26.6 C
Jakarta
Selasa, Maret 10, 2026
BerandaKATA TEKNOTEKNEWSSatelit Nusantara Lima Resmi Mengorbit, Internet Cepat Jangkau Timur Indonesia

Satelit Nusantara Lima Resmi Mengorbit, Internet Cepat Jangkau Timur Indonesia

Jakarta – Indonesia resmi memasuki era baru dengan suksesnya peluncuran Satelit Nusantara Lima (N5) pada 10 September 2025 dari Cape Canaveral, Amerika Serikat. Satelit ini diterbangkan menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, pada Jumat (12/9) menegaskan bahwa keberadaan N5 sepenuhnya ditujukan untuk kepentingan masyarakat.

“Satelit Nusantara Lima adalah jembatan yang menghubungkan Indonesia tanpa batas. Internet cepat bukan sekadar teknologi, tapi tentang pemerataan kesempatan. Anak-anak di Maluku dan Papua bisa belajar dengan akses yang sama seperti di Jakarta, pasien di pulau kecil dapat berkonsultasi dengan dokter terbaik, hingga UMKM kita mampu bersaing di dunia digital. Inilah arti sesungguhnya dari pemerataan digital,” ujar Meutya dikutip dalam keterangan tertulis.

Ia menambahkan, peluncuran N5 sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang sejak awal menekankan pentingnya kedaulatan teknologi. Transformasi digital, menurutnya, merupakan program strategis agar manfaat pembangunan dapat dirasakan merata oleh seluruh rakyat Indonesia.

Dengan kapasitas 160 Gbps, Satelit Nusantara Lima menjadi satelit komunikasi terbesar di Asia Tenggara. Satelit ini menempati slot orbit strategis 113° Bujur Timur atau golden spot yang mampu mencakup seluruh wilayah Indonesia, sekaligus memperkuat konektivitas di kawasan timur.

Keberadaan N5 diproyeksikan membuka peluang lebih luas bagi pendidikan jarak jauh, layanan kesehatan digital, pengembangan UMKM berbasis daring, hingga akses hiburan dan informasi bagi masyarakat di daerah terpencil yang selama ini sulit dijangkau.

Untuk mengakses Satelit Nusantara Lima, terdapat delapan stasiun bumi (gateway) yang memperkuat kontrol, kapasitas, dan jalur komunikasi satelit di Banda Aceh, Bengkulu, Cikarang, Gresik, Banjarmasin, Tarakan, Kupang, dan Makassar.

N5 dikelola oleh PT Satelit Nusantara Lima (SNL), anak usaha PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), melalui kolaborasi global dengan Boeing Satellite Systems, Hughes Network Systems, dan SpaceX. Pemerintah melalui Komdigi memastikan pengelolaan orbit dilakukan sesuai regulasi, sekaligus menjaga kedaulatan nasional.

Peluncuran ini menjadi tonggak baru dalam sejarah satelit Indonesia, setelah Palapa A1 (1976), Nusantara Satu (2019), dan SATRIA-1 (2023). Dengan hadirnya N5, Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pengelola teknologi satelit yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat serta memperkuat posisi bangsa sebagai pusat konektivitas digital di Asia Pasifik.

Baca Juga

Kajian Ungkap Dampak Tarif Resiprokal AS terhadap Ekonomi Indonesia

Jakarta - Kebijakan tarif resiprokal atau Agreement on Reciprocal...

Mengejutkan, Ternyata 206 Lapangan Padel di Jakarta Kena Sanksi Administratif

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjatuhkan sanksi...

Renovasi Rumah Jelang Lebaran? Tren Lantai 2026 Ini Bikin Hunian Makin Hangat

Lantai berperan penting dalam membangun kesan bersih, luas, dan...

Jawa Tengah Siap Sambut 17 Juta Lebih Pemudik, Ribuan Personel Disiagakan

Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan kesiapan untuk...

PLN Group Tunjukkan Taring di Malaysia, Proyek Kereta Listrik Rampung Lebih Awal

Jakarta - Subholding PT PLN Nusantara Power (PLN NP)...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini