24 C
Jakarta
Jumat, Januari 23, 2026
BerandaKATA EKBISEKONOMI dan KINERJAMengintip Arah Dunia dari WEF Davos 2026, Indonesia Perlu Bersiap

Mengintip Arah Dunia dari WEF Davos 2026, Indonesia Perlu Bersiap

Percakapan global dalam beberapa waktu terakhir semakin berfokus pada dua isu utama: penerapan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) secara bertanggung jawab dan agenda pembangunan berkelanjutan. Dalam kerangka inilah, sorotan internasional kembali mengarah ke Davos, Swiss, lokasi penyelenggaraan World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026. Sejak pertama kali digelar pada 1971, forum ini secara konsisten mempertemukan para pemimpin pemerintahan, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat sipil untuk menyelaraskan perspektif dan membaca arah dinamika global. Bagi negara berkembang dengan pertumbuhan ekonomi digital yang pesat seperti Indonesia, agenda WEF Davos menjadi semakin relevan. Lalu, poin apa saja yang patut dicermati dari WEF Davos 2026?

WEF Davos 2026 yang berlangsung pada 19–23 Januari mengangkat tema besar “A Spirit of Dialogue”. Tema ini diterjemahkan ke dalam lima pertanyaan strategis, mencakup penguatan kerja sama global di tengah fragmentasi geopolitik, pencarian sumber pertumbuhan baru, investasi pada pengembangan manusia, pemanfaatan inovasi secara bertanggung jawab, serta pembangunan kemakmuran yang berkelanjutan. Rangkaian diskusi menegaskan pentingnya tata kelola yang solid, kolaborasi lintas sektor, dan pemanfaatan teknologi yang aman serta tepercaya sebagai fondasi masa depan ekonomi global.

AI, Talenta Digital, dan Tata Kelola Inovasi

Topik kecerdasan buatan, keamanan siber, dan tata kelola teknologi digital menjadi bahasan utama, tidak hanya dari sisi kemajuan inovasi, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat dan sistem ekonomi. Isu ini tercermin dalam salah satu tema kunci WEF Davos 2026, yakni “How can we deploy innovation at scale and responsibly?”.

Bagi Indonesia, diskursus tersebut memiliki relevansi tinggi. Hingga 2025, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat tingkat adopsi AI di Indonesia baru mencapai 27,34 persen. Di sisi lain, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperkirakan kebutuhan talenta digital mencapai sekitar 600.000 orang per tahun guna memenuhi target 9 juta talenta digital pada 2030. Dalam upaya mewujudkan Visi Indonesia Digital 2045, pengembangan teknologi yang aman, inklusif, dan berorientasi pada manusia menjadi kunci.

Menjaga Pertumbuhan Selaras dengan Keberlanjutan

Selain isu ekonomi dan teknologi, WEF Davos 2026 juga menempatkan keberlanjutan lingkungan sebagai agenda strategis melalui tema “How can we build prosperity within planetary boundaries?”. Forum ini mendorong pendekatan ekonomi yang regeneratif, sirkular, dan inklusif agar pertumbuhan tidak melampaui daya dukung bumi.

Perubahan perilaku konsumen turut memperkuat urgensi isu keberlanjutan. Studi OECD menunjukkan sekitar 65 persen konsumen global bersedia mengubah gaya hidup demi menjaga lingkungan. Kondisi ini membuka peluang bagi perusahaan berkelanjutan untuk membangun preferensi dan loyalitas pasar. Di Indonesia, potensi tersebut tercermin dalam laporan AC Ventures–BCG yang memetakan peluang green growth hingga US$400 miliar, dengan sektor unggulan meliputi jasa strategi dan profesional, solusi penurunan intensitas emisi, serta layanan emission offsetting. Peluang ini dinilai mampu mendorong kinerja bisnis sekaligus mendukung pencapaian target iklim nasional.

CEO & Co-Founder DANA Indonesia, Vince Iswara, menyampaikan bahwa partisipasi di WEF Davos menjadi wadah strategis untuk belajar sekaligus berkontribusi.

“WEF Davos merupakan forum penting untuk memahami arah pergerakan dunia dan bagaimana Indonesia dapat mengambil peran yang lebih aktif. Bagi DANA, kehadiran ini sejalan dengan komitmen kami dalam mendorong kebiasaan finansial yang sehat melalui layanan keuangan digital yang aman, inklusif, dan selaras dengan keberlanjutan bumi,” ujar Vince.

Baca Juga

Promo Isra Miraj Diserbu, Kereta Whoosh Dipadati Penumpang dari Halim

Jakarta - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat...

Perdana, Bus Mercedes-Benz Rakitan Indonesia Tembus Pasar Thailand

Jakarta - Daimler Commercial Vehicles Manufacturing Indonesia (DCVMI) bersama...

Lebih dari 80 Ribu Hektare Tesso Nilo Ditata Ulang, Ini Progresnya

Riau - Persoalan agraria menjadi isu sentral dalam upaya...

Gotong Royong TNI dan Warga Bangun Jembatan Darurat di Ketol

Aceh - Akses penghubung antardesa di Kecamatan Ketol, Kabupaten...

Hak Anak Terancam, KPAI Soroti Identitas Anak dan Keamanan Saat Aksi Unjuk Rasa

Jakarta - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Sylvana...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini