Jakarta – Kisah persahabatan dan cinta Kugy serta Keenan dari novel populer Perahu Kertas karya Dee Lestari akan kembali menyapa publik dalam bentuk pertunjukan musikal. Diproduksi oleh Indonesia Kaya bersama Trinity Entertainment Network, serta melibatkan Trinity Youth Symphony Orchestra (TRUST), Musikal Perahu Kertas dijadwalkan tampil di Ciputra Artpreneur, Jakarta, mulai 30 Januari hingga 15 Februari 2026, dengan total 21 kali pementasan.
Kugy, dengan imajinasi dan dunia dongengnya, menjadikan cerita sebagai tempat berlindung dari realitas yang tak selalu ramah. Di sisi lain, Keenan adalah pelukis berbakat yang terus berusaha menemukan kebebasan berekspresi di tengah tuntutan dan harapan sang ayah. Pertemuan keduanya terasa seperti jeda yang diberikan semesta—momen singkat namun bermakna dalam perjalanan panjang penuh pilihan, mimpi, dan perasaan yang kerap sulit terucap. Meski jalannya tak selalu seiring, keduanya meyakini bahwa karya dan cerita mereka suatu hari akan saling berjumpa, sebagaimana mimpi yang akhirnya menemukan jalannya sendiri.
Mengusung tema “Hidupkan Lagi Mimpi-Mimpi”, Musikal Perahu Kertas menjadi debut Trinity Entertainment Network di ranah musikal sekaligus bagian dari komitmen berkelanjutan Indonesia Kaya dalam mengembangkan ekosistem seni pertunjukan di Tanah Air. Adaptasi ini memadukan kekuatan sastra, musik, dan teater menjadi satu pengalaman panggung yang emosional, intim, dan relevan dengan perjalanan banyak orang.
Alya Syahrani, yang dipercaya memerankan Kugy, menyebut produksi ini sebagai pengalaman artistik yang sangat personal. Ia mengungkapkan bahwa Musikal Perahu Kertas merupakan panggung musikal ketujuh sepanjang kariernya sejak 2011.

“Produksi pertamaku dulu terasa begitu magis dan sejak saat itu setiap pertunjukan selalu meninggalkan jejak yang memperdalam cintaku pada teater musikal. Perahu Kertas punya kedekatan emosional tersendiri karena berbicara tentang mimpi dan pencarian jati diri. Proses ini mengingatkanku kembali pada alasan awal aku jatuh cinta pada seni panggung,” tutur Alya.
Sementara itu, Dewara Zaqqi yang memerankan Keenan mengaku ketertarikannya mengikuti audisi berangkat dari kedekatannya dengan film dan novel Perahu Kertas. Menurutnya, karakter Keenan mencerminkan banyak pengalaman hidup yang ia rasakan sendiri.
“Sebagai panggung musikal kelimaku, aku berharap pertunjukan ini bisa membawaku selangkah lebih dekat pada mimpiku untuk terus berkembang sebagai aktor,” ujarnya.
Selain dua pemeran utama, Musikal Perahu Kertas melibatkan total 38 pemain dan didukung oleh 20 orang tim kreatif. Christoffer Nelwan, yang memerankan Remi, memandang karakternya sebagai representasi ketulusan dan bentuk cinta yang berbeda bagi Kugy.
“Remi menjadi cermin yang membantu Kugy memahami perasaannya sendiri,” ungkapnya.
Aktor yang telah lama berkecimpung di dunia musikal ini menyebut keterlibatannya sebagai bentuk rasa syukur sekaligus keyakinan bahwa industri musikal Indonesia akan terus tumbuh dan memberi dampak positif.
Marsha Lavinia, pemeran Luhde, menambahkan bahwa karakter yang ia mainkan memiliki peran penting dalam perjalanan Keenan menemukan kembali mimpinya. Ia juga mengungkapkan bahwa Musikal Perahu Kertas merupakan pengalaman pertamanya terjun ke teater musikal. “Prosesnya sangat membuka wawasanku sebagai performer. Aku belajar menggabungkan akting, bernyanyi, dan bercerita dalam satu panggung. Ini menjadi langkah awal yang sangat berharga bagiku,” kata Marsha.
Keseluruhan produksi berada di bawah arahan produser Billy Gamaliel, Eunike Elisaveta, dan Chriskevin Adefrid. Billy Gamaliel, selaku Produser Musikal Perahu Kertas sekaligus Program Manager Indonesia Kaya, menegaskan bahwa pertunjukan ini merupakan wujud nyata komitmen untuk terus menghidupkan mimpi di dunia seni pertunjukan. Ia berharap rangkaian pementasan panjang ini dapat menjadi ruang tumbuh bagi para seniman sekaligus menumbuhkan harapan dan kepercayaan penonton terhadap masa depan seni pertunjukan Indonesia.
Dari sisi artistik, Musikal Perahu Kertas menghadirkan konsep panggung berputar dengan permainan lapisan visual dan transisi yang dinamis. Eunike Elisaveta menjelaskan bahwa proses adaptasi dilakukan melalui eksplorasi kreatif yang mendalam, didukung latihan panjang dan terstruktur agar alur cerita tetap mengalir dan mampu menjaga keterlibatan penonton dari awal hingga akhir.

Chriskevin Adefrid menambahkan, pertunjukan ini juga diperkaya dengan berbagai elemen visual dan kejutan artistik, mulai dari set panggung yang fleksibel, permainan warna dan tekstur lewat proyeksi visual, hingga penggunaan puppetry yang membantu menghidupkan karakter dan memperdalam makna cerita.
Secara musikal, pertunjukan ini menampilkan 21 lagu yang memperkuat narasi, termasuk dua nomor yang telah dirilis di platform digital, yakni Miliaran Manusia dan Agency, lengkap dengan video lirik di YouTube. Untuk menjaga kualitas penampilan sepanjang rangkaian pertunjukan, tim produksi menerapkan sistem alternate cast pada jadwal 3, 4, 10, dan 11 Februari 2026 pukul 19.30 WIB, serta menyiapkan swing performer dari Swargaloka.
Sebanyak 21 pertunjukan Musikal Perahu Kertas diproyeksikan akan disaksikan lebih dari 23.000 penonton. Tiket masih tersedia dan dapat dibeli melalui loket.com/musikalperahukertas. Sebagai momen spesial, Dee Lestari dijadwalkan hadir memberikan penampilan khusus pada pementasan 30 dan 31 Januari 2026.

