Subaru mengumumkan penarikan kembali (recall) terhadap sejumlah SUV Forester dan Forester Hybrid model tahun 2026 di Amerika Serikat. Langkah tersebut dilakukan setelah ditemukan potensi masalah pada komponen sunroof yang dapat menyebabkan panel kaca terlepas dari kendaraan saat digunakan.
Dalam laporan yang disampaikan kepada Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (NHTSA), Subaru menyebutkan bahwa sebanyak 69.663 unit Forester masuk dalam cakupan recall. Dari jumlah tersebut, sekitar 2,9 persen kendaraan diperkirakan mengalami cacat yang berkaitan dengan pemasangan sunroof.
Berdasarkan dokumen penarikan, masalah muncul pada rakitan sunroof di mana panel kaca kemungkinan tidak merekat dengan sempurna pada rangka gesernya. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan daya rekat melemah seiring waktu.
Jika dibiarkan, panel kaca yang tidak terpasang dengan baik dapat terlepas sepenuhnya saat kendaraan melaju, sehingga berisiko membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Dilansir dari laman car and drive, dokumen NHTSA menjelaskan bahwa persoalan tersebut bukan disebabkan oleh kualitas primer maupun bahan perekat yang digunakan, melainkan pada proses aplikasinya selama produksi.
Sejauh ini, Subaru telah menerima tiga laporan teknis terkait masalah sunroof tersebut di Amerika Serikat. Meski demikian, perusahaan menyatakan belum ada laporan kecelakaan maupun korban cedera yang dikaitkan dengan cacat tersebut.
Sebagai langkah perbaikan, Subaru akan meminta pemilik kendaraan yang terdampak untuk membawa mobil mereka ke dealer resmi. Teknisi nantinya akan melakukan pemeriksaan terhadap panel sunroof guna memastikan kekuatan daya rekatnya.
Apabila ditemukan masalah, panel kaca akan diganti dengan komponen baru yang telah dipastikan memiliki kualitas perekat sesuai standar.
Subaru mulai menginformasikan program recall ini kepada jaringan dealer pada akhir Mei 2026. Sementara itu, pemberitahuan resmi kepada para pemilik kendaraan yang terdampak dijadwalkan mulai dikirim pada 24 Juli 2026.

