27.5 C
Jakarta
Kamis, April 9, 2026
BerandaKATA EKBISKEUANGANAkses Kredit Masih Seret, Bank Digital Siap Ubah Nasib UMKM

Akses Kredit Masih Seret, Bank Digital Siap Ubah Nasib UMKM

Jakarta – PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) menjadikan pemberdayaan UMKM sebagai fokus utama dalam memperkuat ketahanan ekonomi digital nasional. Strategi ini sekaligus menjadi langkah perseroan untuk mengoptimalkan peran perbankan digital di tengah fase pemulihan ekonomi.

Direktur Utama Amar Bank, Vishal Tulsian, menyebut pendekatan tersebut penting untuk membuka potensi besar UMKM yang selama ini belum dimaksimalkan. Ia menegaskan, sebagai institusi pembiayaan digital, pihaknya ingin menghadirkan kemudahan akses bagi pelaku usaha agar dapat mengembangkan bisnisnya.

“Melalui solusi keuangan digital yang mudah diakses dan andal, kami ingin membuka peluang lebih besar bagi UMKM untuk tumbuh lebih produktif dan kompetitif. Ini adalah bagian dari komitmen kami dalam membangkitkan potensi besar UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional,” kata Vishal.

Berdasarkan data terbaru Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM di Indonesia telah mencapai 64,2 juta unit. Sektor ini menyumbang sekitar 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta menyerap hingga 97% tenaga kerja nasional. Namun demikian, persoalan akses pembiayaan masih menjadi tantangan besar. Target pemerintah untuk meningkatkan porsi kredit UMKM hingga 30% dari total kredit perbankan belum terealisasi, dengan capaian pada 2025 baru sekitar 19,4%.

Vishal menilai digitalisasi mampu menghadirkan proses yang lebih sederhana, akses pembiayaan yang lebih cepat, serta sistem yang lebih aman, sehingga mendorong inklusi keuangan secara lebih luas.

Pandangan serupa disampaikan Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda. Ia menilai keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi kendala utama bagi UMKM. Dalam forum Digital Banking & Economic Outlook 2026: Awakening Indonesia’s Sleeping Giant, Nailul mengungkapkan bahwa banyak pelaku usaha kecil masih mengandalkan modal pribadi atau pinjaman keluarga akibat hambatan administratif serta tingginya biaya layanan perbankan.

“Dalam konteks ini, kehadiran bank digital dan skema pembiayaan berbasis kemampuan (ability-based financing) menjadi peluang untuk memperluas akses keuangan, terutama di daerah yang masih bergantung pada pinjaman informal,” kata Nailul.

Ia juga menyoroti bahwa ekonomi digital Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Nilai transaksi pembayaran digital diperkirakan menembus Rp4.000 triliun pada 2026, didorong oleh meningkatnya penetrasi internet, penggunaan perangkat mobile, serta pesatnya adopsi QRIS baik dari sisi pengguna maupun merchant. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa isu keamanan data dan keterbatasan talenta digital masih menjadi tantangan utama.

“Ke depan, penguatan literasi, inklusi keuangan, serta inovasi digital menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” kata Nailul.

Perkuat Sistem Layanan

Senior Vice President of MSME Amar Bank, Josua Sloane Solagracia, perusahaan juga berupaya meningkatkan kesiapan usaha serta tata kelola bisnis yang lebih baik.Melalui layanan Amar Bank Bisnis, pelaku UMKM didorong untuk membangun sistem administrasi dan pengelolaan keuangan yang lebih tertata, sistematis, dan terdokumentasi dengan baik.

“Solusi ini tidak hanya membantu efisiensi operasional sehari-hari, tetapi juga memperkuat fondasi usaha dalam jangka panjang. Dengan rekam jejak keuangan yang lebih tertata, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk dinilai layak secara objektif oleh lembaga keuangan, sehingga akses terhadap pembiayaan formal menjadi semakin terbuka,” ujar Josua.

Dari sisi teknologi, Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Amar Bank, Kevin Kane, menyampaikan bahwa perusahaan akan terus memperkuat inovasi, termasuk melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), guna meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam proses perbankan.

“Di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat, kami terus mengembangkan infrastruktur dan mengeksplorasi inovasi baru untuk mendorong produktivitas dan efisiensi. Melalui otomatisasi, proses underwriting secara real-time, serta analisis perilaku nasabah, kami dapat menghadirkan pengambilan keputusan yang lebih cepat, akurat, dan aman,” ujar Kevin.

Baca Juga

APBN 2026 Triwulan I Tetap Kuat, Menkeu Ungkap Rahasia Tahan Gejolak Global

Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa...

Bikin Tenang dan Nyaman, Daikin Tambah Masa Garansi AC untuk Konsumen

Jakarta - PT Daikin Airconditioning Indonesia (DAIKIN), perusahaan asal...

Jangan Sampai Boncos! Ini Batas Aman Utang dan Tabungan Menurut Pakar

Yogyakarta - Pola konsumsi masyarakat umumnya meningkat cukup tinggi...

Stok LPG di Jateng Melimpah 6 Kali Lipat, Warga Diminta Tak Panik

Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan stok gas...

Galon Guna Ulang vs Sekali Pakai, Mana Lebih Ramah Lingkungan?

Jakarta - Di tengah meningkatnya jumlah sampah plastik nasional,...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini