26.5 C
Jakarta
Jumat, Agustus 7, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALBGN Siapkan 1.700 Dapur MBG di Wilayah Stunting, Operasi Dimulai Bertahap

BGN Siapkan 1.700 Dapur MBG di Wilayah Stunting, Operasi Dimulai Bertahap

Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan sebanyak 1.700 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di wilayah dengan tingkat stunting tinggi dan sangat tinggi telah siap untuk mulai beroperasi.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan kesiapan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta pemerintah memprioritaskan daerah dengan angka stunting tinggi. Selain itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga difokuskan bagi kelompok penerima manfaat ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau kelompok 3B.

“Dari pemadanan data tadi ada sekitar 1.700 dapur yang sudah siap, sudah jadi, tinggal operasional dan berada di daerah dengan stunting tinggi dan sangat tinggi. Ini akan kami selesaikan secara bertahap,” kata Sudaryono, dikutip dari YouTube, Kamis (6/8).

Sudaryono juga meluruskan informasi yang beredar mengenai pembukaan 13.000 dapur MBG. Menurutnya, angka tersebut bukan berarti seluruh dapur akan langsung beroperasi dalam waktu dekat.

Ia menjelaskan, jumlah 13.000 merupakan total lokasi dapur yang telah masuk dalam basis data BGN dengan berbagai tahapan kesiapan. Sebagian masih berupa titik rencana pembangunan, sementara sebagian lainnya telah berdiri sebagai SPPG.

“Jadi, sempat ramai ada pernyataan seolah-olah kami segera membuka 13.000 dapur. Bukan. Dalam data kami sudah ada sekitar 13.000 lebih dapur. Statusnya beragam, ada titik baru dan ada juga yang sudah selesai berdiri sebagai SPPG,” ujarnya.

Untuk menentukan daerah prioritas, BGN melakukan pemadanan data bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan sejumlah kementerian serta lembaga yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG.

Menurut Sudaryono, Kemenkes memiliki data keluarga berdasarkan nama dan alamat. Informasi tersebut kemudian dipadukan dengan data kesiapan dapur MBG sehingga pemerintah dapat menentukan wilayah yang paling membutuhkan layanan gizi.

“Data tersebut kemudian kami petakan dan dipadankan dengan data dapur yang sudah siap. Insyaallah, pekan depan kami akan mulai merilis secara bertahap dapur yang sudah siap,” katanya.

Ia menambahkan, mulai pekan depan BGN akan menetapkan daerah-daerah yang menjadi prioritas pembangunan maupun pengoperasian SPPG. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.

Sejumlah wilayah yang masuk dalam daftar prioritas meliputi Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nias, Sumatera Utara, hingga kawasan terpencil di Kepulauan Maluku Utara dan Maluku.

“Daerah Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nias, Sumatera Utara, serta daerah-daerah yang jauh di Kepulauan Maluku Utara dan Maluku. Wilayah-wilayah tersebut jauh dan sangat membutuhkan,” tuturnya.

Baca Juga

Pacu Bithek Lumajang Jadi Magnet Wisata dan Penggerak Ekonomi Lumajang

Lumajang - Suara tepuk tangan menggema di tepian Ranu...

BPS Catat Kemiskinan Indonesia Turun, 430 Ribu Warga Keluar dari Garis Miskin

Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat kemiskinan...

Makan Bergizi Gratis Dievaluasi, Menkes dan BGN Gandeng Ahli Gizi hingga Chef

Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin bertemu...

Pengembang Serahkan Aset Rp2,27 Triliun ke Pemprov DKI, Begini Pemanfaatannya

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerima penyerahan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini