30.1 C
Jakarta
Rabu, Mei 20, 2026
BerandaKATA EKBISEKONOMI dan KINERJAWFA Resmi Berlaku Maret, Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Melonjak

WFA Resmi Berlaku Maret, Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Melonjak

Jakarta – Pemerintah secara konsisten memberikan dukungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Lewat peluncuran Program Stimulus Ekonomi, pemerintah menargetkan peningkatan mobilitas, menjaga daya beli, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Lebaran Idulfitri terbukti di periode yang lama, termasuk Nataru meningkatkan mobilitas masyarakat dan kegiatan pariwisata sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal keempat yang kemarin sampai dengan 5,39 persen,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers Stimulus Ekonomi HBKN Idulfitri 2026: Diskon Tarif Transportasi, WFA, dan Bantuan Pangan di Jakarta, Selasa (10/02).

Menko Airlangga menjelaskan, setiap periode HBKN selalu diikuti lonjakan pergerakan masyarakat, termasuk peningkatan kunjungan wisata di berbagai daerah. Dengan adanya Program Stimulus Ekonomi, pemerintah berharap masyarakat lebih mudah merencanakan perjalanan saat libur HBKN, sekaligus membantu mengurai kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi.

“Peningkatan mobilitas pada periode Lebaran dan Idulfitri 2025 itu mencapai mobilitas masyarakat 154,62 juta orang dan libur Nataru 110,43 juta, dan secara year on year satu tahun di tahun 2025 itu 5,11 persen, dan pada Desember penyumbang wisman 1,41 juta dan wisnus 105,98 juta,” jelas Menko Airlangga.

Untuk HBKN Idulfitri 2026, pemerintah menyiapkan sejumlah stimulus, antara lain potongan tarif transportasi dengan total anggaran sebesar Rp911,16 miliar. Selain itu, akan diberlakukan kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau Flexible Working Arrangement (FWA) pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026 bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pekerja swasta. Kebijakan ini ditujukan untuk mengoptimalkan dampak positif lonjakan mobilitas selama periode libur.

Pemerintah juga mengalokasikan program Bantuan Pangan bagi sekitar 35,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bantuan tersebut berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan, dengan total anggaran diperkirakan mencapai Rp11,92 triliun. Penyaluran akan dilakukan sekaligus untuk dua bulan pada awal Ramadan.

Melalui rangkaian Stimulus Ekonomi HBKN Idulfitri 2026 ini, pemerintah berharap mobilitas masyarakat dapat berlangsung lebih tertib dan terkelola, roda perekonomian daerah tetap bergerak, serta kontribusi sektor transportasi dan pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional terus terjaga.

Baca Juga

Kampung Zakat 2026 Dibuka Wilayah 3T Jadi Prioritas Utama

Jakarta - Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama...

Mengenal Anggrek Vanda Tricolor yang Bertahan dari Erupsi Merapi

Yogyakarta - Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan...

Sering Bolak-balik ke Toilet? Bisa Jadi Tanda Penyakit Ini

Sering buang air kecil merupakan kondisi ketika seseorang merasa...

Tekan Tawuran, Kolong Flyover Pasar Rebo Disulap Jadi Ring Tinju

Jakarta - Ruang kreativitas bagi anak muda berupa fasilitas...

Jangan Salah Beli! Ini Rahasia Memilih Box Motor yang Sering Diabaikan

Sebagian pengguna motor membeli box motor karena kebutuhan praktis,...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini