28.5 C
Jakarta
Kamis, Juli 23, 2026
BerandaKATA BERITASENI BUDAYAJalan Pulang, Film yang Ungkap Makna Kebaya Lebih dari Sekadar Busana Tradisional

Jalan Pulang, Film yang Ungkap Makna Kebaya Lebih dari Sekadar Busana Tradisional

Jakarta – Bakti Budaya Djarum Foundation kembali mengampanyekan pelestarian kebaya melalui film pendek berjudul Jalan Pulang dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional yang jatuh pada 24 Juli 2026.

Berbeda dari dua film sebelumnya, Jalan Pulang menghadirkan kisah yang lebih personal. Film ini mengajak masyarakat memaknai kebaya bukan sekadar busana tradisional, melainkan simbol yang menyimpan kenangan, sejarah keluarga, dan identitas yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Cerita berpusat pada tokoh Dara, seorang creative director muda yang mendapat kesempatan melakukan rebranding terhadap rumah mode kebaya legendaris milik Madame Yati. Namun, gagasan modern yang dibawanya tidak mendapat sambutan.

Jalan Pulang, Film yang Ungkap Makna Kebaya Lebih dari Sekadar Busana Tradisional
Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian memberi keterangan pers film pendek Jalan Pulang dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional di Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu (23/07/2026) (katafoto/Fery Pradolo)

Penolakan tersebut mendorong Dara mempertanyakan kembali pandangannya tentang kebaya. Dalam pencarian makna itu, ia pulang ke rumah ibunya dan menemukan sejumlah kebaya lama yang hendak disumbangkan.

Dari setiap helai kebaya yang ditemukannya, Dara perlahan mengenang kembali perjalanan hidup keluarganya. Pengalaman itu mengubah cara pandangnya. Ia menyadari bahwa kebaya bukan hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menjadi saksi berbagai peristiwa penting yang membentuk identitas seseorang.

Disutradarai oleh Bramsky, Jalan Pulang menyuguhkan cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Film ini menggambarkan bagaimana warisan budaya dapat terus hidup melalui hubungan antargenerasi dan nilai-nilai yang diwariskan di dalam keluarga.

Alih-alih menyampaikan sejarah kebaya secara eksplisit, film ini memilih pendekatan emosional dengan memperlihatkan bagaimana sehelai kebaya mampu merekam kisah tentang rumah, kasih sayang, ibu, hingga akar budaya yang sering kali baru disadari maknanya ketika seseorang kembali menelusuri masa lalunya.

Jalan Pulang, Film yang Ungkap Makna Kebaya Lebih dari Sekadar Busana Tradisional
Aktris Sheila Dara Aisha, memberi keterangan pers film pendek Jalan Pulang dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional di Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu (23/07/2026) (katafoto/Fery Pradolo)

Bramsky mengatakan, melalui Jalan Pulang ia ingin mengajak masyarakat melihat kebaya sebagai bagian dari perjalanan hidup, bukan sekadar pakaian yang dikenakan pada acara tertentu.

“Di balik setiap lipatan kebaya terdapat kenangan, rumah, keluarga, dan identitas. Saya berharap film ini tidak hanya mendorong masyarakat mengenakan kebaya, tetapi juga memahami dan meneruskan cerita yang dibawanya,” ujarnya.

Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian, berharap film tersebut dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai makna kebaya sebagai warisan budaya yang sarat nilai.

Menurutnya, selama tiga tahun terakhir pihaknya terus mengangkat kebaya dari berbagai perspektif. Jika sebelumnya kebaya diposisikan sebagai simbol ekspresi diri dan identitas budaya, kali ini fokus diarahkan pada kisah-kisah yang tersimpan di balik setiap helai kain.

“Melalui Jalan Pulang, kami ingin mengajak masyarakat memahami bahwa setiap kebaya menyimpan cerita yang layak diwariskan kepada generasi berikutnya,” kata Renitasari.

Jalan Pulang, Film yang Ungkap Makna Kebaya Lebih dari Sekadar Busana Tradisional
Sutradara Bramsky, memberi keterangan pers film pendek Jalan Pulang dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional di Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu (23/07/2026) (katafoto/Fery Pradolo)

Film ini turut dibintangi sejumlah aktor dan aktris ternama, di antaranya Widyawati, Sheila Dara Aisha, Asri Welas, dan Sharon Sitania.

Di balik layar, Jalan Pulang melibatkan kolaborasi para pekerja seni dari berbagai bidang. Skenario ditulis oleh Widya Arifianti bersama Ayesha Alma Almera, sementara penataan artistik dipercayakan kepada Dita Gambiro. Nuansa emosional film diperkuat melalui tata suara garapan Anhar Moha dan komposisi musik karya Ofel Obaja. Adapun penataan busana oleh Hagai Pakan menjadikan kebaya bukan hanya elemen visual, tetapi bagian penting dari perjalanan setiap karakter.

Melalui film ini, Bakti Budaya Djarum Foundation mengajak masyarakat untuk kembali memaknai kebaya sebagai warisan keluarga yang menyimpan sejarah dan identitas budaya Indonesia. Film pendek Jalan Pulang dijadwalkan tayang di kanal YouTube Indonesia Kaya mulai 24 Juli 2026.

Baca Juga

Gunung Merapi Kembali Luncurkan 30 Guguran Lava, Ini Wilayah yang Berpotensi Terdampak

Yogyakarta - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih terpantau tinggi....

Harga Sayuran Naik Akibat Kekeringan, Pemprov DKI Siapkan Langkah Penanganan

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bergerak cepat...

Bandara Husein Sastranegara Siap Dibuka Lagi, Enam Maskapai Antre Beroperasi

Bandung- PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memastikan seluruh...

Investor Ramai Incar Obligasi DKI, Jakarta Siap Bangun Tanpa Bebani APBD

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan rencana...

Jangan Tunggu Gundul, Ini 3 Tanda Ban Motor Wajib Diganti Secepatnya

Banyak pengendara motor lebih fokus merawat mesin atau sistem...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini