27.9 C
Jakarta
Jumat, Februari 6, 2026
BerandaTREN OTOSOLUSITerjebak Hujan? Simak Tips Aman Berkendara Agar Mobil Tak Rusak

Terjebak Hujan? Simak Tips Aman Berkendara Agar Mobil Tak Rusak

Jakarta – Hujan lebat kerap membuat kondisi jalan menjadi lebih berisiko. Permukaan aspal yang licin, jarak pandang terbatas, hingga genangan air bahkan banjir dapat muncul sewaktu-waktu. Dalam situasi seperti ini, pengemudi mobil dituntut lebih waspada serta memahami teknik berkendara yang tepat agar terhindar dari kecelakaan maupun kerusakan kendaraan.

Melansir dari laman mitsubishi-motors, apa saja yang perlu diperhatikan saat berkendara di tengah hujan atau ketika harus melintasi genangan air dan banjir?

Kurangi Kecepatan dan Jaga Jarak Aman

Saat hujan turun, daya cengkeram ban terhadap aspal berkurang signifikan. Karena itu, pengemudi disarankan menurunkan kecepatan sejak awal perjalanan, memperlebar jarak dengan kendaraan di depan, serta menghindari manuver mendadak. Berkendara agresif di jalan basah dapat memicu aquaplaning, yakni kondisi ban kehilangan traksi akibat lapisan air.

Aspal yang licin membuat kendaraan lebih sulit dikendalikan. Di kondisi ini, tantangan utama bukan kendaraan lain, melainkan keterbatasan grip ban. Disarankan melaju dengan kecepatan aman, misalnya sekitar 60 km/jam di jalan tol, atau menyesuaikan laju kendaraan di depan untuk membantu memecah genangan air.

Waspadai Lubang di Jalan

Genangan air sering kali menutupi lubang jalan yang berpotensi merusak ban dan kaki-kaki mobil. Oleh sebab itu, sebisa mungkin hindari menerobos genangan. Jika terpaksa melintas, kurangi kecepatan agar benturan tidak terlalu keras saat ban menghantam permukaan jalan yang tidak terlihat.

Pastikan Wiper dan Lampu Berfungsi Optimal

Saat hujan, gunakan lampu utama (low beam), bukan lampu hazard. Lampu utama membantu pengemudi melihat kondisi jalan sekaligus membuat kendaraan lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lain. Penggunaan lampu hazard justru bisa membingungkan pengemudi lain saat kendaraan bermanuver.

Bagi mobil yang dilengkapi fitur auto headlight atau auto wiper, aktifkan fitur tersebut sebelum berkendara. Dengan demikian, sistem akan bekerja otomatis saat hujan turun, sehingga pengemudi dapat lebih fokus mengendalikan kendaraan.

Perkirakan Kedalaman Genangan atau Banjir

Apabila harus melintasi banjir, penting untuk memperkirakan kedalamannya. Secara umum, batas aman genangan air tidak melebihi setengah tinggi ban atau tidak melampaui bibir bawah bumper depan. Hal ini bertujuan mencegah air masuk ke saluran udara mesin. Jika air tampak keruh dan batas jalan tidak terlihat, sebaiknya tunda perjalanan atau cari rute alternatif.

Gunakan Gigi Rendah dan Kecepatan Stabil

Saat melewati genangan, gunakan gigi rendah—gigi 1 atau 2 pada mobil manual, atau posisi L pada mobil matik. Jaga kecepatan pelan dan stabil di kisaran 1.500–2.000 rpm serta hindari berhenti di tengah genangan. Teknik ini membantu mencegah air masuk ke knalpot dan menjaga putaran mesin tetap stabil.

Hindari Aksi Mendadak

Menginjak pedal gas terlalu dalam dapat menciptakan gelombang air yang berisiko masuk ke ruang mesin. Begitu pula pengereman mendadak yang dapat membuat mobil kehilangan kendali. Gunakan pedal gas secara halus, lepaskan rem perlahan, dan biarkan kendaraan bergerak dengan momentum yang terkontrol.

Matikan AC dan Fitur yang Tidak Diperlukan

Jika memungkinkan, matikan AC saat melintasi genangan atau banjir. Langkah ini membantu mengurangi beban kerja mesin dan menjaga kestabilan putaran mesin, sehingga performa kendaraan lebih optimal saat menghadapi kondisi jalan yang berat.

Periksa Mobil Setelah Melewati Genangan

Setelah berhasil melewati genangan atau banjir, injak pedal rem perlahan beberapa kali untuk mengeringkan kampas rem. Perhatikan suara mesin serta respons gas dan rem. Apabila muncul gejala tidak normal, segera lakukan pemeriksaan di bengkel resmi untuk mencegah kerusakan lanjutan.

Mengemudi di tengah hujan atau melintasi banjir bukan soal keberanian, melainkan soal teknik, kesabaran, dan pengambilan keputusan yang tepat. Dengan kecepatan terkendali, pemahaman batas kemampuan kendaraan, serta gaya berkendara yang halus, risiko kecelakaan dan kerusakan dapat diminimalkan. Utamakan keselamatan dan jangan ragu berhenti jika kondisi tidak memungkinkan.

Baca Juga

SUV Listrik Premium LEPAS E4 Resmi Debut Dunia di IIMS 2026

Jakarta - LEPAS menjadikan Indonesia International Motor Show (IIMS)...

DJP Usut Dugaan Manipulasi Pajak, Kerugian Negara Rp583 Miliar

Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melalui Kantor Wilayah...

KPK Amankan Aset Transportasi Rp107,7 Miliar di Papua Barat Daya

Jakarta - Transportasi laut dan udara menjadi tulang punggung konektivitas...

Penjaga Gawang Persija Berbagi Ilmu di MILO National Championship

Jakarta - Melalui inisiatif MILO ACTIV Indonesia, Nestlé MILO...

Pasar Global Bergejolak, DBS Indonesia Bekali Nasabah Strategi Investasi Tangguh

Jakarta - Bank DBS Indonesia menggelar acara bertajuk “Unlocking...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini