27.6 C
Jakarta
Senin, Juli 6, 2026
BerandaKATA EKBISEKONOMI dan KINERJAWFA Resmi Berlaku Maret, Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Melonjak

WFA Resmi Berlaku Maret, Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Melonjak

Jakarta – Pemerintah secara konsisten memberikan dukungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Lewat peluncuran Program Stimulus Ekonomi, pemerintah menargetkan peningkatan mobilitas, menjaga daya beli, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Lebaran Idulfitri terbukti di periode yang lama, termasuk Nataru meningkatkan mobilitas masyarakat dan kegiatan pariwisata sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal keempat yang kemarin sampai dengan 5,39 persen,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers Stimulus Ekonomi HBKN Idulfitri 2026: Diskon Tarif Transportasi, WFA, dan Bantuan Pangan di Jakarta, Selasa (10/02).

Menko Airlangga menjelaskan, setiap periode HBKN selalu diikuti lonjakan pergerakan masyarakat, termasuk peningkatan kunjungan wisata di berbagai daerah. Dengan adanya Program Stimulus Ekonomi, pemerintah berharap masyarakat lebih mudah merencanakan perjalanan saat libur HBKN, sekaligus membantu mengurai kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi.

“Peningkatan mobilitas pada periode Lebaran dan Idulfitri 2025 itu mencapai mobilitas masyarakat 154,62 juta orang dan libur Nataru 110,43 juta, dan secara year on year satu tahun di tahun 2025 itu 5,11 persen, dan pada Desember penyumbang wisman 1,41 juta dan wisnus 105,98 juta,” jelas Menko Airlangga.

Untuk HBKN Idulfitri 2026, pemerintah menyiapkan sejumlah stimulus, antara lain potongan tarif transportasi dengan total anggaran sebesar Rp911,16 miliar. Selain itu, akan diberlakukan kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau Flexible Working Arrangement (FWA) pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026 bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pekerja swasta. Kebijakan ini ditujukan untuk mengoptimalkan dampak positif lonjakan mobilitas selama periode libur.

Pemerintah juga mengalokasikan program Bantuan Pangan bagi sekitar 35,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bantuan tersebut berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan, dengan total anggaran diperkirakan mencapai Rp11,92 triliun. Penyaluran akan dilakukan sekaligus untuk dua bulan pada awal Ramadan.

Melalui rangkaian Stimulus Ekonomi HBKN Idulfitri 2026 ini, pemerintah berharap mobilitas masyarakat dapat berlangsung lebih tertib dan terkelola, roda perekonomian daerah tetap bergerak, serta kontribusi sektor transportasi dan pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional terus terjaga.

Baca Juga

Ekonom Soroti Inflasi Juni 2026, Kelas Menengah Disebut Makin Tertekan

Jakarta - Laju inflasi Indonesia pada Juni 2026 masih...

Bank Jakarta Optimistis Tetap Tumbuh Meski Cost of Fund Terus Meningkat

Jakarta – Bank Jakarta memilih mengedepankan strategi pertumbuhan yang...

SIG Bikin Puluhan UMKM Naik Kelas, Ekonomi Desa Berkembang

Jakarta - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus...

HUT Jakarta Pecahkan Rekor, Ragunan Diserbu 135 Ribu Pengunjung dalam Sehari

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan tingginya...

Gangguan Listrik di Papua dan Papua Barat Berhasil Ditekan hingga 12 Persen

Jakarta - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW)...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini