32.2 C
Jakarta
Rabu, April 1, 2026
BerandaKATA EKBISAGRIBISNISPetani Mojorembun Raup Rp30 Juta per Hektare, Rahasianya Teknologi Modern

Petani Mojorembun Raup Rp30 Juta per Hektare, Rahasianya Teknologi Modern

Rembang – Kemajuan teknologi di sektor pertanian membawa dampak positif bagi petani di Desa Mojorembun, Kecamatan Kaliori. Dalam panen raya padi yang berlangsung Kamis (12/2) bersama Bupati Rembang Harno, para petani berhasil membukukan laba hingga sekitar Rp30 juta per hektare dalam satu kali musim tanam.

Ketua Kelompok Tani Budi Luhur Desa Mojorembun, Karyono, mengungkapkan bahwa musim panen kali ini didukung penggunaan berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan) modern. Peralatan seperti combine harvester, transplanter roda empat, hingga drone untuk penyemprotan pupuk dan pestisida dimanfaatkan secara optimal. Penerapan teknologi tersebut dinilai mampu menekan biaya sekaligus meningkatkan hasil produksi.

Ia menyebutkan, hasil panen padi mencapai 6.700 kilogram per hektare. Dengan harga gabah kering panen (GKP) sebesar Rp7.100 per kilogram, pendapatan kotor yang diperoleh petani mencapai Rp47.570.000.

“Biaya produksi satu hektare sekitar Rp17.512.000. Setelah dikurangi biaya tersebut, petani memperoleh keuntungan Rp30.038.000. Alhamdulillah, petani modern sekarang penghasilannya bisa setara sekitar Rp7,5 juta per bulan,” ujar Karyono dikutip dari laman jatengprov. 

Bupati Rembang Harno mengapresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai tingginya produktivitas dan harga jual gabah merupakan hasil konsistensi pemerintah dalam mendorong modernisasi pertanian melalui dukungan alsintan.

“Saya yakin, ke depan semua desa akan tercukupi kebutuhan alsintannya, karena setiap tahun pemerintah memberikan bantuan. Saya minta alsintan yang sudah diberikan dirawat dan dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Tak hanya itu, bupati juga merespons aspirasi petani terkait perlunya normalisasi jaringan irigasi di wilayah tersebut. Ia menegaskan akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan pemerintah pusat agar perbaikan irigasi dapat diwujudkan melalui skema pembiayaan bersama.

“Mana yang bisa ditangani daerah akan kita ambil. Kalau bisa masuk provinsi, kita dorong ke provinsi. Kalau pusat yang bisa masuk, kita kolaborasi,” pungkasnya.

Baca Juga

Tarif Rp1 Bikin MRT Jakarta Meledak, Penumpang Tembus 135 Ribu

Jakarta - PT MRT Jakarta (Perseroda) mencatat lonjakan signifikan...

Kasus Campak Meningkat, Tenaga Kesehatan Wajib Waspada

Jakarta - Kementerian Kesehatan menerbitkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/1602/2026...

Gen Z dan Milenial Wajib Tahu! Ini Cara Biar Pensiun Nggak Susah

Jakarta - Generasi Z dan milenial yang tengah berada...

Auto Terhibur, Polisi Sukabumi Cairkan Suasana Macet dengan Nyanyi dan Joget

Sukabuni - Suasana tak biasa terlihat di Gerbang Tol...

Blok M Diserbu Saat Lebaran, Menteri Ekraf Ungkap Potensi Besarnya

Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini