30.1 C
Jakarta
Senin, April 27, 2026
BerandaKATA BERITADAERAHFenomena Sound Horeg: Dari Hiburan Rakyat Jadi Insiden Tragis

Fenomena Sound Horeg: Dari Hiburan Rakyat Jadi Insiden Tragis

Fenomena sound horeg, yakni truk bermuatan sound system raksasa, semakin marak di berbagai daerah di Indonesia. Meski awalnya dianggap sebagai hiburan rakyat, kenyataannya keberadaan sound horeg justru sering memicu keresahan, bahkan berujung pada korban jiwa.

Fatwa Haram Sound Horeg

Kontroversi semakin mencuat ketika Pondok Pesantren Besuk di Pasuruan mengeluarkan fatwa haram terkait sound horeg. Tak lama berselang, MUI Jawa Timur turut mengesahkan Fatwa Nomor 1 Tahun 2025 yang melarang penggunaan sound horeg karena dinilai lebih banyak menimbulkan mudarat.

Salah satu pertimbangan utama lahirnya fatwa tersebut adalah tingkat kebisingan sound horeg yang bisa mencapai 135 dB, jauh melampaui batas aman pendengaran manusia, yakni 85 dB.

Deretan Kasus Kematian akibat Sound Horeg

Melansir dari laman berita satu, beberapa insiden tragis memperkuat alasan mengapa fenomena ini menuai penolakan. Sejumlah warga bahkan kehilangan nyawa dalam peristiwa yang melibatkan sound horeg.

  1. Ibu muda di Lumajang
    Seorang warga bernama Anik Mutmainah (38) meninggal dunia saat menonton karnaval sound horeg di Desa Selok Awar-awar, Lumajang, pada 2 Agustus 2025. Ia tiba-tiba tersungkur, mengalami henti jantung, dan tidak tertolong meski sempat dibawa ke rumah sakit.
  2. Warga Brebes terjatuh dari truk
    Seorang pria berinisial P (37) tewas setelah terjatuh dari sound horeg setinggi lima meter dalam karnaval HUT ke-80 RI di Brebes, 18 Agustus 2025. Korban terpeleset saat membetulkan tali sepatu di atas truk dan mengalami benturan fatal di kepala.
  3. Pemuda Pasuruan jatuh saat perjalanan
    Seorang pemuda berinisial S (21) meninggal dunia setelah jatuh dari tumpukan sound system di atas truk menuju Pantai Pasir Panjang, Pasuruan, 17 April 2024. Ia terpeleset, terbentur keras, dan mengalami pendarahan hebat.
  4. Kru sound horeg di Blora tewas
    Di Blora, Jawa Tengah, seorang kru bernama SJP (25) meninggal dunia saat persiapan karnaval pada 24 Agustus 2024. Korban terpeleset ketika mencoba naik ke atas bak truk bermuatan sound system.

Selain korban jiwa, sound horeg juga menimbulkan luka-luka dan kerusakan fasilitas warga.

  • Truk sound horeg di Bondowoso menabrak ranting pohon karena muatan terlalu tinggi. Sebagian sound system jatuh dan menimpa dua penonton, salah satunya anak berusia 9 tahun yang mengalami luka serius di kepala.
  • Kerusakan rumah akibat getaran juga sering dilaporkan. Di Pati, Jawa Tengah, kaca rumah seorang warga pecah akibat dentuman keras. Sementara di Jawa Timur, genting rumah berjatuhan karena getaran sound horeg.

Fenomena yang awalnya dianggap sebagai bentuk hiburan rakyat ini kini justru menimbulkan keresahan besar. Mulai dari kaca rumah pecah, luka-luka, hingga nyawa melayang, dampak yang ditimbulkan sound horeg jelas tidak bisa lagi dianggap sepele.

Baca Juga

Jakarta Siaga El Nino, Ini 3 Ancaman Serius yang Diwaspadai

Jakarta - Sekretaris Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat,...

Tak Disangka 22 Ribu Warga Blitar Alami Obesitas, Perempuan Mendominasi

Blitar - Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mencatat sekitar 22.000...

Kulit Bayi Rentan Iritasi? Ini Solusi Popok Tipis dan Nyaman

Jakarta - Kulit bayi masih berada dalam tahap perkembangan,...

Keren, 5 Prodi Fikes UIN Jakarta Raih Akreditasi Internasional hingga 2030

Jakarta - Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UIN Syarif Hidayatullah...

Setahun XLSMART, Pendapatan Melonjak 23 Persen, 73 Juta Pelanggan Terlayani

Jakarta - Memasuki usia satu tahun, PT XLSMART Telecom...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini