katafoto, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui penerimaan bantuan asing untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Meski demikian, mekanisme pelaksanaan bantuan tersebut masih dibahas secara teknis oleh pemerintah bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait.
Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan, pembahasan teknis tersebut melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai salah satu instansi yang menangani penanggulangan bencana.
“Bapak Presiden juga seperti kita ketahui sudah menyampaikan persetujuannya, dan juga ini sudah dalam pembahasan pada level teknis, ya. Jadi ini kan level teknisnya adalah BNPB,” kata Arrmanatha kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/10).
Selain membahas kemungkinan dukungan dari negara lain, pemerintah juga telah menyampaikan perkembangan penanganan karhutla di Indonesia kepada negara-negara ASEAN.
Arrmanatha menjelaskan, kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatera telah memenuhi persyaratan untuk dibahas bersama negara-negara tetangga.
Pemerintah telah membagikan informasi mengenai kondisi kebakaran, langkah penanganan yang dilakukan, hingga perkembangan situasi terkini di lapangan kepada negara-negara di kawasan Asia Tenggara.
“Jadi kita sudah share semua data-data kita, apa langkah-langkah yang kita lakukan, situasinya, perkembangannya,” ujarnya.
Berdasarkan laporan terakhir yang diterimanya, Arrmanatha menyebut penanganan karhutla menunjukkan perkembangan positif. Salah satu indikatornya adalah penurunan jumlah titik panas atau hotspot dari hari ke hari.
“Dari laporan yang terakhir saya dapatkan, ada kemajuan, ya, setiap hari ada kemajuan, jumlah hotspot itu berkurang. Jadi itu yang mungkin detailnya bisa ditanyakan kepada BNPB,” lanjutnya.
Di dalam negeri, pemerintah telah mengerahkan sekitar 60.000 personel serta helikopter untuk mendukung upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan.
Namun, proses penanganan masih menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi cuaca yang menyulitkan upaya pengendalian api. Faktor tersebut menjadi salah satu perhatian utama pemerintah dalam menangani karhutla.
“Namun kembali lagi ini tantangannya sangat besar, terutama dari aspek cuaca. Perlu kita ingat kenapa ini menjadi perhatian yang sangat tinggi Bapak Presiden,” kata Arrmanatha.
Dengan persetujuan Presiden Prabowo terhadap bantuan asing, pemerintah kini melanjutkan pembahasan teknis terkait mekanisme dukungan tersebut. Upaya penanganan karhutla juga terus dilakukan melalui pengerahan personel, penggunaan helikopter, koordinasi lintas lembaga, serta komunikasi dengan negara-negara ASEAN.

