Jakarta – Hujan lebat kerap membuat kondisi jalan menjadi lebih berisiko. Permukaan aspal yang licin, jarak pandang terbatas, hingga genangan air bahkan banjir dapat muncul sewaktu-waktu. Dalam situasi seperti ini, pengemudi mobil dituntut lebih waspada serta memahami teknik berkendara yang tepat agar terhindar dari kecelakaan maupun kerusakan kendaraan.
Melansir dari laman mitsubishi-motors, apa saja yang perlu diperhatikan saat berkendara di tengah hujan atau ketika harus melintasi genangan air dan banjir?
Kurangi Kecepatan dan Jaga Jarak Aman
Saat hujan turun, daya cengkeram ban terhadap aspal berkurang signifikan. Karena itu, pengemudi disarankan menurunkan kecepatan sejak awal perjalanan, memperlebar jarak dengan kendaraan di depan, serta menghindari manuver mendadak. Berkendara agresif di jalan basah dapat memicu aquaplaning, yakni kondisi ban kehilangan traksi akibat lapisan air.
Aspal yang licin membuat kendaraan lebih sulit dikendalikan. Di kondisi ini, tantangan utama bukan kendaraan lain, melainkan keterbatasan grip ban. Disarankan melaju dengan kecepatan aman, misalnya sekitar 60 km/jam di jalan tol, atau menyesuaikan laju kendaraan di depan untuk membantu memecah genangan air.
Waspadai Lubang di Jalan
Genangan air sering kali menutupi lubang jalan yang berpotensi merusak ban dan kaki-kaki mobil. Oleh sebab itu, sebisa mungkin hindari menerobos genangan. Jika terpaksa melintas, kurangi kecepatan agar benturan tidak terlalu keras saat ban menghantam permukaan jalan yang tidak terlihat.
Pastikan Wiper dan Lampu Berfungsi Optimal
Saat hujan, gunakan lampu utama (low beam), bukan lampu hazard. Lampu utama membantu pengemudi melihat kondisi jalan sekaligus membuat kendaraan lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lain. Penggunaan lampu hazard justru bisa membingungkan pengemudi lain saat kendaraan bermanuver.
Bagi mobil yang dilengkapi fitur auto headlight atau auto wiper, aktifkan fitur tersebut sebelum berkendara. Dengan demikian, sistem akan bekerja otomatis saat hujan turun, sehingga pengemudi dapat lebih fokus mengendalikan kendaraan.
Perkirakan Kedalaman Genangan atau Banjir
Apabila harus melintasi banjir, penting untuk memperkirakan kedalamannya. Secara umum, batas aman genangan air tidak melebihi setengah tinggi ban atau tidak melampaui bibir bawah bumper depan. Hal ini bertujuan mencegah air masuk ke saluran udara mesin. Jika air tampak keruh dan batas jalan tidak terlihat, sebaiknya tunda perjalanan atau cari rute alternatif.
Gunakan Gigi Rendah dan Kecepatan Stabil
Saat melewati genangan, gunakan gigi rendah—gigi 1 atau 2 pada mobil manual, atau posisi L pada mobil matik. Jaga kecepatan pelan dan stabil di kisaran 1.500–2.000 rpm serta hindari berhenti di tengah genangan. Teknik ini membantu mencegah air masuk ke knalpot dan menjaga putaran mesin tetap stabil.
Hindari Aksi Mendadak
Menginjak pedal gas terlalu dalam dapat menciptakan gelombang air yang berisiko masuk ke ruang mesin. Begitu pula pengereman mendadak yang dapat membuat mobil kehilangan kendali. Gunakan pedal gas secara halus, lepaskan rem perlahan, dan biarkan kendaraan bergerak dengan momentum yang terkontrol.
Matikan AC dan Fitur yang Tidak Diperlukan
Jika memungkinkan, matikan AC saat melintasi genangan atau banjir. Langkah ini membantu mengurangi beban kerja mesin dan menjaga kestabilan putaran mesin, sehingga performa kendaraan lebih optimal saat menghadapi kondisi jalan yang berat.
Periksa Mobil Setelah Melewati Genangan
Setelah berhasil melewati genangan atau banjir, injak pedal rem perlahan beberapa kali untuk mengeringkan kampas rem. Perhatikan suara mesin serta respons gas dan rem. Apabila muncul gejala tidak normal, segera lakukan pemeriksaan di bengkel resmi untuk mencegah kerusakan lanjutan.
Mengemudi di tengah hujan atau melintasi banjir bukan soal keberanian, melainkan soal teknik, kesabaran, dan pengambilan keputusan yang tepat. Dengan kecepatan terkendali, pemahaman batas kemampuan kendaraan, serta gaya berkendara yang halus, risiko kecelakaan dan kerusakan dapat diminimalkan. Utamakan keselamatan dan jangan ragu berhenti jika kondisi tidak memungkinkan.

