Balangan – Guna meningkatkan efektivitas pembangunan serta akuntabilitas pengelolaan keuangan desa, Kecamatan Tebing Tinggi meluncurkan sebuah terobosan bernama Klinik Monalisa (Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan Keuangan Desa).
Inovasi ini dirancang untuk menjawab keterbatasan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa sekaligus menyederhanakan proses pertanggungjawaban keuangan yang selama ini kerap menjadi tantangan.
Salah satu keunggulan utama Klinik Monalisa terletak pada pembaruan sistem layanan. Jika sebelumnya kegiatan monitoring dan konsultasi dilakukan secara langsung, sejak 2024 layanan tersebut dikembangkan melalui mekanisme konsultasi daring berbasis Google Form.
Melalui sistem ini, aparatur desa dapat menyampaikan permasalahan serta dokumen pendukung tanpa harus datang ke kantor kecamatan. Pola ini dinilai lebih efisien karena memungkinkan koordinasi dilakukan secara cepat, mempercepat proses rekomendasi, serta mendukung pengajuan pencairan Dana Desa dengan akses regulasi terbaru yang tersedia secara digital.
Penggagas inovasi, Pahriansyah, Selasa (3/2), menjelaskan bahwa Klinik Monalisa memiliki tujuan strategis untuk memastikan pengelolaan Dana Desa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Tujuan utamanya meliputi melihat dan meneliti langsung hasil kegiatan fisik di lapangan guna memperoleh gambaran realisasi yang akurat sebagai bahan evaluasi ke depan. Menciptakan mekanisme kendali yang harmonis untuk meminimalisir penyalahgunaan keuangan desa. Memberikan pembinaan intensif kepada perangkat desa mengenai tata kelola keuangan yang benar,” ujarnya dikutip dari laman infopublik.
Ia menambahkan, Klinik Monalisa memiliki nilai lebih dibandingkan sistem monitoring konvensional karena melibatkan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa serta Tenaga Pendamping Profesional dari Kementerian Desa dalam setiap proses pendampingan.
Sejumlah manfaat telah dirasakan oleh desa-desa di Kecamatan Tebing Tinggi, Kalimantan Selatan antara lain terjalinnya hubungan kerja yang lebih solid antara pemerintah desa dan kecamatan, meningkatnya kualitas laporan pertanggungjawaban sesuai regulasi, serta terbukanya potensi lokal yang sebelumnya belum tergarap melalui observasi langsung di lapangan.
Keberhasilan inovasi ini tercermin dari capaian tahun 2024, di mana serapan anggaran dan penyelesaian proyek fisik mencapai 90 persen, dan diperkirakan meningkat hingga 95 persen pada 2025.
“Dengan implementasi Klinik Monalisa, diharapkan nilai Indeks Desa Membangun (IDM) di seluruh wilayah Kecamatan Tebing Tinggi terus meningkat, sejalan dengan visi Membangun Desa Menata Kota,” pungkasnya.

