33 C
Jakarta
Rabu, September 30, 2026
BerandaKATA EKBISAGRIBISNISProduksi Beras Indonesia Tertinggi di ASEAN, Capai 34,6 Juta Ton

Produksi Beras Indonesia Tertinggi di ASEAN, Capai 34,6 Juta Ton

Jakarta – Sektor pertanian di Indonesia terus menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Berdasarkan laporan USDA Rice Outlook edisi April 2025, produksi beras nasional diperkirakan mencapai 34,6 juta ton, mengalami pertumbuhan sebesar 4,8 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Peningkatan ini menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar di kawasan ASEAN. Di bawah Indonesia, Vietnam berada di posisi kedua dengan produksi 26,5 juta ton, disusul oleh Thailand sebesar 20,1 juta ton, Filipina 12 juta ton, Kamboja 7,337 juta ton, Laos 1,8 juta ton, dan Malaysia 1,750 juta ton (berdasarkan laporan musim tanam 2024/2025 dari USDA).

Kenaikan produksi ini turut memperbaiki posisi Indonesia yang sebelumnya masih bergantung pada impor beras. Keberhasilan ini juga menimbulkan kekhawatiran di negara eksportir besar seperti Thailand, yang volume ekspornya anjlok hingga 30 persen pada kuartal pertama 2025.

Pemerintah turut mendukung peningkatan produksi ini dengan menyerap gabah petani melalui skema harga pembelian pemerintah (HPP). Langkah tersebut bertujuan untuk memastikan hasil panen terserap secara maksimal, sekaligus memberikan keuntungan yang layak bagi petani.

Data dari Perum Bulog hingga Minggu (11/5) pukul 16.51 WIB mencatat total serapan gabah setara beras sepanjang 2025 telah mencapai 2.052.541 ton. Jumlah ini merupakan pencapaian tertinggi sejak Bulog didirikan 58 tahun lalu dan menunjukkan keberhasilan strategi penyerapan nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam beberapa kesempatan menegaskan bahwa pencapaian tersebut sepenuhnya berasal dari produksi dalam negeri, tanpa adanya impor beras medium sejak awal 2025. Ia optimistis cadangan beras pemerintah (CBP) bisa menembus angka 4 juta ton pada akhir Mei 2025.

“Ini adalah lompatan yang sangat signifikan. Bulog akan terus kami dorong untuk menyerap gabah sesuai kapasitas maksimum dan HPP yang berlaku. Harga ini memberikan keadilan bagi petani, meningkatkan kesejahteraan mereka, dan mendorong peningkatan produksi ke depan,” ujarnya dikutip dalam keterangan tertulis Kementerian Pertanian pada Senin (12/5).

Baca Juga

Transaksi Digital Melonjak 40 Persen, BI Tegaskan Uang Cash Tetap Berlaku

katafoto, Jakarta - Transaksi pembayaran digital di Indonesia terus...

Gaji Baru Masuk Sudah Habis? Ini Trik Buat Gen-Z Biar Tak Lagi ‘Numpang Lewat’

katafoto, Jakarta - Istilah "gaji numpang lewat" kini semakin...

Tak Kenal Usia, 40 Perempuan Lansia di Sleman Kembali Sekolah

katafoto, Sleman - Usia lanjut bukan menjadi alasan untuk...

Pasar Mobil Listrik Indonesia Menggeliat, BYD Kuasai 37 Persen Pangsa Pasar

katafoto, Jakarta - Pasar kendaraan energi baru atau New...

Danantara-Thales Jajaki Investasi AI hingga Teknologi Pasca-Kuantum di Indonesia

katafoto, Jakarta - Danantara Indonesia memperluas penjajakan kerja sama...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini