Jakarta – Teater Koma kembali menghadirkan lakon legendaris “Rumah Sakit Jiwa” karya N. Riantiarno setelah 35 tahun sejak pertama kali dipentaskan pada 1991. Pementasan yang menggunakan naskah asli tersebut kembali hadir dengan pesan yang dinilai masih relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
Sutradara Rangga Riantiarno mengatakan, pementasan ulang “Rumah Sakit Jiwa” memperlihatkan bagaimana perubahan zaman dapat memengaruhi kondisi psikologis manusia. Menurutnya, persoalan yang diangkat dalam lakon ini justru semakin dekat dengan realitas kehidupan saat ini sehingga layak kembali disuguhkan kepada publik.
Sebanyak 115 pemain terlibat dalam produksi kali ini. Dari jumlah tersebut, hanya enam orang yang pernah bermain dalam pementasan perdana pada 1991, sementara sisanya merupakan pendatang baru. Untuk mendalami karakter, seluruh pemain menjalani observasi ke rumah sakit jiwa maupun panti perawatan bagi penyandang gangguan kejiwaan sebagai bekal membangun interpretasi tokoh yang mereka perankan.
Selain penguatan karakter, Teater Koma juga memberikan perhatian besar pada aspek visual setiap tokoh. Perancang busana Samuel Wattimena dan Rima Ananda merancang kostum yang tidak hanya menggambarkan profesi masing-masing karakter, tetapi juga mempertegas kepribadian, kondisi psikologis, serta perkembangan cerita yang ditampilkan di atas panggung.
Lakon “Rumah Sakit Jiwa” mengisahkan Rogusta, seorang dokter muda yang mulai bertugas di sebuah rumah sakit jiwa di bawah kepemimpinan Profesor Sidarita. Dengan keyakinan bahwa pendekatan yang humanis dan penuh persahabatan dapat membantu proses penyembuhan pasien, Rogusta memperkenalkan metode baru yang perlahan membawa perubahan di lingkungan rumah sakit.
Namun, upaya tersebut justru memunculkan pertentangan. Sistem yang telah lama mengakar serta pihak-pihak yang merasa kepentingannya terganggu menjadi penghalang bagi perubahan yang ingin diwujudkan Rogusta.
Melalui cerita tersebut, Teater Koma mengajak penonton merenungkan perjuangan seseorang dalam mengubah sistem yang sudah mapan. Lakon ini juga menghadirkan pertanyaan reflektif, apakah dunia saat ini perlahan berubah menjadi sebuah “rumah sakit jiwa”.
Pementasan didukung tim kreatif lintas disiplin yang menangani tata artistik, tata cahaya, tata suara, multimedia, kostum, hingga musik. Komposisi musik garapan Fero A. Stefanus dirancang mengikuti dinamika emosi di setiap adegan sehingga memperkuat pengalaman dramatik bagi penonton.
Lakon “Rumah Sakit Jiwa” merupakan karya N. Riantiarno yang dipentaskan Teater Koma bekerja sama dengan Bakti Budaya Djarum Foundation. Pertunjukan berlangsung pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Para pelakon Teater Koma tampil dalam pementasan Rumah Sakit Jiwa setelah 35 tahun sejak pertama kali dipentaskan pada 1991 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (29/07/2026) (katafoto/Fery Pradolo)
Para pelakon Teater Koma tampil dalam pementasan Rumah Sakit Jiwa setelah 35 tahun sejak pertama kali dipentaskan pada 1991 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (29/07/2026) (katafoto/Fery Pradolo)
Para pelakon Teater Koma tampil dalam pementasan Rumah Sakit Jiwa setelah 35 tahun sejak pertama kali dipentaskan pada 1991 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (29/07/2026) (katafoto/Fery Pradolo)
Para pelakon Teater Koma tampil dalam pementasan Rumah Sakit Jiwa setelah 35 tahun sejak pertama kali dipentaskan pada 1991 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (29/07/2026) (katafoto/Fery Pradolo)
Para pelakon Teater Koma tampil dalam pementasan Rumah Sakit Jiwa setelah 35 tahun sejak pertama kali dipentaskan pada 1991 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (29/07/2026) (katafoto/Fery Pradolo)
Para pelakon Teater Koma tampil dalam pementasan Rumah Sakit Jiwa setelah 35 tahun sejak pertama kali dipentaskan pada 1991 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (29/07/2026) (katafoto/Fery Pradolo)
Para pelakon Teater Koma tampil dalam pementasan Rumah Sakit Jiwa setelah 35 tahun sejak pertama kali dipentaskan pada 1991 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (29/07/2026) (katafoto/Fery Pradolo)
Para pelakon Teater Koma tampil dalam pementasan Rumah Sakit Jiwa setelah 35 tahun sejak pertama kali dipentaskan pada 1991 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (29/07/2026) (katafoto/Fery Pradolo)
Para pelakon Teater Koma tampil dalam pementasan Rumah Sakit Jiwa setelah 35 tahun sejak pertama kali dipentaskan pada 1991 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (29/07/2026) (katafoto/Fery Pradolo)
Para pelakon Teater Koma tampil dalam pementasan Rumah Sakit Jiwa setelah 35 tahun sejak pertama kali dipentaskan pada 1991 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (29/07/2026) (katafoto/Fery Pradolo)
Para pelakon Teater Koma tampil dalam pementasan Rumah Sakit Jiwa setelah 35 tahun sejak pertama kali dipentaskan pada 1991 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (29/07/2026) (katafoto/Fery Pradolo)
Para pelakon Teater Koma tampil dalam pementasan Rumah Sakit Jiwa setelah 35 tahun sejak pertama kali dipentaskan pada 1991 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (29/07/2026) (katafoto/Fery Pradolo)
Para pelakon Teater Koma tampil dalam pementasan Rumah Sakit Jiwa setelah 35 tahun sejak pertama kali dipentaskan pada 1991 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (29/07/2026) (katafoto/Fery Pradolo)