32.9 C
Jakarta
Jumat, Agustus 7, 2026
BerandaKATA GAYA HIDUPWISATAJateng Siap Jadi Magnet Timur Tengah, Pariwisata Halal Jadi Andalan 2027

Jateng Siap Jadi Magnet Timur Tengah, Pariwisata Halal Jadi Andalan 2027

Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menetapkan pengembangan pariwisata berkelanjutan serta penguatan ekonomi halal berbasis syariah sebagai fokus utama pembangunan daerah pada 2027. Kebijakan ini diarahkan untuk memaksimalkan peluang pasar wisatawan internasional, terutama dari kawasan Timur Tengah.

Penegasan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dalam Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2026 sekaligus Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 yang digelar di Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (6/2).

“Pada 2027, arah pembangunan Jawa Tengah difokuskan pada sektor pariwisata dan penguatan ekonomi melalui pengembangan ekonomi halal berbasis syariah. Ini menjadi prioritas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujar Taj Yasin. 

Pria yang akrab disapa Gus Yasin ini mengungkapkan, data kunjungan wisatawan mancanegara menunjukkan tren peningkatan yang positif. Berdasarkan analisis yang dilakukan, wisatawan asal Timur Tengah menjadi salah satu segmen paling potensial apabila ditunjang dengan ekosistem pariwisata yang sesuai.

“Wisatawan dari Timur Tengah cenderung memilih destinasi yang ramah muslim. Saat ini, ekosistem tersebut mulai berkembang di sejumlah daerah seperti Karanganyar, Wonosobo, dan Temanggung,” jelasnya.

Jateng Siap Jadi Magnet Timur Tengah, Pariwisata Halal Jadi Andalan 2027
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (kanan) memberi sambutan dalam Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2026 sekaligus Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 di Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (6/2/2026). (katafoto/HO/Humas Jateng)

Sebagai langkah pendukung, Pemprov Jateng berencana mengembangkan sistem aglomerasi pariwisata, termasuk di kawasan Semarang Raya. Melalui konsep ini, seluruh pelaku industri pariwisata akan saling terhubung sehingga promosi destinasi dapat dilakukan secara terpadu dan lebih masif.

Meski menitikberatkan pada penguatan ekonomi halal, Gus Yasin menegaskan bahwa kebersihan lingkungan tetap menjadi faktor krusial dalam meningkatkan daya tarik wisata. Ia menilai pengalaman wisata tidak akan optimal jika lingkungan sekitar tidak terjaga.

“Kami mendukung penuh Asta Cita Presiden, salah satunya menciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman. Untuk itu, seluruh pemangku kepentingan kami ajak bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan,” imbuhnya.

Lebih lanjut dijelaskan, rencana pembangunan 2027 juga tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan. Pemerintah akan memperketat perizinan industri, baik di wilayah hulu seperti kawasan pegunungan maupun di daerah hilir dan pesisir, demi menjaga keseimbangan ekosistem.

Melalui langkah tersebut, Pemprov Jawa Tengah berharap dapat menciptakan harmoni antara pertumbuhan ekonomi sektor pariwisata dan pelestarian lingkungan, sekaligus membuka peluang masuknya investasi hijau di masa mendatang.

Baca Juga

Pacu Bithek Lumajang Jadi Magnet Wisata dan Penggerak Ekonomi Lumajang

Lumajang - Suara tepuk tangan menggema di tepian Ranu...

Teknologi AI Ubah Cara Belajar Anak Berkebutuhan Khusus di Kudus, Hasilnya Mengejutkan

Jakarta – Transformasi digital mulai memberikan manfaat nyata bagi...

BGN Temukan 414 Dapur MBG Bermasalah, Pastikan Tak Ada yang Kebal Hukum

Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan sebanyak 414...

BGN Siapkan 1.700 Dapur MBG di Wilayah Stunting, Operasi Dimulai Bertahap

Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan sebanyak 1.700...

Pedestrian Deck Dukuh Atas Bakal Jadi Ikon dan Penghubung Kawasan TOD Jakarta

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui PT...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini