32.1 C
Jakarta
Rabu, September 9, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALMisteri Hilangnya 5 Jurnalis di Selat Sunda, Tim SAR Perluas Pencarian Hari...

Misteri Hilangnya 5 Jurnalis di Selat Sunda, Tim SAR Perluas Pencarian Hari Kedua

Banten – Operasi pencarian rombongan speedboat yang hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau memasuki hari kedua pada Rabu (9/9). Tim SAR gabungan mengerahkan lima kapal untuk menyisir perairan Selat Sunda dengan cakupan area pencarian mencapai sekitar 271 nautical mile (NM).

Sebanyak delapan orang masih dalam pencarian. Mereka terdiri atas lima jurnalis, seorang kapten kapal, satu anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu atau guide.

Kelima jurnalis tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis freelance.

Sementara itu, dua awak speedboat masing-masing bernama Warta sebagai kapten dan Sukarman sebagai ABK. Adapun Heriyanto merupakan pemandu yang ikut dalam perjalanan tersebut.

Dalam operasi hari kedua, Tim SAR mengerahkan KN SAR Tetuka, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, KAL Anyer, serta KP Sanjaya 7016 milik Polairud Mabes Polri. Kelima armada tersebut ditugaskan menyisir sektor yang telah ditentukan.

Berdasarkan rencana operasi SAR (SARMEP), wilayah pencarian dibagi menjadi beberapa sektor dengan total cakupan sekitar 271 NM. KN SAR Tetuka dan KAL Anyer menyisir sektor masing-masing, sedangkan RIB 02 Banten diarahkan melakukan pencarian di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang.

Berangkat dari Carita untuk Liputan Gunung Anak Krakatau

Rombongan diketahui berangkat dari kawasan Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk menjalankan tugas peliputan aktivitas vulkanik.

Sebelum komunikasi terputus, salah satu anggota rombongan sempat membagikan lokasi terakhir sekitar pukul 14.42 WIB. Setelah itu, komunikasi dengan rombongan tidak lagi dapat dilakukan.

Pencarian pada hari pertama telah dilakukan di sejumlah titik perairan, termasuk kawasan sekitar Pulau Krakatau dan Pulau Panjang. Namun, tim belum menemukan keberadaan rombongan maupun speedboat yang mereka gunakan.

Pada hari kedua, kondisi cuaca dinilai cukup mendukung kegiatan pencarian. Prakiraan cuaca menunjukkan kondisi cenderung berawan dengan angin dari arah selatan menuju utara sekitar 14 knot. Tinggi gelombang diperkirakan berada pada kisaran 0,4 hingga 1 meter.

Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, menjelaskan luasnya wilayah pencarian membuat tim harus membagi sektor kepada masing-masing kapal.

“Untuk fokus pencarian kurang lebih 271 nautical mile kalau dijumlahkan secara keseluruhan dari area pencarian,” kata Rizky.

Ia juga meminta masyarakat dan kalangan media turut mendoakan agar seluruh anggota rombongan dapat segera ditemukan.

“Kami mohon doanya dari rekan-rekan media dan masyarakat agar sesegera mungkin tim SAR menemukan korban dalam kondisi selamat,” ujarnya.

Keluarga Masih Menanti Kabar

Sementara itu, keluarga para jurnalis masih menunggu kabar mengenai keberadaan mereka. Lintang, keluarga Ari Basuki, mengatakan Ari sempat meminta izin kepada istrinya sebelum berangkat melakukan peliputan ke kawasan Krakatau.

Menurut Lintang, komunikasi terakhir Ari dengan anaknya berlangsung sekitar pukul 13.43 WIB, tak lama sebelum rombongan bertolak.

“Terakhir ke anaknya jam 13.43. Itu terakhir nanyain ke anak, setelah itu nggak ada sampai sekarang,” kata Lintang.

Lintang mengungkapkan, kondisi kesehatan Ari sempat kurang baik sebelum keberangkatan. Meski demikian, Ari tetap memutuskan menjalankan tugas setelah terlebih dahulu meminta izin kepada keluarganya.

Kini, keluarga hanya bisa berharap operasi pencarian membuahkan hasil dan seluruh rombongan ditemukan dalam keadaan selamat.

“Ya, semoga begitu. Semoga dalam keadaan selamat,” ujar Lintang.

Hingga Rabu pagi, delapan orang tersebut masih berstatus hilang kontak. Tim SAR gabungan terus menyisir perairan Selat Sunda dan akan memperluas pencarian sesuai perkembangan operasi, termasuk dengan mempertimbangkan perkiraan jalur yang kemungkinan dilalui speedboat tersebut.

Baca Juga

BMKG Ungkap Kondisi Terbaru Selat Sunda Usai Gunung Anak Krakatau Erupsi

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan...

Sudaryono Ambil Tindakan Tegas, 1.999 Dapur MBG Ditutup

Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas...

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Bagaimana Nasib Penyeberangan Bakauheni-Merak?

Jakarta - Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, menuju...

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sampai Jakarta, Lakukan Langkah Perlindungan Ini

Jakarta - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta mengingatkan...

Jangan Terjebak Hype, DANA Bongkar Cara Mengubah AI Jadi Mesin Produktivitas

Jakarta - Penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang semakin luas...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini