katafoto, Yogyakarta – Pewarta Foto Indonesia (PFI) Yogyakarta menggelar doa bersama untuk lima jurnalis dan tiga kru speedboat Arupadhatu 1 yang hingga kini masih hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Kelima jurnalis tersebut yakni M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto atau Yudhis dari iNews, Firdaus Wajidi atau Daus dari Anadolu, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.
Ketua PFI Yogyakarta Andreas Fitri berharap seluruh jurnalis dan kru yang berada di dalam speedboat tersebut segera ditemukan dalam keadaan selamat.
PFI Yogyakarta juga menyampaikan dukungan kepada keluarga para korban. Organisasi tersebut turut mengapresiasi kerja tim gabungan, Basarnas, dan relawan yang masih melakukan pencarian hingga hari keempat.
Pencarian dilakukan dengan menyisir wilayah perairan dan sejumlah pulau kecil di sekitar kawasan Krakatau.
Doa bersama untuk para jurnalis dan kru speedboat Arupadhatu 1 juga digelar PFI di sejumlah daerah lain, termasuk Malang dan Surabaya.
Jadi Pengingat Pentingnya Keselamatan Jurnalis
Anggota PFI Yogyakarta Becky Subekhi mengatakan peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi para jurnalis mengenai pentingnya memperhatikan aspek keselamatan ketika melakukan peliputan di wilayah bencana.
Menurutnya, tugas jurnalistik di lokasi bencana memiliki risiko yang tinggi sehingga keselamatan harus menjadi bagian penting dalam setiap proses peliputan.
Sementara itu, Dwi Oblo mengenang Ari Basuki sebagai sosok jurnalis berpengalaman yang telah dikenalnya selama lebih dari dua dekade.
Oblo menyebut Ari memiliki perhatian besar terhadap aspek mitigasi risiko, terutama ketika menjalankan tugas jurnalistik di kawasan yang memiliki potensi bahaya.
Ia berharap proses pencarian segera membuahkan hasil dan seluruh rombongan dapat ditemukan dalam kondisi selamat.
Oblo juga membuka kemungkinan rombongan tersebut terdampar di salah satu pulau kecil di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Dengan harapan tersebut, ia berharap kelima jurnalis dan tiga kru speedboat Arupadhatu 1 dapat segera ditemukan sehingga bisa kembali berkumpul dengan keluarga serta rekan-rekan mereka.

