37.4 C
Jakarta
Jumat, Oktober 16, 2026
BerandaKATA GAYA HIDUPKESEHATANKemenkes Ungkap 3 Juta Orang Alami Depresi, Hanya 12,7 Persen Berobat

Kemenkes Ungkap 3 Juta Orang Alami Depresi, Hanya 12,7 Persen Berobat

katafoto, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengajak masyarakat, terutama keluarga, untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan jiwa. Upaya ini juga mencakup penciptaan lingkungan yang aman dan inklusif bagi individu neurodivergent, yakni orang dengan keragaman cara kerja otak.

Keluarga dinilai memiliki peran penting dalam memahami kondisi, menerima perbedaan, serta memberikan dukungan sesuai kebutuhan individu neurodivergent. Dengan dukungan yang tepat, mereka diharapkan dapat tumbuh, berkembang, dan mengoptimalkan potensi diri.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi, mengungkapkan bahwa jutaan orang di Indonesia mengalami depresi, tetapi hanya sebagian kecil yang memperoleh pengobatan.

Endang menyebutkan bahwa dari sekitar 3 juta orang dengan depresi, baru 12,7 persen yang mendapatkan pengobatan. Hal itu disampaikannya dalam Temu Media bertajuk “Sehat Jiwaku, Unik Caraku: Keluarga Merangkul, Kesehatan Jiwa Terjaga, Neurodivergent Berdaya” dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia.

”Artinya, 9 dari 10 orang dengan depresi belum terjangkau layanan kesehatan. Beban tertinggi justru berada pada kelompok anak muda usia 15 hingga 24 tahun,” ujar Endang.

Menurut Endang, keterbatasan akses layanan kesehatan dan stigma sosial masih menjadi kendala dalam penanganan masalah kesehatan jiwa. Oleh karena itu, penguatan layanan kesehatan primer dan edukasi kepada masyarakat perlu terus dilakukan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan bantuan dan tidak takut mencari pertolongan profesional.

Pentingnya Memahami ADHD dan Disleksia

Selain kesehatan jiwa secara umum, Kemenkes juga menyoroti pentingnya pemahaman terhadap individu neurodivergent, termasuk mereka yang memiliki ADHD dan disleksia.

ADHD merupakan gangguan perkembangan saraf yang dapat memengaruhi perhatian dan kontrol diri. Sementara itu, disleksia merupakan gangguan belajar spesifik yang berdampak pada kemampuan membaca dan menulis.

Endang menegaskan, kondisi tersebut tidak seharusnya dianggap sebagai kemalasan, kekurangan pribadi, ataupun akibat kesalahan pola asuh. Pemahaman yang benar dari keluarga, lingkungan sekolah, dan masyarakat diperlukan agar individu neurodivergent memperoleh dukungan serta akomodasi sesuai kebutuhannya.

“Kondisi tersebut bukanlah bentuk kemalasan, kekurangan pribadi, ataupun akibat kesalahan pola asuh. Pemahaman yang tepat dari keluarga, sekolah, dan masyarakat diperlukan agar individu neurodivergent mendapatkan dukungan serta akomodasi sesuai kebutuhannya,” ujar Endang.

Gangguan Jiwa Jadi Beban Kesehatan di Indonesia

Mengutip data Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), gangguan jiwa menjadi penyebab kedua terbesar hilangnya tahun hidup sehat akibat disabilitas di Indonesia.

Sementara itu, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi depresi pada penduduk berusia di atas 15 tahun mencapai 1,4 persen. Angka tersebut diperkirakan setara dengan 2,5 juta hingga 3 juta orang.

Namun, dari jumlah tersebut, hanya 12,7 persen yang telah mendapatkan pengobatan. Data ini menunjukkan masih adanya kesenjangan antara jumlah orang yang mengalami depresi dan mereka yang memperoleh layanan penanganan.

Karena itu, keterlibatan keluarga, peningkatan pemahaman masyarakat, serta akses terhadap layanan kesehatan jiwa menjadi bagian penting dalam mendukung pemulihan dan meningkatkan kualitas hidup individu yang membutuhkan pertolongan.

Baca Juga

Asap Karhutla Ganggu 1.813 Penerbangan, 93 Penerbangan Dibatalkan dalam Tiga Hari

katafoto, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak...

Karhutla Belum Berstatus Bencana Nasional, Dudung Ungkap Kondisi Terkini

katafoto, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto belum menetapkan kebakaran...

Bawa Uang Ringgit Hampir Rp400 Juta, Pelintas Batas Terjaring Bea Cukai

katafoto, Sintete - Bea Cukai Sintete menindak seorang pelintas...

Teken 15 Kerja Sama Strategis, Elektrifikasi Transjakarta Tembus Rp5,07 Triliun

katafoto, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyaksikan...

Pungli hingga Dugaan Penyiksaan di Lapas, Ini Aduan yang Diterima Komnas HAM

katafoto, Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini