Bekasi – Memperingati Hari Disabilitas Internasional, PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) menyelenggarakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang melibatkan penyandang disabilitas. Kegiatan tersebut berlangsung di fasilitas produksi Hyundai di Kabupaten Bekasi, bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Bekasi serta menghadirkan siswa dan pendamping dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Wijayakusumah.
Program ini tidak sekadar menjadi agenda kunjungan industri, tetapi dirancang sebagai ruang interaksi yang inklusif, hangat, dan setara. Para peserta diajak mengenal lebih dekat lingkungan pabrik Hyundai, menyaksikan langsung proses perakitan kendaraan berteknologi tinggi, sekaligus merasakan bahwa industri manufaktur modern terbuka bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas.
President Director PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, Hyunchul Bang, menegaskan bahwa peringatan Hari Disabilitas Internasional sejalan dengan visi global Hyundai, Progress for Humanity. Menurutnya, kemajuan yang sesungguhnya hanya dapat terwujud ketika setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa inklusivitas merupakan nilai utama di Hyundai, baik dalam keterlibatan kami dengan masyarakat maupun di lingkungan kerja. Pabrik Hyundai bukan hanya tempat memproduksi kendaraan, tetapi juga ruang yang menghargai dan merangkul keberagaman,” ujar Hyunchul Bang.
Hingga 2025, Hyundai tercatat telah mempekerjakan sedikitnya 19 penyandang disabilitas yang mengisi beragam peran, mulai dari lini produksi, perakitan, perawatan fasilitas, hingga posisi manajerial. Dalam kunjungan ke area produksi, peserta diperkenalkan dengan ekosistem kerja Hyundai yang mengutamakan aspek keselamatan, pemanfaatan teknologi, dan kolaborasi tim. Perusahaan juga secara terbuka menunjukkan keterlibatan karyawan penyandang disabilitas yang bekerja secara profesional dan aktif dalam proses manufaktur, sebagai wujud nyata penerapan prinsip inklusivitas.
Selain tur pabrik, rangkaian kegiatan turut diisi dengan sesi kreatif melukis tas kanvas. Melalui aktivitas ini, para peserta menyalurkan ide, harapan, dan imajinasi dalam bentuk karya seni. Kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa setiap individu memiliki keunikan serta potensi yang patut dihargai dan dapat berkontribusi sesuai dengan caranya masing-masing.
Kolaborasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Bekasi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program ini, sekaligus mencerminkan sinergi antara sektor industri dan pemerintah daerah dalam mendorong terciptanya masyarakat yang lebih inklusif dan setara.

