28 C
Jakarta
Senin, Juni 15, 2026
BerandaKATA EKBISEKONOMI dan KINERJAJakarta Tebar Peluang Investasi Rp271 Triliun, Investor Asing Mulai Melirik

Jakarta Tebar Peluang Investasi Rp271 Triliun, Investor Asing Mulai Melirik

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan puluhan proyek strategis untuk ditawarkan kepada investor dalam ajang Jakarta Investment Festival (JIF) 2026. Total nilai investasi yang ditawarkan mencapai sekitar Rp271,3 triliun dan mencakup berbagai sektor usaha.

Kepala Unit Pengelola Jakarta Investment Center (JIC) pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta, Ezrin Kartika, mengatakan bahwa arah investasi global saat ini mengalami perubahan akibat dinamika geopolitik yang berkembang. Meski demikian, Jakarta dinilai tetap memiliki daya tarik bagi investor.

“Para investor ini mengubah prioritas investasinya di mana mereka lebih mengutamakan ketahanan, kepastian, dan keberlanjutan melalui mitra-mitra yang terpercaya,” kata Ezrin dalam konferensi pers Jakarta Investment Festival 2026 yang digelar secara daring, Selasa (9/6).

Menurut dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan berbagai keunggulan untuk menjawab kebutuhan tersebut, mulai dari dukungan pemerintah yang kuat hingga kemudahan layanan investasi.

“Untuk merespons hal itu Jakarta menawarkan berbagai keunggulan investasi dari pemerintah yang tangguh, fasilitas investasi yang dari awal sampai dengan akhir, lalu Zero Abundant Commitment,” tambahnya.

Dalam ajang JIF 2026, Jakarta menawarkan sekitar 40 proyek investasi yang berasal dari BUMD dan BLUD dengan nilai mencapai US$6,9 miliar atau setara Rp114 triliun. Selain itu, terdapat pula peluang investasi di sejumlah kawasan tematik dengan nilai sekitar US$9,5 miliar atau setara Rp157,3 triliun.

Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Muda DPMPTSP DKI Jakarta, Fransisca Hicca, menjelaskan bahwa total nilai peluang investasi yang dipromosikan dalam festival tersebut mencapai US$16,3 miliar.

“Jadi total investasi yang ditawarkan potensi-potensinya di JIF 2026 itu sekitar Rp271,3 triliun atau setara US$16,3 miliar,” ujar Fransisca.

Sejumlah proyek yang ditawarkan berasal dari berbagai badan usaha milik daerah dan perusahaan daerah, di antaranya Jakarta Asset Management Center (JAMC), PT MRT Jakarta, PT MITJ, PT Pembangunan Jaya Ancol, dan Jakarta Propertindo (Jakpro).

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) menilai Jakarta masih menjadi destinasi investasi yang menjanjikan dalam beberapa tahun ke depan. Kondisi ekonomi yang relatif stabil dan pertumbuhan yang positif menjadi faktor utama yang mendukung optimisme tersebut.

Ekonom Ahli Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta, Sakti Arif Wicaksono, memaparkan sejumlah indikator ekonomi yang dapat menjadi pertimbangan investor. Salah satunya adalah tingkat inflasi Jakarta yang tercatat sebesar 2,49 persen secara tahunan pada Mei 2026, masih berada dalam rentang sasaran yang aman.

Selain itu, perekonomian Jakarta tumbuh sebesar 5,59 persen pada kuartal I 2026, menunjukkan aktivitas ekonomi yang terus berkembang.

“Jadi tentunya beberapa perkembangan makroekonomi Jakarta ini bisa menjadi salah satu potensi untuk bagaimana investasi dari luar negeri maupun dari dalam negeri bisa terus berlanjut ya di tahun 2026 dan tentunya di tahun 2027,” kata Sakti.

Ia menambahkan, keberhasilan Bank Indonesia bersama pemerintah dalam menjaga stabilitas harga telah membantu menjaga inflasi tetap terkendali. Kondisi tersebut dinilai berkontribusi terhadap terpeliharanya daya beli masyarakat.

“Artinya ini bisa menjadi salah satu peluang bahwa kita bisa menjaga daya beli masyarakat Jakarta ini tetap tumbuh tinggi ke depannya,” ujarnya.

Di sisi lain, Sakti menilai keberlanjutan sejumlah proyek multiyears di Jakarta menjadi sinyal bahwa aktivitas investasi di ibu kota masih berjalan aktif. Kondisi tersebut juga membuka peluang bagi investor untuk masuk ke proyek-proyek baru.

“Upaya untuk mengurangi birokrasi, kemudian juga komitmen untuk mengurangi hambatan-hambatan dari investasi di Jakarta ini juga cukup terus berlanjut dan tentunya ini ke depannya akan menjadi salah satu poin bahwa Jakarta bisa lebih prospektif ya ke depannya bagi calon-calon investor yang untuk masuk ke Jakarta,” jelasnya.

Baca Juga

BPJS Kesehatan Tegaskan Tak Ada Kenaikan Iuran JKN, Simak Rinciannya

Jakarta - BPJS Kesehatan menegaskan bahwa tarif iuran Program...

Indonesia Kini Punya Paralympic Training Center Bertaraf Internasional

Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan Indonesia...

Dewan Pers Siapkan Usulan di RUU Hak Cipta, Karya Jurnalistik Harus Dilindungi

Jakarta - Dewan Pers menggelar forum dengar pendapat untuk...

KPK Sebut 28 Persen Penerimaan Murid Baru Masih Diwarnai Pungli

Jakarta - Masa penerimaan murid baru selalu menjadi periode...

Angka Kematian Jemaah Jadi Sorotan, Aturan Haji 2027 Bakal Lebih Ketat

Malang - Kementerian Haji dan Umrah berencana memperketat persyaratan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini