27 C
Jakarta
Minggu, Maret 15, 2026
BerandaKATA BERITAMEGAPOLITANWaspada! BPBD Keluarkan Peringatan Dini Tanah Longsor di Jakarta

Waspada! BPBD Keluarkan Peringatan Dini Tanah Longsor di Jakarta

Jakarta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengumumkan prakiraan wilayah yang berpotensi mengalami tanah longsor di DKI Jakarta. Informasi ini disampaikan menyusul peningkatan curah hujan yang signifikan dalam beberapa hari terakhir.

BPBD mengimbau para lurah, camat, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gerakan tanah, terutama selama Januari 2025 ketika intensitas hujan diperkirakan berada di atas normal.

Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), beberapa wilayah di Jakarta teridentifikasi memiliki potensi tanah longsor. Data ini diperoleh dari analisis peta zona kerentanan gerakan tanah yang dipadukan dengan peta prakiraan curah hujan bulanan dari BMKG.

Wilayah-wilayah tersebut masuk dalam Zona Menengah hingga Tinggi untuk risiko tanah longsor. Pada Zona Menengah, gerakan tanah berpotensi terjadi jika curah hujan meningkat, khususnya di area yang dekat dengan lembah sungai, tebing jalan, atau gawir. Sementara itu, di Zona Tinggi, tanah yang sebelumnya stabil dapat kembali mengalami pergerakan.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengajak para camat dan lurah bersama masyarakat untuk aktif memantau kondisi wilayah, terutama yang berada dekat aliran sungai, tebing, atau lereng.

“Petugas TRC BPBD di setiap kelurahan bersama lurah dan camat akan memantau kondisi wilayah, terutama jika terdapat situasi yang membutuhkan penanganan segera,” jelas Isnawa dikutip dalam laman berita jakarta pada Selasa (14/1).

BPBD juga mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah-langkah pencegahan, seperti menanam pohon di area rawan longsor yang minim vegetasi. Langkah lainnya meliputi pemasangan bronjong dan turap secara mandiri di area yang berpotensi mengalami pergerakan tanah. “Masyarakat bisa melakukan tindakan ini secara swadaya atau kolektif untuk meminimalkan risiko jika terjadi hujan lebat,” tambah Isnawa.

Menurut Isnawa, pihaknya telah memetakan lokasi rawan longsor dan berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk pelaksanaan teknis di lapangan. “Penanganan bencana harus dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan berbagai pihak,” ujarnya.

Adapun wilayah-wilayah di DKI Jakarta yang masuk dalam Zona Menengah hingga Tinggi potensi tanah longsor berdasarkan data PVMBG meliputi:

  1. Jakarta Pusat: Kecamatan Menteng.
  2. Jakarta Selatan: Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, Pesanggrahan, dan Tebet.
  3. Jakarta Timur: Kecamatan Cakung, Cipayung, Ciracas, Duren Sawit, Jatinegara, Kramatjati, Makasar, Matraman, Pasar Rebo, dan Pulo Gadung.
  4. Jakarta Barat: Kecamatan Kembangan.

Baca Juga

Sambut Kepulangan PMI, KP2MI Siapkan Petugas di Bandara hingga Perbatasan

Jakarta - Menjelang arus mudik Lebaran, Kementerian Pelindungan Pekerja...

Penduduk Indonesia Tembus 288 Juta Jiwa, Jawa Barat Jadi Provinsi Terbanyak

Jakarta - Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Kependudukan...

Berkah Ramadan, Lippo Malls Ajak 3.000 Anak Yatim Ngabuburit Asyik

Jakarta - Lippo Malls Indonesia (LMI) menghadirkan program bertema...

BYD Siapkan Posko Mudik dan Dealer Siaga untuk Pengguna Kendaraan Listrik

Jakarta - Berdasarkan data wholesales Gaikindo, pada tahun 2024...

DBS Foundation Kucurkan Hibah Rp65 Miliar untuk Social Enterprise di Asia

Jakarta - Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini