Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan kinerja perekonomian Jakarta sepanjang 2025 yang tetap menunjukkan ketahanan kuat di tengah tekanan dan ketidakpastian global.
Dalam laporan realisasi APBD 2025, Pramono menyampaikan bahwa nilai investasi yang masuk ke Jakarta mencapai Rp270,9 triliun. Angka tersebut tumbuh 11,99 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Pramono menjelaskan, pertumbuhan investasi tersebut ditopang oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp175,3 triliun serta Penanaman Modal Asing (PMA) senilai Rp95,6 triliun. Capaian ini, menurutnya, mencerminkan tingkat kepercayaan investor yang tetap tinggi terhadap kinerja dan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Kontribusi investasi Jakarta mencapai sekitar 14 persen dari total investasi nasional,” ujar Pramono saat menyampaikan pemaparan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/1).
Ia menambahkan, realisasi investasi sepanjang 2025 berhasil menyerap 487.070 tenaga kerja. Kondisi ini menunjukkan efektivitas kebijakan daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Di sektor pariwisata, Pramono mencatat adanya peningkatan aktivitas yang signifikan. Tingkat hunian hotel berbintang lima pada Desember 2025 mencapai 62,03 persen, bahkan melonjak hingga 100 persen di kawasan pusat bisnis saat periode libur akhir tahun.
Pramono menegaskan, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat dukungan bagi dunia usaha melalui penyederhanaan perizinan dan peningkatan kualitas layanan publik.
“Kami memangkas berbagai tahapan perizinan dan membenahi layanan yang selama ini kerap menjadi kendala bagi pelaku usaha,” tegasnya.

