Batang – Upaya meningkatkan akses transportasi bagi pekerja di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) terus dipercepat oleh Pemerintah Kabupaten Batang. Bupati Batang, M Faiz Kurniawan, kini tengah mengintensifkan lobi kepada Kementerian Perhubungan untuk merealisasikan skema Public Service Obligation (PSO) guna menghadirkan layanan kereta komuter di wilayah tersebut.
Rencana ini digagas untuk menghubungkan Stasiun Batang dengan Stasiun Pelabuhan yang berada di dalam kawasan industri, sehingga mobilitas pekerja menjadi lebih efisien baik dari sisi waktu maupun biaya.
Faiz menegaskan, kehadiran moda transportasi berbasis rel ini diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat sekitar, khususnya warga di wilayah Bandar dan sekitarnya yang setiap hari beraktivitas di KITB.
“Rencananya, biaya perjalanan akan ditekan di kisaran Rp5 ribu hingga Rp10 ribu. Kami ingin orang Batang atau warga Bandar yang bekerja di KITB tidak perlu lagi lelah membawa motor sendiri ke lokasi kerja,” ujarnya Selasa (31/3).
Melansir dari laman infopublik, dengan skema tersebut, para pekerja cukup menuju stasiun terdekat, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan kereta dengan lebih nyaman dan aman.
Selain fokus pada mobilitas siang hari, pemerintah daerah juga memperhatikan aspek kenyamanan pekerja pada malam hari. Berbagai infrastruktur pendukung seperti penerangan jalan terus ditingkatkan agar selaras dengan kebutuhan operasional kawasan industri.
“Kami sudah berupaya mengoptimalkan penerangan jalan dan fasilitas lainnya. Tujuannya untuk memastikan semua tenang saat beristirahat di malam hari. Ini adalah bagian dari upaya kami menyediakan fasilitas terbaik bagi tenaga kerja agar mereka mendapatkan layanan yang layak saat berangkat maupun pulang kerja,” ujarnya.
Secara garis besar, rencana transportasi di KITB mencakup pengoperasian kereta api bergaya komuter dengan rute Stasiun Batang menuju Pelabuhan KITB. Tarif perjalanan diproyeksikan berkisar antara Rp5.000 hingga Rp10.000 melalui subsidi PSO, dengan tujuan utama menekan biaya transportasi pekerja sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

