah untuk memperkuat posisi Jateng sebagai penopang pangan nasional sekaligus menjaga ketahanan pangan di tingkat daerah.

Salah satu program utama yang digenjot tahun ini adalah pembangunan 10 embung di berbagai wilayah. Dari jumlah tersebut, delapan embung merupakan proyek baru, sedangkan dua lainnya menjalani proses rehabilitasi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jateng, Henggar Budi Anggoro, menjelaskan bahwa pembangunan embung tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas irigasi, memastikan ketersediaan air saat musim kemarau, serta menggenjot produktivitas pertanian terutama di kawasan rawan kekeringan.

“Total anggarannya mencapai Rp118 miliar dengan 24 paket pekerjaan pada 2025, termasuk pembangunan delapan embung baru dan rehabilitasi dua embung,” ujarnya dikutip dari laman jatengprov Kamis (13/11).

Jawa Tengah Kebut Bangun 10 Embung Baru, Rp118 Miliar Digelontorkan
Suasana pembangunan embung di Desa Kemurang Wetan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. (katafoto/HO/Diskominfo Jateng)

Henggar merinci kapasitas embung yang dibangun, antara lain:

  • Embung Salam: 10.916,50 m³
  • Embung Selur: 25.693,75 m³
  • Embung Rondo Kuning: 24.292,5 m³
  • Embung Geblok: 6.450 m³
  • Embung Karangjati: 70.875 m³
  • Embung Kemurang Wetan: 12.468 m³
  • Embung Tegalwulung: 10.747 m³
  • Embung Plosorejo: 25.145 m³

“Kami memastikan seluruh pekerjaan infrastruktur tersebut rampung pada 2025,” tegasnya.

Salah satu pembangunan embung yang sudah berjalan adalah di Desa Kemurang Wetan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes. Progres proyek tersebut mencapai 80 persen. Kepala Desa Kemurang Wetan, Dustam, menyampaikan bahwa kehadiran embung sangat membantu petani bawang merah yang selama ini kesulitan air saat kemarau.

“Kalau musim kemarau biasanya petani kesulitan air. Masa tanam hanya bisa dua kali. Dengan embung ini, kebutuhan air bisa lebih terpenuhi,” tuturnya.

Dia menambahkan, kapasitas tampungan embung tersebut mampu mendukung irigasi untuk lebih dari 40 hektare sawah.

Petani setempat, Sukim, mengaku terbantu dengan pembangunan embung. Selama ini, saat kemarau banyak petani terpaksa tidak menanam karena biaya mengambil air dari sungai cukup mahal.

“Kalau kemarau airnya sulit. Kalau ambil dari sungai biayanya besar. Adanya embung ini membuat kami bisa kembali bersemangat menanam,” ungkapnya.

Menurutnya, embung menjadi solusi nyata bagi petani setempat dalam menghadapi kekeringan.

Baca Juga

Dua Anak Harimau Sumatera Lahir dari Kisah Cinta Sinta dan Kyai Batua

Lampung - Dua anak Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae)...

UIN Jakarta Jadi Pelopor Dokter Spesialis Kandungan di Kampus Islam Negeri

Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar, menerima audiensi Dekan...

Ford dan Geely Dikabarkan Berkolaborasi Besar untuk Mobil Listrik Eropa

Ford Motor Company dikabarkan tengah menjajaki kerja sama strategis...

Keamanan Desa Diperketat, Lumajang Siapkan Pemasangan CCTV di 825 Dusun

Jakarta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang mempercepat pemasangan kamera...

5G Bukan Sekedar Cepat, tapi Ericsson Sebut Indonesia Punya Potensi Ini

Jakarta - Ericsson menegaskan bahwa percepatan implementasi 5G merupakan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini