27.7 C
Jakarta
Jumat, Februari 13, 2026
BerandaKATA EKBISCSR dan ESGSampah Kota Bakal Jadi Listrik, Lima Perusahaan Tiongkok Lolos Jadi Peserta Tender WtE

Sampah Kota Bakal Jadi Listrik, Lima Perusahaan Tiongkok Lolos Jadi Peserta Tender WtE

Jakarta – Proyek Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) kini memasuki tahap tender dengan melibatkan 24 perusahaan internasional berpengalaman yang telah lolos seleksi.

Tahap awal proyek WtE yang dikelola Danantara Indonesia difokuskan di empat wilayah, yakni Bali, Bogor, Bekasi, dan Yogyakarta. Keempat daerah tersebut dinilai paling siap dari sisi administrasi sekaligus menghadapi persoalan volume sampah yang mendesak. Proses ini memasuki fase krusial dengan rencana pengumuman pemenang tender pada akhir Februari 2026.

Dalam proses seleksi, Danantara Indonesia melakukan evaluasi menyeluruh terhadap ratusan kandidat penyedia teknologi. Dari lebih dari 200 perusahaan yang masuk Daftar Penyedia Teknologi (DPT), sebanyak 24 perusahaan asal Tiongkok, Prancis, Jepang, Singapura, dan Hong Kong dinyatakan memenuhi syarat dan berhak mengikuti tender sebagai Badan Usaha Pengembang dan Pengelola PSEL.

“Perusahaan-perusahaan yang menjadi peserta tender WtE kami wajibkan untuk membentuk konsorsium dengan mitra lokal. Adanya konsorsium ini kami harapkan bisa memberikan transfer teknologi dengan perusahaan lokal atau pemda,” ujar Lead of Waste-to-Energy Danantara Indonesia, Fadli Rahman, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (12/02).

Ia menambahkan bahwa proyek ini bukan sekadar pengadaan teknologi, tetapi juga bagian dari kebijakan publik yang melibatkan banyak sektor. “Kami juga ingin memastikan bahwa terjadinya tata kelola yang kuat sejak hulu, termasuk proses pemilihan Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) PSEL yang transparan dan berbasis mitigasi risiko,” ujarnya.

Dari 24 peserta tender tersebut, berikut profil lima di antaranya:

Chongqing Sanfeng Environment Group Co., Ltd.
Perusahaan ini dikenal sebagai spesialis WtE yang berperan sebagai investor, pengembang, sekaligus operator pembangkit listrik tenaga sampah. Berdiri pada 2009 dan berkantor pusat di Chongqing, Tiongkok, perusahaan ini tercatat di Bursa Saham Shanghai dengan kode 601827.SH.

Sanfeng memegang lisensi teknologi grate incinerator dari Martin GmbH, Jerman, yang kemudian dikembangkan secara mandiri hingga mampu memproduksi komponen inti WtE seperti tungku pembakaran, sistem pemurnian gas buang, dan pengolahan residu. Hingga akhir 2023, teknologinya telah diterapkan di lebih dari 250 proyek dengan lebih dari 400 lini insinerasi dan kapasitas total melampaui 220.000 ton sampah per hari.

Perusahaan ini juga mengembangkan proyek melalui skema BOT dan PPP, dengan lebih dari 50 proyek beroperasi maupun dalam tahap pembangunan.

Wangneng Environment Co., Ltd.
Berbasis di Huzhou, Zhejiang, Tiongkok, perusahaan ini mulai beroperasi pada 2012. Aktivitas usahanya meliputi pengolahan limbah dapur, air limbah, lumpur, hingga daur ulang karet. Wangneng memiliki 98 entitas usaha, termasuk lima anak perusahaan di luar negeri yang beroperasi di Thailand, Kamboja, Australia, dan Singapura.

Dalam sektor WtE, perusahaan ini mengolah limbah padat menjadi energi listrik atau panas melalui pembakaran, gasifikasi, maupun teknologi bioteknologi. Mereka mengklaim mampu memproduksi 3,04 miliar kWh listrik bersih per tahun—cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 2,53 juta rumah tangga kecil-menengah di Indonesia.

Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd.
Perusahaan ini bukan nama baru dalam proyek lingkungan di Indonesia. Melalui anak usahanya, Weiming Equipment, perusahaan ini pernah menandatangani kontrak penyediaan peralatan insinerator WtE dengan mitra di Indonesia.

Weiming dikenal sebagai salah satu pemain utama WtE di Tiongkok, dengan lini bisnis mencakup desain, investasi, pembangunan, dan pengoperasian fasilitas WtE, termasuk manufaktur peralatan insinerator. Pada 2023, total produksi listrik dari operasionalnya mencapai sekitar 3,85 miliar kWh.

Perusahaan ini juga pernah menawarkan investasi sekitar USD 225 juta kepada Pemerintah Provinsi Bali untuk pengelolaan sampah berbasis BOO serta menjajaki proyek TPPAS Cirebon Raya bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kemenko Marves.

SUS Indonesia Holding Limited
Meski menggunakan nama Indonesia, perusahaan ini terdaftar di Tiongkok dan mulai beroperasi pada 19 Juli 2022 dengan fokus pada investasi jangka panjang di sektor WtE. Mereka menilai Indonesia sebagai pasar potensial karena tingginya volume sampah perkotaan, keterbatasan TPA, serta meningkatnya kebutuhan energi bersih.

Induk perusahaannya, Shanghai SUS Environment Co., Ltd., berdiri pada 2008 di Shanghai. Hingga kini, grup ini telah menjalankan sekitar 84–89 proyek WtE di berbagai negara.

Di Makassar, perusahaan ini membangun fasilitas WtE dengan kapasitas pengolahan 1.300 ton sampah per hari melalui dua jalur insinerasi dan turbin generator berdaya 35 MW.

PT Jinjiang Environment Indonesia
Perusahaan ini merupakan bagian dari Zheneng Jinjiang Environment Holding Co., Ltd., pemain besar WtE di Tiongkok sejak 1998. Berdiri pada 8 Agustus 2017, perusahaan ini menyelesaikan restrukturisasi internal pada 16 Februari 2025.

Di Indonesia, PT Jinjiang Environment Indonesia mengembangkan fasilitas PLTSa di Kota Palembang dengan kapasitas 1.000 ton sampah per hari dan produksi listrik 20 MW. Proyek tersebut dijalankan melalui skema BOO dengan kontrak konsesi selama 30 tahun, dengan nilai investasi awal sekitar US$120 juta atau setara Rp1,8 triliun.

Induk usahanya di Tiongkok mengoperasikan 27 fasilitas WtE serta sejumlah fasilitas pengolahan limbah organik dan daur ulang dengan total kapasitas 44.000 ton per hari.

Baca Juga

Keren! Pemkab Buleleng Sulap Sampah Plastik Jadi Papan Nama Jalan

Bali - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng, Bali, menghadirkan terobosan...

Tembus 3 Negara, Gula Aren Organik Pacitan Diekspor 11 Ton

Pacitan - Astra mendorong kemandirian ekonomi desa melalui pelepasan...

PMI Kota Tangerang Jemput Bola, Donor Darah Kini Bisa Dilayani dari Rumah

Tangerang - PMI Kota Tangerang meluncurkan terobosan layanan kemanusiaan...

UMKM dan Kreator Wajib Tahu, Kemkomdigi Bagikan 8.000 Canva Pro Gratis

Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memperluas akses...

IAI Bongkar Alasan Baja Jadi Material Masa Depan Arsitektur Indonesia

Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) menilai material baja sebagai solusi...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini