<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>UGM - Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/ugm/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/ugm/</link>
	<description>Buka Mata Tangkap Momen</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Feb 2026 03:16:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>UGM - Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/ugm/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BRIN Temukan 51 Spesies Baru, KOBI Satukan Data Keanekaragaman Hayati</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/02/16/brin-temukan-51-spesies-baru-kobi-satukan-data-keanekaragaman-hayati/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/02/16/brin-temukan-51-spesies-baru-kobi-satukan-data-keanekaragaman-hayati/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2026 03:16:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Biodiversitas Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Biodiversitas Laut]]></category>
		<category><![CDATA[BRIN]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Biodiversitas]]></category>
		<category><![CDATA[Keanekaragaman Hayati]]></category>
		<category><![CDATA[KOBI]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[PRBE]]></category>
		<category><![CDATA[Riset Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Spesies Baru 2025]]></category>
		<category><![CDATA[UGM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=15239</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Sepanjang 2025, peneliti dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencatat keberhasilan mengidentifikasi 51 spesies baru. Temuan tersebut meliputi 32 fauna, 16 flora, serta tiga mikroba. Dari jumlah itu, 49 spesies ditemukan di Indonesia, sementara satu mikroalga berasal dari Kaledonia Baru dan satu krustasea dari Vietnam. Sebagian [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/02/16/brin-temukan-51-spesies-baru-kobi-satukan-data-keanekaragaman-hayati/">BRIN Temukan 51 Spesies Baru, KOBI Satukan Data Keanekaragaman Hayati</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Yogyakarta</b> &#8211; Sepanjang 2025, peneliti dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencatat keberhasilan mengidentifikasi 51 spesies baru. Temuan tersebut meliputi 32 fauna, 16 flora, serta tiga mikroba. Dari jumlah itu, 49 spesies ditemukan di Indonesia, sementara satu mikroalga berasal dari Kaledonia Baru dan satu krustasea dari Vietnam.</p>
<p>Sebagian besar spesies yang ditemukan di Indonesia merupakan organisme endemik yang hanya hidup di habitat tertentu. Hal ini menegaskan arti penting temuan tersebut bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus penguatan konservasi. Capaian ini juga kembali mengukuhkan Indonesia sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati dunia dengan potensi biodiversitas yang belum sepenuhnya terungkap.</p>
<p>Guru Besar Fakultas Biologi UGM sekaligus Ketua Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI), Budi Setiadi Daryono, mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, pengumpulan data primer menjadi fondasi penting dalam eksplorasi lingkungan dan perlindungan ekosistem.</p>
<p>“Nah ini yang membuat kita senang, bahwa penentuan spesies itu sudah semakin presisi, datanya semakin valid dan terverifikasi. Jadi sebagai orang yang berkecimpung di bidang biodiversitas, justru ini yang harus didorong oleh pemerintah melalui kegiatan-kegiatan eksplorasi,” ujarnya dikutip dari laman ugm, Jumat (13/2).</p>
<p>Ia menekankan, karakter endemik pada banyak spesies baru tersebut menjadikannya bernilai strategis dalam agenda konservasi nasional. Pendataan yang berkelanjutan dinilai krusial agar kekayaan hayati tidak hilang sebelum sempat teridentifikasi.</p>
<p>“Bahayanya kalau kita belum bisa mendata sementara ekosistemnya sudah rusak, kita tidak bisa mengetahui apakah spesies tersebut sudah punah atau belum karena kita tidak punya data,” ujarnya.</p>
<p>Dekan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada ini juga menyoroti bahwa kekayaan biodiversitas Indonesia tidak hanya berada di daratan, tetapi dominan di wilayah laut. Dengan luas perairan yang sangat besar, pendataan biodiversitas laut menurutnya perlu menjadi prioritas karena masih minim data dan belum tergarap optimal.</p>
<p>“Biodiversitas di laut adalah emas tersembunyi. Jika data sudah lengkap, harus didorong untuk konservasi berkelanjutan dan melihat potensinya yang ke depan dapat bermanfaat bagi pengembangan industri,” ujarnya.</p>
<p>Di tengah ancaman degradasi lingkungan, temuan 51 spesies baru menjadi kabar positif bagi riset dan pelestarian hayati. Dalam penyusunan Indeks Biodiversitas Indonesia (IBI), Budi menjelaskan setidaknya dibutuhkan delapan indikator utama, seperti sensus populasi, estimasi dan kelengkapan populasi, indeks populasi, biomassa, catch per unit effort, serta indikator pendukung lainnya.</p>
<p>“Data tersebut digunakan untuk melihat status spesies, apakah terancam atau sudah punah. Selain itu, indeks ini juga dapat menunjukkan tren jumlah populasi sehingga dapat diketahui langkah penanganan yang tepat,” tuturnya.</p>
<p>Ia menambahkan, data biodiversitas sebenarnya telah tersebar di berbagai kementerian, lembaga riset, dan perguruan tinggi, namun belum terintegrasi secara menyeluruh. Kehadiran KOBI bertujuan menghimpun serta mengelola data tersebut agar menjadi indeks biodiversitas nasional yang dapat memantau kondisi dan tren keanekaragaman hayati Indonesia.</p>
<p>Dalam rentang 2020–2024, tercatat 16.312 data keanekaragaman hayati berhasil dihimpun, terdiri atas 1.912 famili, 4.606 genus, dan 7.904 spesies. Kolaborasi KOBI bersama UGM dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat basis data nasional.</p>
<p>“Data biodiversitas Indonesia itu sebenarnya sudah ada di berbagai lembaga, tetapi belum terintegrasi. Melalui KOBI bersama UGM, kita mencoba menghimpun dan mengelola data tersebut agar bisa menjadi indeks biodiversitas nasional,” ucapnya.</p>
<p>Budi berharap dukungan pemerintah terhadap eksplorasi dan pendataan, terutama di wilayah yang masih minim informasi seperti kawasan laut, dapat terus ditingkatkan.</p>
<p>“Kita berharap data-data biodiversitas yang sudah ada terus dilengkapi, baik melalui data sekunder maupun data primer dari hasil eksplorasi. Negara perlu mensupport para ilmuwan dan pemerhati lingkungan agar kekayaan hayati Indonesia dapat terungkap dan tetap terjaga,” pungkas Budi.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/02/16/brin-temukan-51-spesies-baru-kobi-satukan-data-keanekaragaman-hayati/">BRIN Temukan 51 Spesies Baru, KOBI Satukan Data Keanekaragaman Hayati</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/02/16/brin-temukan-51-spesies-baru-kobi-satukan-data-keanekaragaman-hayati/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lingkar Perut Jadi Penentu Risiko Penyakit, Ini Penjelasan Pakar Gizi UGM</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/12/18/lingkar-perut-jadi-penentu-risiko-penyakit-ini-penjelasan-pakar-gizi-ugm/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/12/18/lingkar-perut-jadi-penentu-risiko-penyakit-ini-penjelasan-pakar-gizi-ugm/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2025 00:00:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[gizi]]></category>
		<category><![CDATA[IMT]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[obesitas sentral]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Jantung]]></category>
		<category><![CDATA[perut buncit]]></category>
		<category><![CDATA[sindrom metabolik]]></category>
		<category><![CDATA[UGM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=14325</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Proses pertumbuhan dan perkembangan manusia, status gizi menjadi indikator penting untuk menilai kondisi kesehatan secara menyeluruh. Dari berbagai kategori status gizi, obesitas termasuk kondisi yang paling berisiko karena tidak sekadar mencerminkan kelebihan berat badan, tetapi juga berkaitan erat dengan munculnya beragam penyakit serius. Pakar Gizi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Mirza Hapsari Sakti [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/12/18/lingkar-perut-jadi-penentu-risiko-penyakit-ini-penjelasan-pakar-gizi-ugm/">Lingkar Perut Jadi Penentu Risiko Penyakit, Ini Penjelasan Pakar Gizi UGM</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Yogyakarta</b> &#8211; Proses pertumbuhan dan perkembangan manusia, status gizi menjadi indikator penting untuk menilai kondisi kesehatan secara menyeluruh. Dari berbagai kategori status gizi, obesitas termasuk kondisi yang paling berisiko karena tidak sekadar mencerminkan kelebihan berat badan, tetapi juga berkaitan erat dengan munculnya beragam penyakit serius.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pakar Gizi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, S.Gz., Dietisien, MPH, menjelaskan bahwa obesitas tidak selalu memiliki karakter yang sama pada setiap individu. Risiko kesehatan justru sangat dipengaruhi oleh pola penumpukan lemak dalam tubuh, salah satunya ketika lemak menumpuk di area perut atau yang dikenal sebagai obesitas sentral.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurut Mirza, pemahaman mengenai obesitas sentral perlu diawali dengan mengenal konsep status gizi. Penilaian status gizi umumnya menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), yakni perbandingan antara berat badan dan tinggi badan. Berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), status gizi dibagi menjadi kurus, normal, kelebihan berat badan (overweight), hingga obesitas. Namun, IMT hanya menggambarkan jumlah lemak tubuh secara keseluruhan, bukan lokasi penumpukannya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Jika mengacu standar WHO, IMT normal berada pada kisaran 18 sampai 23, overweight 23 sampai 25, dan di atas 25 sudah masuk obesitas. Risiko paling tinggi terjadi ketika IMT mencapai angka di atas 30,” ujar Mirza dikutip dari laman ugm,<span class="Apple-converted-space">  </span>Rabu (17/12).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Perbedaan lokasi penumpukan lemak inilah yang membedakan obesitas sentral dengan jenis obesitas lainnya. Oleh karena itu, pengukuran obesitas sentral tidak cukup hanya mengandalkan IMT. Lingkar perut menjadi indikator penting, terutama jika melebihi 90 sentimeter. Pada perempuan, pengaruh hormon estrogen membuat lemak cenderung tersebar ke berbagai area tubuh seperti lengan, paha, pinggul, dada, dan perut. Sebaliknya, pada laki-laki, ketiadaan estrogen membuat lemak lebih mudah menumpuk di bagian perut sehingga obesitas sentral lebih sering terjadi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berkaitan erat dengan sindrom metabolik, yakni kumpulan gangguan metabolisme akibat penumpukan lemak di perut. Sindrom ini ditandai dengan peningkatan kadar gula darah, tekanan darah tinggi, serta gangguan profil kolesterol. Jika berlangsung dalam jangka panjang, risiko penyakit tidak menular seperti diabetes melitus, penyakit jantung koroner, dan hipertensi akan meningkat.<br />
“Ketika kondisi biokimia dalam darah sudah terganggu, berbagai penyakit tidak menular bisa muncul dan pada akhirnya meningkatkan risiko kematian,” jelasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Secara alami, obesitas sentral lebih sering muncul pada usia di atas 40 tahun akibat perubahan hormonal. Faktor hormon berperan besar dalam penumpukan lemak, terutama pada perempuan. Meski demikian, obesitas sentral juga dapat muncul lebih dini akibat pola hidup yang tidak sehat sejak usia muda. Kurangnya aktivitas fisik serta pola makan tinggi gula, garam, dan lemak menjadi pemicu utama. Asupan berlebih ini akan disimpan tubuh sebagai lemak dan berdampak pada perubahan metabolisme.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dalam upaya mengatasi obesitas, Mirza menekankan bahwa perubahan pola pikir menjadi langkah awal yang sangat penting sebelum menjalani diet. Penurunan berat badan harus dipahami sebagai proses jangka panjang yang membutuhkan konsistensi. Setelah itu, pola makan perlu disesuaikan dengan usia dan kebutuhan tubuh, dengan membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak serta meningkatkan asupan buah dan sayur.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Mindset yang harus dibangun adalah menjadikan ini sebagai titik balik untuk berubah. Tanpa itu, sebaik apa pun programnya tidak akan berjalan,” tegas Mirza.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia menambahkan, pada usia muda, metabolisme yang masih optimal memungkinkan penurunan berat badan berlangsung lebih cepat ketika pola makan dan aktivitas fisik diperbaiki. Namun, memasuki usia di atas 40 tahun, metabolisme cenderung melambat sehingga dibutuhkan strategi tambahan seperti pengaturan waktu makan atau intermittent fasting (IF). Meski demikian, setiap metode harus disesuaikan dengan kondisi individu dan sebaiknya dilakukan dengan pendampingan tenaga kesehatan profesional.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/12/18/lingkar-perut-jadi-penentu-risiko-penyakit-ini-penjelasan-pakar-gizi-ugm/">Lingkar Perut Jadi Penentu Risiko Penyakit, Ini Penjelasan Pakar Gizi UGM</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/12/18/lingkar-perut-jadi-penentu-risiko-penyakit-ini-penjelasan-pakar-gizi-ugm/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tembus 4,2 Juta, Dokter UGM Ungkap Cara Sederhana Cegah Alzheimer</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/11/29/tembus-42-juta-dokter-ugm-ungkap-cara-sederhana-cegah-alzheimer/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/11/29/tembus-42-juta-dokter-ugm-ungkap-cara-sederhana-cegah-alzheimer/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2025 03:58:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Aktivitas Fisik]]></category>
		<category><![CDATA[Alzheimer]]></category>
		<category><![CDATA[Demensia]]></category>
		<category><![CDATA[Geriatri]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan mental]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Otak]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan Alzheimer]]></category>
		<category><![CDATA[UGM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=13929</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Jumlah penderita Alzheimer di Indonesia terus bertambah seiring meningkatnya populasi lanjut usia. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan lebih dari 4,2 juta warga mengalami penyakit tersebut, menjadikannya salah satu tantangan terbesar dalam menghadapi masyarakat yang semakin menua. Alzheimer merupakan kondisi yang muncul akibat menurunnya fungsi otak sehingga memengaruhi kemampuan mengingat, perilaku, serta proses berpikir. Dokter [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/11/29/tembus-42-juta-dokter-ugm-ungkap-cara-sederhana-cegah-alzheimer/">Tembus 4,2 Juta, Dokter UGM Ungkap Cara Sederhana Cegah Alzheimer</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Yogyakarta</b> &#8211; Jumlah penderita Alzheimer di Indonesia terus bertambah seiring meningkatnya populasi lanjut usia. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan lebih dari 4,2 juta warga mengalami penyakit tersebut, menjadikannya salah satu tantangan terbesar dalam menghadapi masyarakat yang semakin menua. Alzheimer merupakan kondisi yang muncul akibat menurunnya fungsi otak sehingga memengaruhi kemampuan mengingat, perilaku, serta proses berpikir.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dokter geriatri UGM, DR. dr. Probosuseno menjelaskan bahwa Alzheimer adalah penyakit degeneratif yang terjadi saat jaringan otak dan jalur penghantar sinyal saraf mengalami kerusakan, sehingga kinerja otak melambat. Ia memaparkan 15 faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengembangkan Alzheimer: diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, obesitas, paparan polusi, kebiasaan merokok, depresi, tingkat pendidikan rendah, gangguan pendengaran dan penglihatan, kurang berolahraga, minim interaksi sosial, riwayat cedera kepala, kurang paparan sinar matahari, serta jarang melakukan aktivitas luar ruang. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Faktor ini tidak menjamin seseorang pasti terkena Alzheimer, tapi dapat memperbesar risiko demensia,” ujarnya dilansir dari laman ugm Selasa (25/11).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurutnya, aktivitas fisik adalah langkah paling sederhana dan terbukti mampu menunda munculnya Alzheimer. Latihan tidak harus berat—berjalan kaki 30 menit sehari pun sudah memberikan manfaat besar. Target langkah dapat disesuaikan dengan usia: 3.000–5.000 langkah bagi lansia dan 5.000–7.000 langkah untuk kelompok usia muda. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Tidak perlu sekaligus 30 menit. Bisa dicicil, misalnya 10 menit pagi dan 7 menit sore, asal totalnya setengah jam per hari,” tambahnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Probo juga merekomendasikan waktu terbaik untuk bergerak adalah pukul 07.00–10.00, karena paparan sinar matahari pagi membantu menyeimbangkan hormon suasana hati dan meningkatkan kualitas tidur. Bagi lansia dengan keterbatasan gerak, aktivitas dapat disesuaikan, seperti senam otak, latihan otot ringan, atau gerakan tubuh sederhana. “Yang penting tubuh tetap aktif. Kurang bergerak justru mempercepat risiko demensia,” pesannya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia turut memperkenalkan metode “MAS OK” sebagai pedoman pencegahan Alzheimer sejak usia muda.</span></p>
<ul class="ul1">
<li class="li2"><b></b><span class="s1">M (Mother of Learning): membiasakan membaca, mendengar, menulis, dan menjelaskan ulang untuk merangsang kerja otak.<br />
</span></li>
<li class="li2"><b></b><span class="s1">A (Agama): menjalankan aktivitas spiritual, berdoa, dan sujud untuk menenangkan serta menstabilkan pikiran.<br />
</span></li>
<li class="li2"><b></b><span class="s1">S (Seni dan Sosial): aktif dalam kegiatan seni dan interaksi sosial guna menjaga kesehatan mental.<br />
</span></li>
</ul>
<p class="p1"><span class="s1">Selain itu, ia menyederhanakan gaya hidup sehat melalui rumus “OK”, yang meliputi: minum obat rutin bagi penderita penyakit kronis, melakukan kontrol kesehatan, membawa identitas lansia, menjaga interaksi sosial, dan berolahraga secara teratur. “Intinya, penanganan demensia Alzheimer sangat bergantung pada penyebabnya, karena cara pencegahannya beragam,” tutup dr. Probo.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/11/29/tembus-42-juta-dokter-ugm-ungkap-cara-sederhana-cegah-alzheimer/">Tembus 4,2 Juta, Dokter UGM Ungkap Cara Sederhana Cegah Alzheimer</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/11/29/tembus-42-juta-dokter-ugm-ungkap-cara-sederhana-cegah-alzheimer/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terobosan UGM, Game Kata Kita Ubah Terapi Wicara Jadi Petualangan Digital Seru</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/11/08/terobosan-ugm-game-kata-kita-ubah-terapi-wicara-jadi-petualangan-digital-seru/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/11/08/terobosan-ugm-game-kata-kita-ubah-terapi-wicara-jadi-petualangan-digital-seru/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Nov 2025 04:13:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[TEKNEWS]]></category>
		<category><![CDATA[Audio Sensory]]></category>
		<category><![CDATA[Augmented Reality]]></category>
		<category><![CDATA[Cerebral Palsy]]></category>
		<category><![CDATA[Game Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UGM]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Inklusif]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Untuk Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Terapi Wicara]]></category>
		<category><![CDATA[UGM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=13567</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Melihat tantangan yang dihadapi anak-anak penyandang Cerebral Palsy (CP), khususnya dalam hal keterlambatan berbicara, sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan inovasi digital yang inspiratif. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM), mereka menciptakan permainan edukatif berbasis teknologi bernama “Kata Kita”, yang dirancang untuk membantu anak CP melatih kemampuan bicara secara menyenangkan. Game [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/11/08/terobosan-ugm-game-kata-kita-ubah-terapi-wicara-jadi-petualangan-digital-seru/">Terobosan UGM, Game Kata Kita Ubah Terapi Wicara Jadi Petualangan Digital Seru</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Yogyakarta</b> &#8211; Melihat tantangan yang dihadapi anak-anak penyandang Cerebral Palsy (CP), khususnya dalam hal keterlambatan berbicara, sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan inovasi digital yang inspiratif. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM), mereka menciptakan permainan edukatif berbasis teknologi bernama “Kata Kita”, yang dirancang untuk membantu anak CP melatih kemampuan bicara secara menyenangkan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Game ini menggabungkan teknologi Augmented Reality (AR) dan audio sensory untuk melatih oromotor serta memperkaya kosakata anak. Dengan pendekatan interaktif dan visual yang menarik, “Kata Kita” diharapkan menjadi alat bantu komprehensif dalam terapi wicara bagi anak berkebutuhan khusus.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tim pengembang PKM-PM Kata Kita terdiri dari Muhammad Zufar Syaafi’ dan Muhammad Haidar Syaafi’ (Teknologi Informasi 2023), Nabila Sabna Haqi (Bahasa dan Sastra Indonesia 2023), serta Keisha Tiara Ramadhania dan Nenden Kalma Syafiyah Afiyatani (Psikologi 2023).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kami ingin menghadirkan solusi inovatif berbasis game-based learning dengan memadukan teknologi audio sensory dan augmented reality. Harapannya, anak-anak bisa belajar berbicara dengan cara yang menyenangkan,” ujar Nabila Sabna Haqi, salah satu anggota tim, Kamis (11/11).</span></p>
<figure id="attachment_13568" aria-describedby="caption-attachment-13568" style="width: 1005px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-13568" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/Screen-Shot-2025-11-08-at-11.05.45.jpg" alt="Terobosan UGM, Game Kata Kita Ubah Terapi Wicara Jadi Petualangan Digital Seru" width="1005" height="555" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/Screen-Shot-2025-11-08-at-11.05.45.jpg 1005w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/Screen-Shot-2025-11-08-at-11.05.45-300x166.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/Screen-Shot-2025-11-08-at-11.05.45-768x424.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/Screen-Shot-2025-11-08-at-11.05.45-150x83.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/Screen-Shot-2025-11-08-at-11.05.45-696x384.jpg 696w" sizes="(max-width: 1005px) 100vw, 1005px" /><figcaption id="caption-attachment-13568" class="wp-caption-text">Permainan edukatif berbasis teknologi bernama “Kata Kita”, game yang menggabungkan teknologi Augmented Reality (AR) dan audio sensory untuk melatih oromotor serta memperkaya kosakata anak. (katafoto/HO/Tim PKM UGM)</figcaption></figure>
<p class="p1"><span class="s1">Dilansir dari laman ugm, game “Kata Kita” dilengkapi beberapa tingkatan permainan yang disesuaikan dengan kemampuan anak. Semakin tinggi levelnya, semakin banyak kosakata yang dipelajari dan diucapkan. Tak hanya itu, game ini juga menampilkan petualangan AR 3D bertema hewan yang membuat proses belajar semakin interaktif.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Fitur pengenalan suara di dalam permainan memberikan umpan balik langsung terhadap pelafalan anak, memungkinkan sesi latihan bersama orang tua menjadi lebih seru dan efektif. Karena bersifat digital dan inklusif, game ini juga bisa digunakan di sekolah inklusi, komunitas disabilitas, hingga pusat terapi wicara.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menariknya, “Kata Kita” juga terintegrasi dengan website pemantauan yang dapat diakses oleh orang tua atau pendamping.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Melalui sistem ini, orang tua bisa memantau perkembangan anak secara real-time dan mendapatkan laporan perkembangan berbasis teknologi AI,” tambah Nabila.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pengembangan game dilakukan bekerja sama dengan Wahana Keluarga Cerebral Palsy (WKCP) Yogyakarta, komunitas yang berfokus mendampingi anak-anak CP dan keluarganya. Kolaborasi ini memastikan inovasi yang dikembangkan benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan.</span></p>
<figure id="attachment_13569" aria-describedby="caption-attachment-13569" style="width: 1069px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-13569" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/Screen-Shot-2025-11-08-at-11.05.48.jpg" alt="Terobosan UGM, Game Kata Kita Ubah Terapi Wicara Jadi Petualangan Digital Seru" width="1069" height="713" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/Screen-Shot-2025-11-08-at-11.05.48.jpg 1069w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/Screen-Shot-2025-11-08-at-11.05.48-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/Screen-Shot-2025-11-08-at-11.05.48-1024x683.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/Screen-Shot-2025-11-08-at-11.05.48-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/Screen-Shot-2025-11-08-at-11.05.48-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/Screen-Shot-2025-11-08-at-11.05.48-696x464.jpg 696w" sizes="(max-width: 1069px) 100vw, 1069px" /><figcaption id="caption-attachment-13569" class="wp-caption-text">Tim pengembang Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) menciptakan permainan edukatif berbasis teknologi bernama “Kata Kita” saat foto bersama. (katafoto/HO/Tim PKM UGM)</figcaption></figure>
<p class="p1"><span class="s1">Sebelum diluncurkan, game “Kata Kita” telah diuji coba bersama sejumlah anak cerebral palsy di WKCP Jogja. Hasilnya menunjukkan perubahan positif, terutama pada anak dengan tingkat speech delay ringan hingga sedang.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Ada anak yang sebelumnya tidak bisa melafalkan huruf ‘k’, kini sudah bisa mengucapkannya dengan benar,” jelas Nabila.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Melalui “Kata Kita”, tim PKM-PM UGM berharap dapat memberikan akses pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kami ingin teknologi ini digunakan lebih luas di sekolah inklusi dan komunitas disabilitas agar bisa membantu pemerataan pendidikan bagi anak-anak di Indonesia,” pungkasnya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/11/08/terobosan-ugm-game-kata-kita-ubah-terapi-wicara-jadi-petualangan-digital-seru/">Terobosan UGM, Game Kata Kita Ubah Terapi Wicara Jadi Petualangan Digital Seru</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/11/08/terobosan-ugm-game-kata-kita-ubah-terapi-wicara-jadi-petualangan-digital-seru/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa UGM Ciptakan Obat Luka Diabetes dari Eceng Gondok dan Mikroalga</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/10/28/mahasiswa-ugm-ciptakan-obat-luka-diabetes-dari-eceng-gondok-dan-mikroalga/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/10/28/mahasiswa-ugm-ciptakan-obat-luka-diabetes-dari-eceng-gondok-dan-mikroalga/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2025 00:52:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes Melitus]]></category>
		<category><![CDATA[Eceng Gondok]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Mikroalga]]></category>
		<category><![CDATA[Riset UGM]]></category>
		<category><![CDATA[Scaffold Hidrogel]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Medis]]></category>
		<category><![CDATA[UGM]]></category>
		<category><![CDATA[Ulkus Diabetikum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=13333</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Kasus Diabetes Melitus (DM) terus meningkat di Indonesia dan kini menyerang berbagai kelompok usia. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran lantaran berisiko memunculkan komplikasi serius, salah satunya ulkus diabetikum—luka kronis yang dapat berujung pada infeksi parah hingga amputasi bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Berangkat dari permasalahan tersebut, Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/10/28/mahasiswa-ugm-ciptakan-obat-luka-diabetes-dari-eceng-gondok-dan-mikroalga/">Mahasiswa UGM Ciptakan Obat Luka Diabetes dari Eceng Gondok dan Mikroalga</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Yogyakarta </b>&#8211; Kasus Diabetes Melitus (DM) terus meningkat di Indonesia dan kini menyerang berbagai kelompok usia. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran lantaran berisiko memunculkan komplikasi serius, salah satunya ulkus diabetikum—luka kronis yang dapat berujung pada infeksi parah hingga amputasi bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Berangkat dari permasalahan tersebut, Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menamakan diri <i>ChloScaf+</i>, mengembangkan scaffold hidrogel berbahan alami dari eceng gondok dan mikroalga. Scaffold hidrogel merupakan biomaterial yang dapat membantu proses regenerasi jaringan pada luka.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Eceng gondok dan mikroalga selama ini dianggap hama perairan, padahal keduanya memiliki potensi besar sebagai bahan alami bernilai ekonomi tinggi, termasuk untuk industri kesehatan,” jelas Pamastadewi Pryankha Hijrianto, mahasiswa Fakultas Biologi UGM sekaligus ketua tim, Kamis (23/10).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tim ChloScaf+ beranggotakan Keanu Saputra Valenka Darmawan (Fakultas Teknologi Pertanian), Gresmawarrenes Jamuss (Fakultas Farmasi), Kamilah Kusuma Maharani (Fakultas Farmasi), dan Lidya Oktaviani (Fakultas Teknik), di bawah bimbingan Tyas Ikhsan Hikmawan,</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pamastadewi menjelaskan, inovasi ini tidak hanya berfokus pada penyembuhan luka, tetapi juga memiliki nilai tambah ekonomi karena memanfaatkan bahan lokal yang ramah lingkungan. Dari hasil penelitian, mereka berhasil membuat scaffold hidrogel berbasis selulosa eceng gondok yang memiliki daya serap tinggi serta dikombinasikan dengan biomassa mikroalga <i>Chlorella vulgaris</i> yang kaya antioksidan dan metabolit sekunder.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kombinasi kedua bahan tersebut dapat mempercepat proses penyembuhan luka ulkus diabetikum secara signifikan,” tutur Gresmawarrenes Jamuss.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selain mempercepat penyembuhan, bahan ini juga memiliki aktivitas antibakteri yang penting untuk mencegah infeksi oleh bakteri patogen seperti <i>Staphylococcus aureus</i>, penyebab utama gangrene dan amputasi pada pasien diabetes.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sementara itu, Lidya Oktaviani menambahkan, proses pembuatan scaffold hidrogel ramah lingkungan dilakukan secara bertahap. Serat kering eceng gondok diolah melalui tahap pembersihan, pemutihan, dan asidifikasi untuk menghasilkan serat selulosa halus. Mikroalga <i>Chlorella vulgaris</i> kemudian dipanen dan dikeringkan menggunakan metode liofilisasi agar menghasilkan biomassa berkualitas tinggi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Setelah proses persiapan bahan, dilakukan formulasi dengan berbagai konsentrasi alga — 0,05%, 0,3%, dan 0,8% — untuk menguji efektivitas dan kualitas produk akhir.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kami tidak berhenti di tahap formulasi saja, pengujian intensif terus kami lakukan agar kualitasnya memenuhi standar medis,” ujar Keanu Saputra Valenka.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Keanu menegaskan, inovasi ini juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia pada bahan kimia impor yang biasa digunakan dalam industri medis.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kami berharap hasil riset ini bisa menjadi dasar pengembangan industri scaffold hidrogel ramah lingkungan di masa depan,” tutupnya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/10/28/mahasiswa-ugm-ciptakan-obat-luka-diabetes-dari-eceng-gondok-dan-mikroalga/">Mahasiswa UGM Ciptakan Obat Luka Diabetes dari Eceng Gondok dan Mikroalga</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/10/28/mahasiswa-ugm-ciptakan-obat-luka-diabetes-dari-eceng-gondok-dan-mikroalga/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cegah Kanker Mulut Sejak Dini, Mahasiswa UGM Ciptakan Teknologi Orside</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/10/10/cegah-kanker-mulut-sejak-dini-mahasiswa-ugm-ciptakan-teknologi-orside/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/10/10/cegah-kanker-mulut-sejak-dini-mahasiswa-ugm-ciptakan-teknologi-orside/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Oct 2025 08:20:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[AI]]></category>
		<category><![CDATA[Alat Medis]]></category>
		<category><![CDATA[Deep Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Fluoresensi]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi Medis]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker Mulut]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mulut]]></category>
		<category><![CDATA[Orside]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi UGM]]></category>
		<category><![CDATA[UGM]]></category>
		<category><![CDATA[UGM Research]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=12983</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Kanker mulut masih menjadi tantangan serius bagi dunia kesehatan di Indonesia. Berdasarkan data tahun 2017, tercatat 5.329 kasus kanker mulut dari total 18.071 kasus kanker di Tanah Air. Angka tersebut menempatkan Indonesia di peringkat keenam di Asia Tenggara. Tingginya kasus ini diperparah oleh fakta bahwa sebagian besar pasien baru diketahui mengidap kanker mulut [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/10/10/cegah-kanker-mulut-sejak-dini-mahasiswa-ugm-ciptakan-teknologi-orside/">Cegah Kanker Mulut Sejak Dini, Mahasiswa UGM Ciptakan Teknologi Orside</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Yogyakarta </b>&#8211; Kanker mulut masih menjadi tantangan serius bagi dunia kesehatan di Indonesia. Berdasarkan data tahun 2017, tercatat 5.329 kasus kanker mulut dari total 18.071 kasus kanker di Tanah Air. Angka tersebut menempatkan Indonesia di peringkat keenam di Asia Tenggara.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tingginya kasus ini diperparah oleh fakta bahwa sebagian besar pasien baru diketahui mengidap kanker mulut ketika sudah memasuki stadium lanjut, karena gejala awalnya kerap tidak disadari. Di sisi lain, metode diagnosis konvensional seperti biopsi sering dianggap menyakitkan, membutuhkan biaya besar, dan memerlukan waktu tunggu hasil yang lama—faktor-faktor yang memperlambat deteksi dini.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menjawab tantangan tersebut, Tim Riset Program Kreativitas Mahasiswa Karya Cipta (PKM-KC) UGM meluncurkan inovasi teknologi revolusioner bernama Orside, yaitu detektor lesi pra-kanker portable berbasis fluoresensi dengan sistem Deep Learning Convolutional Neural Network (CNN). Alat ini dirancang untuk mempercepat proses deteksi dini kanker mulut dengan tingkat akurasi tinggi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ketua Tim Orside, Heironymus Damar Jati Danisworo, menjelaskan bahwa teknologi ini menggabungkan fluoresensi dan kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi lesi pra-kanker secara cepat di titik pelayanan (<i>point-of-care</i>).</span></p>
<figure id="attachment_12984" aria-describedby="caption-attachment-12984" style="width: 1005px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-12984" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/10/Kanker-Mulut1.jpg" alt="Cegah Kanker Mulut Sejak Dini, Mahasiswa UGM Ciptakan Teknologi Orside" width="1005" height="798" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/10/Kanker-Mulut1.jpg 1005w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/10/Kanker-Mulut1-300x238.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/10/Kanker-Mulut1-768x610.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/10/Kanker-Mulut1-150x119.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/10/Kanker-Mulut1-696x553.jpg 696w" sizes="(max-width: 1005px) 100vw, 1005px" /><figcaption id="caption-attachment-12984" class="wp-caption-text">Alat detektor lesi pra-kanker portable berbasis fluoresensi dengan sistem Deep Learning Convolutional Neural Network (CNN), Orside. (katafoto/HO/Tim PKM UGM)</figcaption></figure>
<p class="p1"><span class="s1">“Kami ingin menghadirkan teknologi yang mempercepat deteksi, nyaman digunakan pasien, dan tetap memberikan hasil yang akurat bagi tenaga medis,” ujarnya, Senin (6/10).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Secara teknis, Orside menggunakan cahaya fluoresensi biru untuk membedakan jaringan sehat dan jaringan abnormal di rongga mulut. Citra jaringan yang diambil melalui kamera mini berteknologi Bluetooth akan dianalisis oleh algoritma CNN untuk mengenali pola-pola mikro yang tidak dapat dilihat oleh mata manusia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1"><br />
“Hasil analisis otomatis tersimpan di cloud dan bisa langsung diakses dokter secara real-time, membuat proses pemeriksaan lebih efisien,” tambah Aurelius Galih Arkananta, anggota tim dari Fakultas Teknik UGM.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selain presisi tinggi, perangkat ini juga didesain portable, ergonomis, dan aman digunakan di lapangan. Hikmat Sejati, mahasiswa FMIPA UGM yang merancang sistem antarmuka, memastikan integrasi antara perangkat keras dan lunak berjalan optimal. “Kami menampilkan hasil analisis langsung melalui aplikasi agar mudah digunakan tenaga medis di berbagai kondisi,” tuturnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Untuk menjamin higienitas, Orside juga dilengkapi dengan sistem sterilisasi ultraviolet (UV) pada penutupnya guna mencegah infeksi silang antar pasien. “Prosedur ini jauh lebih aman dibanding metode konvensional. Kami berharap masyarakat semakin sadar pentingnya pemeriksaan mulut secara dini,” jelas Fatimah Islamia dari FKG UGM.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sementara, Tyasa Dwi Bumi, menambahkan bahwa deteksi dini dapat meningkatkan peluang hidup pasien secara signifikan.</span></p>
<figure id="attachment_12985" aria-describedby="caption-attachment-12985" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-12985" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/10/Kanker-Mulut2.jpg" alt="Cegah Kanker Mulut Sejak Dini, Mahasiswa UGM Ciptakan Teknologi Orside" width="1200" height="664" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/10/Kanker-Mulut2.jpg 1200w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/10/Kanker-Mulut2-300x166.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/10/Kanker-Mulut2-1024x567.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/10/Kanker-Mulut2-768x425.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/10/Kanker-Mulut2-150x83.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/10/Kanker-Mulut2-696x385.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/10/Kanker-Mulut2-1068x591.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-12985" class="wp-caption-text">Tim Riset Program Kreativitas Mahasiswa Karya Cipta (PKM-KC) UGM foto bersama pada peluncuran alat detektor lesi pra-kanker portable berbasis fluoresensi dengan sistem Deep Learning Convolutional Neural Network (CNN), Orside di kampus UGM, Yogyakarta. (katafoto/HO/Tim PKM UGM)</figcaption></figure>
<p class="p1"><span class="s1">Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi lima mahasiswa lintas disiplin UGM, yaitu Heironymus Damar Jati Danisworo dan Aurelius Galih Arkananta (FT UGM), Hikmat Sejati (FMIPA UGM), serta Fatimah Islamia dan Tyasa Dwi Bumi (FKG UGM). Mereka dibimbing oleh Dr. drg. Indra Bramanti, Sp.KGA(K), M.Sc. dari Fakultas Kedokteran Gigi UGM.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dosen pembimbing, Indra Bramanti, menilai Orside sebagai bukti nyata sinergi lintas keilmuan di UGM. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Inovasi ini menunjukkan bagaimana integrasi teknik, kedokteran gigi, dan ilmu komputer dapat melahirkan solusi medis aplikatif yang bisa diterapkan di layanan kesehatan primer,” ujarnya. Ia berharap Orside menjadi kontribusi nyata UGM dalam menekan angka kematian akibat kanker mulut dan memperkuat peran universitas dalam menghadirkan teknologi kesehatan inovatif bagi masyarakat.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/10/10/cegah-kanker-mulut-sejak-dini-mahasiswa-ugm-ciptakan-teknologi-orside/">Cegah Kanker Mulut Sejak Dini, Mahasiswa UGM Ciptakan Teknologi Orside</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/10/10/cegah-kanker-mulut-sejak-dini-mahasiswa-ugm-ciptakan-teknologi-orside/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa UGM Temukan Terobosan, Obat Antipsikotik Kini Bisa Lawan Jamur Mematikan</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/10/05/mahasiswa-ugm-temukan-terobosan-obat-antipsikotik-kini-bisa-lawan-jamur-mematikan/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/10/05/mahasiswa-ugm-temukan-terobosan-obat-antipsikotik-kini-bisa-lawan-jamur-mematikan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Oct 2025 08:28:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Anti jamur]]></category>
		<category><![CDATA[Candida Albicans]]></category>
		<category><![CDATA[Drug Repurposing]]></category>
		<category><![CDATA[Infeksi Jamur]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi UGM]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Antipsikotik]]></category>
		<category><![CDATA[Penelitian Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Riset Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[UGM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=12829</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Infeksi jamur invasif kini menjadi ancaman serius bagi kesehatan global. Setiap tahunnya, penyakit ini menyebabkan lebih dari 6,5 juta kematian di seluruh dunia. Salah satu biang utamanya adalah Candida albicans, jenis jamur yang memiliki tingkat kematian mencapai 53,15 persen. Situasi ini semakin mengkhawatirkan karena meningkatnya resistensi terhadap obat antijamur golongan azol, seperti flukonazol, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/10/05/mahasiswa-ugm-temukan-terobosan-obat-antipsikotik-kini-bisa-lawan-jamur-mematikan/">Mahasiswa UGM Temukan Terobosan, Obat Antipsikotik Kini Bisa Lawan Jamur Mematikan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Yogyakarta</b> &#8211; Infeksi jamur invasif kini menjadi ancaman serius bagi kesehatan global. Setiap tahunnya, penyakit ini menyebabkan lebih dari 6,5 juta kematian di seluruh dunia. Salah satu biang utamanya adalah Candida albicans, jenis jamur yang memiliki tingkat kematian mencapai 53,15 persen. Situasi ini semakin mengkhawatirkan karena meningkatnya resistensi terhadap obat antijamur golongan azol, seperti flukonazol, sehingga pilihan terapi semakin terbatas.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menanggapi tantangan tersebut, tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan riset lewat Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Mereka memanfaatkan obat antipsikotik yang sudah beredar sebagai terapi alternatif antijamur melalui pendekatan <i>drug repurposing</i> — yaitu penggunaan kembali obat lama untuk tujuan medis yang baru.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Pilihan pengobatan saat ini sangat terbatas. Jika pasien mengalami resistensi, maka terapi harus menggunakan obat yang jauh lebih mahal dan berisiko tinggi seperti amfoterisin B. Karena itu, kami mencoba pendekatan baru dengan memanfaatkan obat antipsikotik,” jelas Ni Komang Wijayanti Sinta Dewi, anggota tim peneliti, dikutip dari laman UGM pada Jumat (3/10).</span></p>
<figure id="attachment_12831" aria-describedby="caption-attachment-12831" style="width: 1152px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-12831 size-full" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/10/Infeksi-Jamur1.jpg" alt="Mahasiswa UGM Temukan Terobosan, Obat Antipsikotik Kini Bisa Lawan Jamur Mematikan" width="1152" height="768" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/10/Infeksi-Jamur1.jpg 1152w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/10/Infeksi-Jamur1-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/10/Infeksi-Jamur1-1024x683.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/10/Infeksi-Jamur1-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/10/Infeksi-Jamur1-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/10/Infeksi-Jamur1-696x464.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/10/Infeksi-Jamur1-1068x712.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1152px) 100vw, 1152px" /><figcaption id="caption-attachment-12831" class="wp-caption-text">Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan riset lewat Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan memanfaatkan obat antipsikotik yang sudah beredar sebagai terapi alternatif antijamur melalui pendekatan drug repurposing. (katafoto/HO/Tim PKM-UGM)</figcaption></figure>
<p class="p1"><span class="s1">Tim menyeleksi empat jenis obat antipsikotik yang tersedia di Indonesia dan telah masuk dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yakni haloperidol, klorpromazin, flufenazin, dan olanzapine. Obat-obatan ini dinilai lebih terjangkau dan berpotensi menjadi antijamur efektif sekaligus agen kemosensitizer yang dapat meningkatkan kinerja flukonazol terhadap strain jamur yang kebal.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Rangkaian penelitian dilakukan melalui berbagai tahap, mulai dari <i>molecular docking</i> untuk memprediksi interaksi senyawa dengan protein penyebab resistensi, uji difusi padat guna menilai kemampuan obat menghambat pertumbuhan jamur, hingga uji kemosensitisasi untuk melihat efek sinergis antara antipsikotik dan flukonazol. Selain itu, tim juga mengukur MIC90 (Minimum Inhibitory Concentration) guna mengetahui tingkat efektivitas penghambatan terhadap strain <i>Candida albicans</i> yang resisten.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Hasil awal penelitian menunjukkan bahwa obat antipsikotik mampu menghambat mekanisme resistensi jamur sekaligus memperkuat efektivitas flukonazol. Temuan ini membuka peluang hadirnya terapi antijamur baru yang lebih murah, efisien, dan cepat diimplementasikan, tanpa perlu melalui proses panjang pengembangan obat baru.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Melalui pendekatan <i>drug repurposing</i>, kita dapat memanfaatkan obat yang sudah tersedia sehingga lebih efisien dan segera bisa diterapkan. Kami berharap hasil ini bisa menjadi langkah nyata dalam menghadapi meningkatnya kasus resistensi jamur,” tambah Ni Komang.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/10/05/mahasiswa-ugm-temukan-terobosan-obat-antipsikotik-kini-bisa-lawan-jamur-mematikan/">Mahasiswa UGM Temukan Terobosan, Obat Antipsikotik Kini Bisa Lawan Jamur Mematikan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/10/05/mahasiswa-ugm-temukan-terobosan-obat-antipsikotik-kini-bisa-lawan-jamur-mematikan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Megawati Ingatkan Anak Muda: Jaga Biodiversitas Demi Kedaulatan Bangsa</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/10/01/megawati-ingatkan-anak-muda-jaga-biodiversitas-demi-kedaulatan-bangsa/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/10/01/megawati-ingatkan-anak-muda-jaga-biodiversitas-demi-kedaulatan-bangsa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Oct 2025 15:41:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[BRIN]]></category>
		<category><![CDATA[energi terbarukan]]></category>
		<category><![CDATA[hak kekayaan intelektual]]></category>
		<category><![CDATA[HKI biodiversitas]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi UGM]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi riset nasional]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati Soekarnoputri]]></category>
		<category><![CDATA[mitigasi perubahan iklim]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[riset biodiversitas]]></category>
		<category><![CDATA[UGM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=12727</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Indonesia sebagai negara dengan megabiodiversitas memegang peran penting dalam isu keanekaragaman hayati global. Isu ini tidak hanya terkait konservasi, tetapi juga menyangkut ketahanan pangan, kesehatan, ekonomi, hingga budaya masyarakat. Karena itu, riset biodiversitas perlu diarahkan tidak hanya pada aspek pelestarian, melainkan juga pemanfaatan berkelanjutan untuk mendukung sektor pangan, farmasi, energi terbarukan, serta mitigasi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/10/01/megawati-ingatkan-anak-muda-jaga-biodiversitas-demi-kedaulatan-bangsa/">Megawati Ingatkan Anak Muda: Jaga Biodiversitas Demi Kedaulatan Bangsa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Yogyakarta</b> &#8211; Indonesia sebagai negara dengan megabiodiversitas memegang peran penting dalam isu keanekaragaman hayati global. Isu ini tidak hanya terkait konservasi, tetapi juga menyangkut ketahanan pangan, kesehatan, ekonomi, hingga budaya masyarakat. Karena itu, riset biodiversitas perlu diarahkan tidak hanya pada aspek pelestarian, melainkan juga pemanfaatan berkelanjutan untuk mendukung sektor pangan, farmasi, energi terbarukan, serta mitigasi perubahan iklim.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ketua Dewan Pengarah BRIN, Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri, menekankan bahwa penguatan riset harus dibarengi dengan semangat nasionalisme dan kesadaran sejarah. Menurutnya, generasi muda harus berani mengambil peran dalam menjaga lingkungan dan mengelola kekayaan hayati bangsa. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Anak muda harus ingat bahwa negeri ini milik kalian. Gunakan ilmu dan kemampuan untuk menjaga Indonesia agar tetap merdeka, berdaulat, dan abadi,” pesannya dalam workshop “Pengelolaan Biodiversitas dan Penguatan HKI untuk Masa Depan Berkelanjutan: Sinergi UGM–BRIN” di Balai Senat UGM, Rabu (1/10).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Megawati juga menyoroti peran penting perempuan dalam riset dan kebijakan, sejalan dengan kontribusi mereka dalam perjuangan bangsa.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ova Emilia, menegaskan komitmen UGM memperkuat riset biodiversitas tropis melalui kerja sama dengan BRIN, baik dalam riset, konservasi, maupun perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI). “Melalui kolaborasi ini, UGM ingin memperkuat ekosistem riset biodiversitas agar memberikan dampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan,” ujarnya dikutip dari laman ugm. </span></p>
<figure id="attachment_12729" aria-describedby="caption-attachment-12729" style="width: 1157px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-12729" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/10/Megawati-UGM2.jpg" alt="Megawati Ingatkan Anak Muda: Jaga Biodiversitas Demi Kedaulatan Bangsa" width="1157" height="813" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/10/Megawati-UGM2.jpg 1157w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/10/Megawati-UGM2-300x211.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/10/Megawati-UGM2-1024x720.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/10/Megawati-UGM2-768x540.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/10/Megawati-UGM2-150x105.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/10/Megawati-UGM2-696x489.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/10/Megawati-UGM2-1068x750.jpg 1068w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/10/Megawati-UGM2-100x70.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 1157px) 100vw, 1157px" /><figcaption id="caption-attachment-12729" class="wp-caption-text">Ketua Dewan Pengarah BRIN, Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri dan Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ova Emilia foto bersama usai menyaksikan penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) antara BRIN dan UGM tentang pelestarian serta pemanfaatan biodiversitas tropis Balairung Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu (1/10/2025). (katafoto/HO/Firsto)</figcaption></figure>
<p class="p1"><span class="s1">Ova menjelaskan, UGM kini mengembangkan berbagai fasilitas riset unggulan seperti Manajemen Laboratorium Terpadu (MLT), Integrated Genome Factory (IGF), Porok Marine Research Station, Gedung Moeso Suryowinoto Indonesia Biodiversitas Center (MSIBC), hingga Bank Genetik PIAT. Sejumlah inovasi juga tengah dijalankan, mulai dari program Profesi Kurator Keanekaragaman Hayati (PKKH) pertama di Asia Tenggara, pengembangan Indeks Biodiversitas Indonesia (IBI), hingga perlindungan sumber daya genetik melalui Bank Genetik PIAT yang meraih <i>Indonesian Breeder Award</i> 2021.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Hasilnya, pada 2024 UGM berhasil mencatat 28 hak cipta dan 30 paten biodiversitas. Sementara hingga September 2025, telah didaftarkan 11 hak cipta dan 19 paten baru. <i>“Data ini menunjukkan komitmen UGM untuk terus menghasilkan inovasi sekaligus memperkuat perlindungan hukum atas biodiversitas nasional,”</i> kata Ova.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Anggota Dewan Pengarah BRIN, Dr. Bambang Kesowo, menekankan bahwa pengelolaan biodiversitas nasional tidak bisa dilepaskan dari tata kelola HKI yang kuat. Tanpa perlindungan hukum, kekayaan hayati Indonesia rawan dieksploitasi pihak asing. Karena itu, ia mendorong perlunya regulasi komprehensif serta perluasan pendidikan HKI tidak hanya di fakultas hukum, tetapi juga di bidang sains, agrokompleks, dan sosiohumaniora.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kepala BRIN, Dr. Laksana Tri Handoko, menyebut kolaborasi BRIN–UGM menjadi langkah strategis untuk menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri. <i>“Kami melihat UGM sebagai mitra strategis dalam pengembangan riset biodiversitas, terutama untuk menghasilkan inovasi yang bisa dihilirisasikan,”</i> jelasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Workshop ini juga menjadi momentum penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara BRIN dan UGM terkait pelestarian serta pemanfaatan biodiversitas tropis, ditandatangani oleh Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama, Dr. Danang Sri Hadmoko. Selain itu, turut dilakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kedua institusi mengenai pengelolaan HKI sumber daya hayati, ditandatangani oleh Plt. Direktur Pengembangan Usaha UGM, Prof. Sang Kompiang Wirawan.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/10/01/megawati-ingatkan-anak-muda-jaga-biodiversitas-demi-kedaulatan-bangsa/">Megawati Ingatkan Anak Muda: Jaga Biodiversitas Demi Kedaulatan Bangsa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/10/01/megawati-ingatkan-anak-muda-jaga-biodiversitas-demi-kedaulatan-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UGM Serukan Moral Bangsa dan Desak Pemerintah Ambil Langkah Nyata</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/08/31/ugm-serukan-moral-bangsa-dan-desak-pemerintah-ambil-langkah-nyata/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/08/31/ugm-serukan-moral-bangsa-dan-desak-pemerintah-ambil-langkah-nyata/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2025 07:48:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Massa]]></category>
		<category><![CDATA[Demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Damai]]></category>
		<category><![CDATA[Keadilan sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Moral Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor UGM]]></category>
		<category><![CDATA[Seruan Moral]]></category>
		<category><![CDATA[UGM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=12140</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Universitas Gadjah Mada (UGM) menyampaikan seruan moral di tengah meningkatnya eskalasi aksi massa di berbagai daerah. Pernyataan tersebut dibacakan langsung oleh Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, di Balairung UGM, Minggu (31/8), sebagai wujud kepedulian sivitas akademika terhadap kondisi bangsa yang dinilai semakin memprihatinkan. Dalam kesempatan itu, Ova mengungkapkan duka mendalam atas jatuhnya korban [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/08/31/ugm-serukan-moral-bangsa-dan-desak-pemerintah-ambil-langkah-nyata/">UGM Serukan Moral Bangsa dan Desak Pemerintah Ambil Langkah Nyata</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Yogyakarta</b> &#8211; Universitas Gadjah Mada (UGM) menyampaikan seruan moral di tengah meningkatnya eskalasi aksi massa di berbagai daerah. Pernyataan tersebut dibacakan langsung oleh Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, di Balairung UGM, Minggu (31/8), sebagai wujud kepedulian sivitas akademika terhadap kondisi bangsa yang dinilai semakin memprihatinkan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dalam kesempatan itu, Ova mengungkapkan duka mendalam atas jatuhnya korban jiwa maupun luka-luka dalam gelombang demonstrasi beberapa hari terakhir. Ia menegaskan perlunya menghentikan segala bentuk kekerasan dan tindakan anarkis demi menjaga nilai kemanusiaan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“UGM sepenuhnya mendukung gerakan damai dan nonkekerasan. Jalan damai membuka ruang dialog konstruktif, sementara kekerasan hanya memperpanjang luka sosial. Tuntutan masyarakat harus dijawab dengan kebijakan yang menyentuh langsung kepentingan rakyat, mulai dari penegakan hukum, pemulihan ekonomi, hingga peningkatan kesejahteraan,” tegasnya.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1"><b>Kritik terhadap Kebijakan Pemerintah dan DPR</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dalam seruannya, UGM juga meminta pemerintah dan DPR mengevaluasi, bahkan membatalkan kebijakan yang dianggap tidak adil, memperlebar kesenjangan sosial, dan mengancam demokrasi. Rektor menilai, keputusan yang hanya menguntungkan elit politik dan oligarki berpotensi merusak keberlanjutan kehidupan berbangsa.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Pemerintah dan DPR harus segera membatalkan kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat dan berpotensi menggerus demokrasi,” ujarnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kepada mahasiswa, khususnya UGM, Ova berpesan agar tetap aktif mengawal kondisi bangsa secara konstruktif. Ia mengingatkan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan keadilan, tetapi tetap menjaga keselamatan diri.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Mahasiswa UGM harus menunjukkan kepedulian terhadap bangsa dengan cara yang kritis namun tetap berhati-hati,” imbuhnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Seruan moral itu juga ditujukan bagi aparat hukum agar lebih responsif dan akuntabel. Menurutnya, langkah cepat, adil, dan manusiawi sangat penting untuk meredam konflik sosial sekaligus mencegah jatuhnya korban baru.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kami mengimbau aparat negara mendengarkan aspirasi rakyat secara saksama agar tidak ada lagi korban dan ketertiban masyarakat segera pulih,” tutur Ova.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1"><b>Arie Sujito: Perubahan Hanya Bisa dengan Cara Damai</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Usai pembacaan seruan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, menegaskan bahwa perubahan tidak bisa ditempuh lewat kekerasan. Menurutnya, langkah represif justru memperburuk ketegangan dan memperlebar jurang ketidakpercayaan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Demonstrasi besar jangan terjebak dalam kekerasan, karena itu hanya akan melahirkan korban dan merugikan rakyat. Pemerintah harus hadir dengan solusi nyata, bukan sekadar retorika,” ujarnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Arie menilai meningkatnya eskalasi massa dipicu akumulasi masalah struktural, mulai dari beban ekonomi, pengangguran, hingga kebijakan anggaran yang kontroversial. Ia menegaskan, suara kritis masyarakat harus dianggap sebagai masukan, bukan ancaman.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Mari hentikan kekerasan, tapi sikap kritis dan aksi damai tetap perlu disuarakan agar pemerintah segera melakukan perbaikan,” pungkasnya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/08/31/ugm-serukan-moral-bangsa-dan-desak-pemerintah-ambil-langkah-nyata/">UGM Serukan Moral Bangsa dan Desak Pemerintah Ambil Langkah Nyata</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/08/31/ugm-serukan-moral-bangsa-dan-desak-pemerintah-ambil-langkah-nyata/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Guncang Dunia Medis, UGM Punya Senjata TBScreen.AI untuk Lawan TBC</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/08/10/guncang-dunia-medis-ugm-punya-senjata-tbscreen-ai-untuk-lawan-tbc/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/08/10/guncang-dunia-medis-ugm-punya-senjata-tbscreen-ai-untuk-lawan-tbc/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Aug 2025 13:20:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[TEKNEWS]]></category>
		<category><![CDATA[Artificial Intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[Deteksi TBC]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan digital]]></category>
		<category><![CDATA[TBC Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[TBScreen.AI]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Medis]]></category>
		<category><![CDATA[Tuberkulosis]]></category>
		<category><![CDATA[UGM]]></category>
		<category><![CDATA[WHO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=11598</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam mengatasi penyakit Tuberkulosis (TBC), yang pada 2024 diperkirakan menyebabkan 125 ribu kematian. Menanggapi kondisi ini, tim peneliti Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika (DIKE) Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dipimpin oleh Wahyono, mengembangkan TBScreen.AI, aplikasi skrining TBC berbasis kecerdasan buatan pertama di Indonesia. Aplikasi ini dapat [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/08/10/guncang-dunia-medis-ugm-punya-senjata-tbscreen-ai-untuk-lawan-tbc/">Guncang Dunia Medis, UGM Punya Senjata TBScreen.AI untuk Lawan TBC</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Yogyakarta</b> &#8211; Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam mengatasi penyakit Tuberkulosis (TBC), yang pada 2024 diperkirakan menyebabkan 125 ribu kematian. Menanggapi kondisi ini, tim peneliti Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika (DIKE) Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dipimpin oleh Wahyono, mengembangkan TBScreen.AI, aplikasi skrining TBC berbasis kecerdasan buatan pertama di Indonesia. Aplikasi ini dapat diakses melalui tautan <a href="http://tbscreen.ai/"><span class="s2">http://tbscreen.ai</span></a>.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Wahyono menjelaskan, inovasi ini selaras dengan strategi pemerintah dalam memberantas TBC, salah satunya dengan memanfaatkan hasil riset dan teknologi, termasuk <i>computer-aided diagnosis</i> (CAD) berbasis <i>artificial intelligence</i> (AI). “Penggunaan teknologi ini diharapkan dapat membantu proses skrining. Bahkan WHO merekomendasikan CAD sebagai alat bantu membaca hasil rontgen dada,” ungkapnya di kampus UGM, Jumat (8/8).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Aplikasi ini dirancang agar dapat digunakan baik oleh tenaga kesehatan maupun masyarakat umum. Pengguna hanya perlu mengunggah foto rontgen dada, dan sistem akan secara otomatis menganalisis serta menampilkan persentase kemungkinan terindikasi TBC. Namun, Wahyono menegaskan, hasil ini bukan diagnosis akhir dan tetap memerlukan konfirmasi dokter.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Melansir dari laman ugm, pengembangan TBScreen.AI merupakan bagian dari proyek riset yang didanai program KONEKSI, inisiatif <i>Department of Foreign Affairs and Trade</i> (DFAT) Australia. Proyek ini dipimpin oleh Antonia Morita I. Saktiawati dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM, dengan Wahyono sebagai Koordinator Tim AI. Kolaborasi juga melibatkan University of Melbourne, Monash University Indonesia, Universitas Sebelas Maret, Pusat Rehabilitasi YAKKUM, SAPDA, serta YPKMP.</span></p>
<figure id="attachment_11600" aria-describedby="caption-attachment-11600" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-11600" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/08/TBscreenAI2.jpg" alt="Guncang Dunia Medis, UGM Punya Senjata TBScreen.AI untuk Lawan TBC" width="1200" height="752" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/08/TBscreenAI2.jpg 1200w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/08/TBscreenAI2-300x188.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/08/TBscreenAI2-1024x642.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/08/TBscreenAI2-768x481.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/08/TBscreenAI2-150x94.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/08/TBscreenAI2-696x436.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/08/TBscreenAI2-1068x669.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-11600" class="wp-caption-text">TBScreen.AI, aplikasi skrining TBC berbasis kecerdasan buatan pertama di Indonesia. (katafoto/HO/Tim Peneliti UGM)</figcaption></figure>
<p class="p1"><span class="s1">Menurut Wahyono, perancangan aplikasi dimulai dengan mengumpulkan data dari RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Data tersebut divalidasi oleh Tim Klinis yang dipimpin dr. Antonia Morita I. Saktiawati dan Tim Radiologi yang diketuai Prof. Lina Choridah, Sp.Rad(K). Setelah validasi, tim membangun model AI menggunakan <i>Digital Image Processing</i>, <i>Computer Vision</i>, dan <i>Machine Learning</i>.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Model AI dilatih dengan dataset yang dibagi menjadi data <i>training</i> dan <i>validation</i>. Saat ini, tingkat validitasnya mencapai sekitar 64% dari 936 data rontgen yang dianalisis, dan tim masih menunggu tambahan data dari RSUD Mimika untuk meningkatkan akurasi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Fitur utama aplikasi ini adalah skrining otomatis foto rontgen dada, menghasilkan nilai probabilitas terindikasi TBC antara 0–100%. Akses penuh diberikan kepada tenaga kesehatan, sementara masyarakat umum dapat menggunakannya dengan fitur terbatas. Aplikasi ini juga memiliki fungsi pengumpulan dataset tambahan guna memperkaya variasi data dan meningkatkan performa AI.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">TBScreen.AI yang dirilis secara terbatas telah melakukan sosialisasi di Balkesmas Klaten (2 Agustus) dan RSUD Mimika (7 Agustus 2025), yang menjadi proyek percontohan. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Rilis terbatas ini bertujuan untuk mengumpulkan masukan dari tenaga kesehatan di dua lokasi tersebut sebelum peluncuran skala nasional yang direncanakan akhir tahun ini,” jelas Wahyono.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Hadirnya TBScreen.AI diharapkan dapat mempercepat deteksi TBC, khususnya di wilayah terpencil atau fasilitas kesehatan yang kekurangan tenaga dokter. </span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/08/10/guncang-dunia-medis-ugm-punya-senjata-tbscreen-ai-untuk-lawan-tbc/">Guncang Dunia Medis, UGM Punya Senjata TBScreen.AI untuk Lawan TBC</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/08/10/guncang-dunia-medis-ugm-punya-senjata-tbscreen-ai-untuk-lawan-tbc/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
