30.4 C
Jakarta
Senin, Juni 8, 2026
BerandaKATA EKBISKEUANGANStrategi Pemerintah Capai Pertumbuhan Ekonomi 5,2–5,8 Persen di 2026

Strategi Pemerintah Capai Pertumbuhan Ekonomi 5,2–5,8 Persen di 2026

Jakarta – Pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026 di kisaran 5,2 persen hingga 5,8 persen, sebagaimana tercantum dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) tahun tersebut. Target ini menjadi pijakan awal menuju ambisi jangka panjang pemerintah untuk mencapai pertumbuhan hingga 8 persen dalam beberapa tahun ke depan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk mewujudkan target tersebut. “Di tengah tantangan global yang terus berubah, kita harus memperkuat sinergi dan semangat gotong royong antar seluruh elemen bangsa,” ujarnya saat Rapat Paripurna di DPR RI, Selasa (20/5).

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang sehat, pemerintah menetapkan target inflasi di kisaran 2,5 persen ±1 persen. Upaya pengendalian dilakukan dengan menyeimbangkan antara sisi penawaran dan permintaan, agar inflasi tetap terjaga namun pertumbuhan tidak terhambat.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan berada di kisaran Rp16.500–Rp16.900, sebagai bentuk mitigasi terhadap gejolak eksternal sekaligus menjaga daya beli masyarakat serta memberi kepastian bagi para investor.

Prioritas Transformasi Ekonomi dan Hilirisasi SDA

Transformasi ekonomi menjadi agenda utama pemerintah. Langkah konkret diarahkan pada hilirisasi sumber daya alam (SDA), peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta pembenahan iklim investasi agar lebih menarik dan kompetitif.

“Target pertumbuhan ini diharapkan menjadi fondasi yang kokoh untuk membawa Indonesia menuju visi Indonesia Maju 2045,” tutur Sri Mulyani.

Stabilitas Keuangan dan Proyeksi Sektor Energi

Pemerintah memperkirakan suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun akan berada dalam rentang 6,6 persen hingga 7,2 persen. Kepercayaan investor terhadap pasar obligasi serta arus masuk investasi asing menjadi faktor penopang utama kestabilan keuangan.

“Minat pasar terhadap SBN masih tinggi, sementara kinerja ekspor tetap solid. Ini membantu menopang pertumbuhan dan menjaga ketahanan ekonomi kita,” ujarnya.

Di sektor energi, asumsi harga minyak mentah Indonesia dipatok antara US$ 60–80 per barel. Target produksi minyak atau lifting berada di angka 600.000–605.000 barel per hari, dan lifting gas ditargetkan 953.000 hingga 1.017 juta barel setara minyak per hari. Untuk mencapai ini, pemerintah menekankan pentingnya investasi dan teknologi modern.

Kebijakan Fiskal Dukung Akselerasi Pertumbuhan

Sri Mulyani menambahkan, kebijakan fiskal akan terus diarahkan untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi dan menekan angka kemiskinan. “Fiskal yang solid dan terarah akan menjadi fondasi bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Dengan strategi yang terencana dan pendekatan kolaboratif lintas kementerian serta dukungan dari dunia usaha dan masyarakat, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi 2026 dapat tercapai sesuai harapan.

Baca Juga

China Bangun 35.000 Pabrik Pintar AI Pangkas Cacat Produk hingga 47 Persen

Tiongkok terus memperkuat transformasi sektor manufakturnya melalui pengembangan sistem...

Dugaan Suap Pengurusan WNA Terbongkar, KPK Tahan Silmy Karim

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Wakil...

MRT Jakarta Angkut Lebih dari 152 Ribu Penumpang dalam Dua Hari

Jakarta - PT MRT Jakarta (Perseroda) mencatat tingginya minat...

DPR Resmi Sahkan UU P2SK, Industri Kripto hingga BEI Masuk Babak Baru

Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) resmi mengesahkan Rancangan...

Data Geospasial Dinilai Jadi Kunci Penyelesaian Sengketa Lahan Pasuruan

Jakarta - Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Bina Adwil)...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini