<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kementerian Kesehatan - Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/kementerian-kesehatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/kementerian-kesehatan/</link>
	<description>Buka Mata Tangkap Momen</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Apr 2026 03:11:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Kementerian Kesehatan - Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/kementerian-kesehatan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Target Belum Tercapai, Hampir 1 Juta Anak Indonesia Belum Imunisasi</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/04/12/target-belum-tercapai-hampir-1-juta-anak-indonesia-belum-imunisasi/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/04/12/target-belum-tercapai-hampir-1-juta-anak-indonesia-belum-imunisasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 03:06:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[DPT HB Hib]]></category>
		<category><![CDATA[herd immunity]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi anak]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan anak]]></category>
		<category><![CDATA[program imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[vaksin anak]]></category>
		<category><![CDATA[zero dose]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=15901</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Hingga tahun 2025, pemerataan cakupan imunisasi untuk bayi, baduta, hingga anak usia sekolah belum sepenuhnya tercapai. Selain itu, jumlah anak yang belum memperoleh imunisasi dasar lengkap atau dikenal sebagai zero dose masih ditemukan di berbagai wilayah. Situasi ini menjadi perhatian serius Kementerian Kesehatan, mengingat imunisasi merupakan hak dasar anak yang harus dipenuhi oleh [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/12/target-belum-tercapai-hampir-1-juta-anak-indonesia-belum-imunisasi/">Target Belum Tercapai, Hampir 1 Juta Anak Indonesia Belum Imunisasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Hingga tahun 2025, pemerataan cakupan imunisasi untuk bayi, baduta, hingga anak usia sekolah belum sepenuhnya tercapai. Selain itu, jumlah anak yang belum memperoleh imunisasi dasar lengkap atau dikenal sebagai zero dose masih ditemukan di berbagai wilayah.</p>
<p>Situasi ini menjadi perhatian serius Kementerian Kesehatan, mengingat imunisasi merupakan hak dasar anak yang harus dipenuhi oleh negara, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga keluarga.</p>
<p>Ketua Tim Kerja Imunisasi Bayi dan Anak Direktorat Imunisasi Ditjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. Gertrudis Tandy, menegaskan bahwa pelaksanaan imunisasi harus dilakukan secara optimal tanpa kompromi.</p>
<p>“Imunisasi adalah hak anak yang harus dilindungi. Semua pihak memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan melalui imunisasi,” ujarnya dalam webinar nasional yang dikutip di Jakarta, Jumat (10/4).</p>
<p>Ia menjelaskan, komitmen tersebut selaras dengan amanat UUD 1945, Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014, Undang-Undang Pemerintahan Daerah Nomor 23 Tahun 2014, serta Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.</p>
<p><b>Hampir 1 Juta Anak Masih Zero Dose</b></p>
<p>Dilansir dari laman infopublik, kondisi serupa juga terjadi pada imunisasi anak usia sekolah, di mana cakupan nasional masih berada di bawah target 88 persen pada 2025. Sorotan lain adalah tingginya jumlah anak zero dose DPT-HB-Hib, yakni anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi dasar sama sekali. Pada 2025, jumlahnya mencapai 991.022 anak.</p>
<p>Angka ini menunjukkan masih banyak anak yang berisiko terkena penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan vaksin, seperti difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, dan infeksi Hib. “Kalau anak tidak diimunisasi lengkap atau terlambat, maka ia menjadi rentan tertular penyakit dan juga bisa menjadi sumber penularan bagi orang lain,” kata dr. Gertrudis.</p>
<figure id="attachment_15905" aria-describedby="caption-attachment-15905" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-15905" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/Capaian_Imunisasi_20251-copy.jpg" alt="Target Belum Tercapai, Hampir 1 Juta Anak Indonesia Belum Imunisasi" width="1200" height="625" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/Capaian_Imunisasi_20251-copy.jpg 1200w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/Capaian_Imunisasi_20251-copy-300x156.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/Capaian_Imunisasi_20251-copy-1024x533.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/Capaian_Imunisasi_20251-copy-768x400.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/Capaian_Imunisasi_20251-copy-150x78.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/Capaian_Imunisasi_20251-copy-696x363.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/Capaian_Imunisasi_20251-copy-1068x556.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-15905" class="wp-caption-text">Indikator Capaian Imunisasi bayi, baduta, dan anak usia sekolah 2025 (Kemenkes)</figcaption></figure>
<p>Meski demikian, sejumlah indikator program imunisasi sepanjang 2025 menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Data capaian mencatat imunisasi bayi lengkap berhasil melampaui target nasional, yakni mencapai 80,2 persen dari target 80 persen.</p>
<p>Beberapa indikator lain juga melampaui target, di antaranya cakupan kekebalan kelompok sebesar 44,5 persen (target 30 persen), imunisasi antigen baru 72,9 persen (target 65 persen), imunisasi lengkap baduta 78,9 persen (target 70 persen), cakupan HPV 91,1 persen (target 90 persen), serta wanita usia subur dengan status imunisasi T2+ sebesar 72,1 persen (target 65 persen).</p>
<p>Namun, masih terdapat indikator penting yang belum memenuhi target, seperti cakupan MR1 pada bayi yang baru mencapai 82,6 persen (target 85 persen), serta imunisasi anak usia sekolah dasar sebesar 82,1 persen (target 88 persen). Hal ini menjadi peringatan bagi daerah untuk meningkatkan jangkauan layanan, khususnya di wilayah dengan cakupan rendah.</p>
<p><b>Imunisasi Bukan Sekadar Angka</b></p>
<p>Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa capaian imunisasi bukan sekadar angka statistik, melainkan representasi perlindungan nyata bagi setiap anak. Anak yang mendapatkan imunisasi akan memiliki antibodi spesifik untuk melawan penyakit tertentu.</p>
<p>Jika cakupan imunisasi tinggi dan merata, maka akan terbentuk kekebalan kelompok (herd immunity) yang mampu melindungi masyarakat luas, termasuk kelompok rentan seperti bayi baru lahir dan lansia. “Jangan ada satu anak pun yang tertinggal. Semua anak berhak mendapatkan imunisasi,” tegas dr. Gertrudis.</p>
<p>Memasuki tahun 2026, pemerintah meningkatkan target nasional sebagai upaya percepatan perlindungan anak. Cakupan imunisasi bayi lengkap ditargetkan mencapai 85 persen, sementara imunisasi usia sekolah ditargetkan mencapai 90 persen.</p>
<p>“Ini baru April, perjalanan masih panjang. Dengan kerja keras dan semangat bersama, target 2026 harus bisa kita capai,” pungkasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/12/target-belum-tercapai-hampir-1-juta-anak-indonesia-belum-imunisasi/">Target Belum Tercapai, Hampir 1 Juta Anak Indonesia Belum Imunisasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/04/12/target-belum-tercapai-hampir-1-juta-anak-indonesia-belum-imunisasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Layanan Darurat RS Tetap Beroperasi Selama Libur Nyepi dan Lebaran</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/03/17/layanan-darurat-rs-tetap-beroperasi-selama-libur-nyepi-dan-lebaran/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/03/17/layanan-darurat-rs-tetap-beroperasi-selama-libur-nyepi-dan-lebaran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2026 04:36:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[layanan darurat RS]]></category>
		<category><![CDATA[Layanan kesehatan Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Libur Lebaran 2026]]></category>
		<category><![CDATA[mobilitas Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Publik]]></category>
		<category><![CDATA[RS Dharmais]]></category>
		<category><![CDATA[rumah sakit Kemenkes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=15615</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa layanan medis di seluruh rumah sakit yang berada di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan tetap berjalan selama periode libur Lebaran, meskipun akan ada beberapa penyesuaian dalam operasionalnya. Saat meninjau kesiapan layanan kesehatan di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta, Senin (16/3), Menkes Budi menyampaikan bahwa layanan darurat [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/03/17/layanan-darurat-rs-tetap-beroperasi-selama-libur-nyepi-dan-lebaran/">Layanan Darurat RS Tetap Beroperasi Selama Libur Nyepi dan Lebaran</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa layanan medis di seluruh rumah sakit yang berada di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan tetap berjalan selama periode libur Lebaran, meskipun akan ada beberapa penyesuaian dalam operasionalnya.</p>
<p>Saat meninjau kesiapan layanan kesehatan di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta, Senin (16/3), Menkes Budi menyampaikan bahwa layanan darurat tetap beroperasi secara penuh. Ia mencontohkan penanganan pasien stroke, pemeriksaan CT scan, hingga tindakan operasi untuk kasus pendarahan tetap tersedia tanpa pembatasan.</p>
<p>“Selama liburan panjang ini sesuai arahan dari Bapak Presiden, kita akan tetap beroperasi untuk tindakan-tindakan emergency. Yang sifatnya emergency atau menyelamatkan nyawa itu beroperasi penuh,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Meski demikian, Kementerian Kesehatan akan melakukan penyesuaian terhadap layanan medis yang bersifat elektif atau terjadwal pada periode 20–23 Maret 2026. Tindakan elektif merupakan prosedur medis yang telah dijadwalkan sebelumnya dan tidak bersifat darurat, seperti pemeriksaan rutin maupun terapi yang telah direncanakan.</p>
<p>“Jadi tugasnya para Dirut (Rumah Sakit Kemenkes) adalah mengatur ulang jumlah tenaga SDM-nya yang diperlukan untuk menjalankan tindakan-tindakan terjadwal, elektif atau non-emergency. Karena mungkin akan lebih banyak jumlah layanan di hari sebelum atau di hari sesudahnya,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengatakan bahwa periode libur Lebaran biasanya diiringi dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.</p>
<p>“Menindaklanjuti arahan Bapak Presiden, pemerintah secara proaktif ingin memastikan bahwa fasilitas layanan, sistem pelayanan, serta kesiapan tenaga kesehatan dan petugas pendukung berada dalam kondisi siap memberikan pelayanan yang cepat, responsif, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Rini.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/03/17/layanan-darurat-rs-tetap-beroperasi-selama-libur-nyepi-dan-lebaran/">Layanan Darurat RS Tetap Beroperasi Selama Libur Nyepi dan Lebaran</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/03/17/layanan-darurat-rs-tetap-beroperasi-selama-libur-nyepi-dan-lebaran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hampir Setahun Berjalan Cek Kesehatan Gratis Tembus 70 Juta Peserta</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/12/31/hampir-setahun-berjalan-cek-kesehatan-gratis-tembus-70-juta-peserta/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/12/31/hampir-setahun-berjalan-cek-kesehatan-gratis-tembus-70-juta-peserta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 05:17:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Cek Kesehatan Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[CKG]]></category>
		<category><![CDATA[Deteksi Dini]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkes]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan preventif]]></category>
		<category><![CDATA[Layanan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemeriksaan Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=14565</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencatatkan hasil positif dengan tingkat partisipasi masyarakat yang sangat tinggi. Hingga 29 Desember 2025, jumlah peserta yang hadir dalam program ini telah melampaui 70 juta orang, menandakan antusiasme luas terhadap layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, mengapresiasi tingginya keterlibatan masyarakat [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/12/31/hampir-setahun-berjalan-cek-kesehatan-gratis-tembus-70-juta-peserta/">Hampir Setahun Berjalan Cek Kesehatan Gratis Tembus 70 Juta Peserta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta </b>&#8211; Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencatatkan hasil positif dengan tingkat partisipasi masyarakat yang sangat tinggi. Hingga 29 Desember 2025, jumlah peserta yang hadir dalam program ini telah melampaui 70 juta orang, menandakan antusiasme luas terhadap layanan pemeriksaan kesehatan gratis.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, mengapresiasi tingginya keterlibatan masyarakat sepanjang hampir satu tahun pelaksanaan CKG. Ia menilai capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran publik akan pentingnya deteksi dini serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Aji juga menyampaikan penghargaan kepada para tenaga kesehatan yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program di puskesmas, sekolah, hingga komunitas masyarakat di berbagai daerah. Menurutnya, keberhasilan CKG tidak lepas dari kerja sama erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta partisipasi aktif masyarakat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ke depan, Kementerian Kesehatan berharap program CKG terus diperkuat sebagai salah satu pilar layanan kesehatan promotif dan preventif untuk mendukung terwujudnya masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan produktif.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Berdasarkan laporan harian CKG per 29 Desember 2025 pukul 22.15 WIB, tercatat sebanyak 70.292.151 peserta hadir dari total 73.128.356 pendaftar, atau setara dengan tingkat kehadiran 96,12 persen. Kontribusi terbesar berasal dari CKG Umum dengan persentase kehadiran mencapai 96,97 persen.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pada kategori CKG Umum, dari total 47.393.692 pendaftar, sebanyak 45.957.044 orang memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan pemerintah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sementara itu, pelaksanaan CKG Sekolah juga menunjukkan capaian yang solid. Dari 25.734.664 pendaftar, tercatat 24.335.107 peserta hadir atau sekitar 94,56 persen. Program ini menjangkau peserta didik di berbagai jenjang, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, termasuk pesantren dan sekolah luar biasa (SLB).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sebagai salah satu program unggulan atau <i>quick win</i> Presiden Prabowo Subianto, CKG telah dilaksanakan di seluruh 38 provinsi dengan dukungan 514 kabupaten/kota. Program ini juga melibatkan 10.588 fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Khusus di sektor pendidikan, CKG Sekolah mencatat sebanyak 16.758.454 siswa telah mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan lengkap. Pelaksanaannya didukung ribuan puskesmas yang aktif menjangkau sekolah-sekolah, termasuk di wilayah terpencil dan sulit diakses.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/12/31/hampir-setahun-berjalan-cek-kesehatan-gratis-tembus-70-juta-peserta/">Hampir Setahun Berjalan Cek Kesehatan Gratis Tembus 70 Juta Peserta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/12/31/hampir-setahun-berjalan-cek-kesehatan-gratis-tembus-70-juta-peserta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>CKG Halodoc Banjir Peserta, Ribuan Risiko Penyakit Berhasil Terdeteksi Dini</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/12/02/ckg-halodoc-banjir-peserta-ribuan-risiko-penyakit-berhasil-terdeteksi-dini/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/12/02/ckg-halodoc-banjir-peserta-ribuan-risiko-penyakit-berhasil-terdeteksi-dini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2025 13:39:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Cek Kesehatan Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Deteksi Dini]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Halodoc]]></category>
		<category><![CDATA[hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[kolesterol]]></category>
		<category><![CDATA[Layanan Kesehatan Digital]]></category>
		<category><![CDATA[program kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Transformasi Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=13988</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Halodoc, sebagai ekosistem layanan kesehatan digital kembali meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di berbagai komunitas. Sepanjang penyelenggaraannya, lebih dari 4.000 peserta di sejumlah kota besar, sekaligus mendukung agenda transformasi kesehatan nasional yang dicanangkan Kementerian Kesehatan. Program ini menjadi bentuk kontribusi Halodoc dalam mendorong terwujudnya Generasi Sehat, Masa Depan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/12/02/ckg-halodoc-banjir-peserta-ribuan-risiko-penyakit-berhasil-terdeteksi-dini/">CKG Halodoc Banjir Peserta, Ribuan Risiko Penyakit Berhasil Terdeteksi Dini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Halodoc, sebagai ekosistem layanan kesehatan digital kembali meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di berbagai komunitas. Sepanjang penyelenggaraannya, lebih dari 4.000 peserta di sejumlah kota besar, sekaligus mendukung agenda transformasi kesehatan nasional yang dicanangkan Kementerian Kesehatan. Program ini menjadi bentuk kontribusi Halodoc dalam mendorong terwujudnya Generasi Sehat, Masa Depan Hebat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kesehatan adalah hak setiap orang. Melalui percepatan program CKG, kami ingin menghadirkan solusi nyata terhadap tantangan akses layanan kesehatan preventif bagi masyarakat. Tingginya partisipasi ini bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan kebutuhan di lapangan dan komitmen kami mendukung visi kesehatan nasional,” ujar Adeline Fiane Hindarto, VP Government Relations and Corporate Affairs Halodoc.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Program ini dirancang sebagai dukungan terhadap pilar pertama transformasi kesehatan Kementerian Kesehatan, yaitu Transformasi Layanan Primer yang mengedepankan edukasi dan pencegahan penyakit. Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan dasar—mulai dari gula darah, tekanan darah, indeks massa tubuh (IMT), konsultasi kesehatan dengan tenaga profesional, hingga pemberian bantuan berupa obat dan vitamin.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pelaksanaan kegiatan diperkuat oleh lebih dari 30 mitra strategis, termasuk dinas kesehatan daerah, fasilitas kesehatan, serta perusahaan swasta seperti PT Otto Pharmaceutical Industries dan PT Pertiwi Agung (Landson) yang menyediakan obat-obatan gratis. Tahun ini, penyelenggaraan program diperluas, tidak hanya berfokus di Jakarta, tetapi juga menjangkau warga di Bandung dan Surabaya sebagai upaya pemerataan edukasi kesehatan preventif dan deteksi dini.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Peran tenaga kesehatan dalam program ini turut menjadi kunci keberhasilan. Mereka memastikan setiap peserta mendapatkan pemeriksaan komprehensif, edukasi yang tepat, serta rujukan bila diperlukan. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Banyak risiko kesehatan dapat kami deteksi sejak awal. Hal ini memberi kesempatan bagi masyarakat untuk segera menangani kondisi yang berpotensi berkembang menjadi penyakit serius. Temuan seperti hipertensi, kolesterol tinggi, asam urat, diabetes, hingga rematik perlu segera mendapat perhatian. Karena itu, kami berkomitmen untuk memperluas jangkauan program ini agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dari anak-anak hingga lansia,” ujar<span class="Apple-converted-space">  </span>Chief of Medical Halodoc, dr. Irwan Heriyanto, MARS.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/12/02/ckg-halodoc-banjir-peserta-ribuan-risiko-penyakit-berhasil-terdeteksi-dini/">CKG Halodoc Banjir Peserta, Ribuan Risiko Penyakit Berhasil Terdeteksi Dini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/12/02/ckg-halodoc-banjir-peserta-ribuan-risiko-penyakit-berhasil-terdeteksi-dini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tembus 4,2 Juta, Dokter UGM Ungkap Cara Sederhana Cegah Alzheimer</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/11/29/tembus-42-juta-dokter-ugm-ungkap-cara-sederhana-cegah-alzheimer/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/11/29/tembus-42-juta-dokter-ugm-ungkap-cara-sederhana-cegah-alzheimer/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2025 03:58:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Aktivitas Fisik]]></category>
		<category><![CDATA[Alzheimer]]></category>
		<category><![CDATA[Demensia]]></category>
		<category><![CDATA[Geriatri]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan mental]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Otak]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan Alzheimer]]></category>
		<category><![CDATA[UGM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=13929</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Jumlah penderita Alzheimer di Indonesia terus bertambah seiring meningkatnya populasi lanjut usia. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan lebih dari 4,2 juta warga mengalami penyakit tersebut, menjadikannya salah satu tantangan terbesar dalam menghadapi masyarakat yang semakin menua. Alzheimer merupakan kondisi yang muncul akibat menurunnya fungsi otak sehingga memengaruhi kemampuan mengingat, perilaku, serta proses berpikir. Dokter [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/11/29/tembus-42-juta-dokter-ugm-ungkap-cara-sederhana-cegah-alzheimer/">Tembus 4,2 Juta, Dokter UGM Ungkap Cara Sederhana Cegah Alzheimer</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Yogyakarta</b> &#8211; Jumlah penderita Alzheimer di Indonesia terus bertambah seiring meningkatnya populasi lanjut usia. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan lebih dari 4,2 juta warga mengalami penyakit tersebut, menjadikannya salah satu tantangan terbesar dalam menghadapi masyarakat yang semakin menua. Alzheimer merupakan kondisi yang muncul akibat menurunnya fungsi otak sehingga memengaruhi kemampuan mengingat, perilaku, serta proses berpikir.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dokter geriatri UGM, DR. dr. Probosuseno menjelaskan bahwa Alzheimer adalah penyakit degeneratif yang terjadi saat jaringan otak dan jalur penghantar sinyal saraf mengalami kerusakan, sehingga kinerja otak melambat. Ia memaparkan 15 faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengembangkan Alzheimer: diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, obesitas, paparan polusi, kebiasaan merokok, depresi, tingkat pendidikan rendah, gangguan pendengaran dan penglihatan, kurang berolahraga, minim interaksi sosial, riwayat cedera kepala, kurang paparan sinar matahari, serta jarang melakukan aktivitas luar ruang. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Faktor ini tidak menjamin seseorang pasti terkena Alzheimer, tapi dapat memperbesar risiko demensia,” ujarnya dilansir dari laman ugm Selasa (25/11).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurutnya, aktivitas fisik adalah langkah paling sederhana dan terbukti mampu menunda munculnya Alzheimer. Latihan tidak harus berat—berjalan kaki 30 menit sehari pun sudah memberikan manfaat besar. Target langkah dapat disesuaikan dengan usia: 3.000–5.000 langkah bagi lansia dan 5.000–7.000 langkah untuk kelompok usia muda. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Tidak perlu sekaligus 30 menit. Bisa dicicil, misalnya 10 menit pagi dan 7 menit sore, asal totalnya setengah jam per hari,” tambahnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Probo juga merekomendasikan waktu terbaik untuk bergerak adalah pukul 07.00–10.00, karena paparan sinar matahari pagi membantu menyeimbangkan hormon suasana hati dan meningkatkan kualitas tidur. Bagi lansia dengan keterbatasan gerak, aktivitas dapat disesuaikan, seperti senam otak, latihan otot ringan, atau gerakan tubuh sederhana. “Yang penting tubuh tetap aktif. Kurang bergerak justru mempercepat risiko demensia,” pesannya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia turut memperkenalkan metode “MAS OK” sebagai pedoman pencegahan Alzheimer sejak usia muda.</span></p>
<ul class="ul1">
<li class="li2"><b></b><span class="s1">M (Mother of Learning): membiasakan membaca, mendengar, menulis, dan menjelaskan ulang untuk merangsang kerja otak.<br />
</span></li>
<li class="li2"><b></b><span class="s1">A (Agama): menjalankan aktivitas spiritual, berdoa, dan sujud untuk menenangkan serta menstabilkan pikiran.<br />
</span></li>
<li class="li2"><b></b><span class="s1">S (Seni dan Sosial): aktif dalam kegiatan seni dan interaksi sosial guna menjaga kesehatan mental.<br />
</span></li>
</ul>
<p class="p1"><span class="s1">Selain itu, ia menyederhanakan gaya hidup sehat melalui rumus “OK”, yang meliputi: minum obat rutin bagi penderita penyakit kronis, melakukan kontrol kesehatan, membawa identitas lansia, menjaga interaksi sosial, dan berolahraga secara teratur. “Intinya, penanganan demensia Alzheimer sangat bergantung pada penyebabnya, karena cara pencegahannya beragam,” tutup dr. Probo.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/11/29/tembus-42-juta-dokter-ugm-ungkap-cara-sederhana-cegah-alzheimer/">Tembus 4,2 Juta, Dokter UGM Ungkap Cara Sederhana Cegah Alzheimer</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/11/29/tembus-42-juta-dokter-ugm-ungkap-cara-sederhana-cegah-alzheimer/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Riset Mahasiswi Kedokteran UPH Ungkap Terobosan Obat Gagal Jantung</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/09/12/riset-mahasiswi-kedokteran-uph-ungkap-terobosan-obat-gagal-jantung/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/09/12/riset-mahasiswi-kedokteran-uph-ungkap-terobosan-obat-gagal-jantung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2025 01:44:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Kedokteran UPH]]></category>
		<category><![CDATA[FKUI]]></category>
		<category><![CDATA[Gagal jantung]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta Nephrology Meeting 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Jesselyne Aurelia Santoso]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Obat diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Penelitian medis]]></category>
		<category><![CDATA[Prestasi mahasiswa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[RSCM]]></category>
		<category><![CDATA[SGLT2 inhibitor]]></category>
		<category><![CDATA[UPH]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=12415</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, gagal jantung kini menjadi salah satu penyakit kardiovaskular dengan prevalensi yang terus meningkat, bahkan menjadi penyumbang utama angka kesakitan dan kematian secara global. Kondisi ini bukan hanya menurunkan kualitas hidup pasien, tetapi juga memicu komplikasi serius, terutama pada kelompok lansia yang rentan (frail). Salah satu inovasi yang banyak disorot [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/09/12/riset-mahasiswi-kedokteran-uph-ungkap-terobosan-obat-gagal-jantung/">Riset Mahasiswi Kedokteran UPH Ungkap Terobosan Obat Gagal Jantung</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, gagal jantung kini menjadi salah satu penyakit kardiovaskular dengan prevalensi yang terus meningkat, bahkan menjadi penyumbang utama angka kesakitan dan kematian secara global. Kondisi ini bukan hanya menurunkan kualitas hidup pasien, tetapi juga memicu komplikasi serius, terutama pada kelompok lansia yang rentan (frail). Salah satu inovasi yang banyak disorot adalah penggunaan obat golongan SGLT2 inhibitor, yang awalnya ditujukan bagi penderita diabetes melitus tipe 2.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Melihat urgensi tersebut, Jesselyne Aurelia Santoso, mahasiswi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pelita Harapan (UPH), melakukan kajian komprehensif melalui systematic review dan meta-analysis. Risetnya sukses mengantarkan Jesselyne meraih Juara Pertama kategori Oral Presentation dalam ajang The 7th Jakarta Nephrology Meeting (JNM) 2025 yang berlangsung pada 8–10 Agustus 2025 di Indonesian Medical Education and Research Institute FKUI (IMERI FKUI) dan JW Marriott Hotel Jakarta.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">JNM merupakan forum ilmiah tahunan yang diselenggarakan Divisi Nefrologi dan Hipertensi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI bersama RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Tahun ini, pertemuan ilmiah tersebut mengangkat tema “Cardiovascular-Kidney-Metabolic Syndrome in Focus: From Pathophysiology to Personalized Care”, yang menyoroti keterkaitan kompleks antara jantung, ginjal, dan sistem metabolik, serta pentingnya pendekatan personal dalam terapi pasien.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1"><b>Fokus pada Pasien Rentan</b></span></p>
<figure id="attachment_12416" aria-describedby="caption-attachment-12416" style="width: 1000px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-12416" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/09/UPH-Kedokteran.jpg" alt="Riset Mahasiswi Kedokteran UPH Ungkap Terobosan Obat Gagal Jantung" width="1000" height="667" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/09/UPH-Kedokteran.jpg 1000w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/09/UPH-Kedokteran-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/09/UPH-Kedokteran-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/09/UPH-Kedokteran-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/09/UPH-Kedokteran-696x464.jpg 696w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption id="caption-attachment-12416" class="wp-caption-text">Mahasiswi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pelita Harapan (UPH), Jesselyne Aurelia Santoso meraih juara pertama kategori Oral Presentation dalam ajang The 7th Jakarta Nephrology Meeting (JNM) 2025 di Jakarta. (katafoto/HO/UPH)</figcaption></figure>
<p class="p1"><span class="s1">Dalam presentasinya yang berjudul “Impact of SGLT2 Inhibitors on Cardiovascular Outcomes Across Frailty Levels in Heart Failure”, Jesselyne meneliti penggunaan SGLT2 inhibitor pada penderita gagal jantung dengan tingkat kerapuhan berbeda-beda. Menurutnya, penelitian yang mendalami penggunaan obat ini pada pasien dengan kondisi paling rapuh masih sangat terbatas.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Melalui penelitian ini, saya ingin menjawab apakah SGLT2 inhibitor aman dan efektif untuk pasien gagal jantung dengan berbagai tingkat frailty,” ungkap Jesselyne.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Hasil riset menunjukkan, pasien dengan kerapuhan tertinggi—yang umumnya memiliki fungsi ginjal rendah—justru mendapatkan manfaat paling besar. Obat ini terbukti memperlambat penurunan fungsi ginjal secara signifikan, sehingga memberi perlindungan lebih baik terhadap risiko kerusakan ginjal.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kesimpulannya, SGLT2 inhibitor tidak hanya aman, tetapi juga memberikan manfaat bagi jantung, ginjal, dan metabolisme pada seluruh tingkat kerapuhan. Temuan ini diharapkan dapat meyakinkan dokter untuk lebih percaya diri meresepkannya bagi pasien yang membutuhkan,” jelasnya.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1"><b>Lebih dari Sekadar Gelar</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Bagi Jesselyne, penghargaan ini bukan hanya soal prestasi, tetapi juga bukti nyata bahwa riset dapat membawa dampak bagi masyarakat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Menjadi dokter bukan hanya tentang kemampuan medis, tapi juga empati dan kerelaan untuk terus belajar. Saya berharap pengalaman ini bisa menginspirasi teman-teman, khususnya mahasiswa preklinik UPH, bahwa kontribusi nyata bisa dimulai sejak dini,” katanya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/09/12/riset-mahasiswi-kedokteran-uph-ungkap-terobosan-obat-gagal-jantung/">Riset Mahasiswi Kedokteran UPH Ungkap Terobosan Obat Gagal Jantung</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/09/12/riset-mahasiswi-kedokteran-uph-ungkap-terobosan-obat-gagal-jantung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jangan Lewatkan! BIAS 2025 Siap Lindungi Anak dari 5 Penyakit Berbahaya</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/08/06/jangan-lewatkan-bias-2025-siap-lindungi-anak-dari-5-penyakit-berbahaya/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/08/06/jangan-lewatkan-bias-2025-siap-lindungi-anak-dari-5-penyakit-berbahaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2025 02:49:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[BIAS 2025]]></category>
		<category><![CDATA[difteri tetanus]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi anak]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi nasional]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[program kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[vaksin campak rubela]]></category>
		<category><![CDATA[vaksin HPV]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=11527</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Pemerintah kembali meluncurkan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) secara nasional, yang akan berlangsung mulai Agustus hingga November 2025. Program ini menargetkan anak-anak usia sekolah dasar di seluruh Indonesia untuk melindungi mereka dari berbagai penyakit serius seperti campak, rubela, difteri, tetanus, hingga kanker serviks. BIAS merupakan program imunisasi rutin yang diberikan dua kali [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/08/06/jangan-lewatkan-bias-2025-siap-lindungi-anak-dari-5-penyakit-berbahaya/">Jangan Lewatkan! BIAS 2025 Siap Lindungi Anak dari 5 Penyakit Berbahaya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Pemerintah kembali meluncurkan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) secara nasional, yang akan berlangsung mulai Agustus hingga November 2025. Program ini menargetkan anak-anak usia sekolah dasar di seluruh Indonesia untuk melindungi mereka dari berbagai penyakit serius seperti campak, rubela, difteri, tetanus, hingga kanker serviks.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">BIAS merupakan program imunisasi rutin yang diberikan dua kali dalam setahun kepada peserta didik di SD, MI, madrasah, pesantren, maupun anak yang tidak bersekolah melalui layanan di Puskesmas dan Posyandu. Vaksin yang diberikan bertujuan untuk memperkuat dan melengkapi imunisasi dasar yang sudah diterima sebelumnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Imunisasi adalah hak anak sekaligus tanggung jawab bersama. Melalui BIAS, kita membangun generasi yang lebih sehat dan produktif di masa depan,” demikian narasi kampanye program ini.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1"><b>Penyakit Berisiko Tinggi yang Dicegah Lewat BIAS</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Program BIAS 2025 difokuskan untuk mencegah lima penyakit menular yang memiliki risiko komplikasi berat hingga kematian:</span></p>
<ol class="ol1">
<li class="li3"><b></b><span class="s1"><b>Campak:</b> Dapat menyebabkan radang paru-paru (pneumonia) dan radang otak.<br />
</span></li>
<li class="li3"><b></b><span class="s1"><b>Rubela:</b> Berbahaya bagi janin jika menyerang ibu hamil.<br />
</span></li>
<li class="li3"><b></b><span class="s1"><b>Difteri:</b> Infeksi saluran napas yang sangat menular dan mematikan.<br />
</span></li>
<li class="li3"><b></b><span class="s1"><b>Tetanus:</b> Menimbulkan kejang otot berat hingga risiko kematian.<br />
</span></li>
<li class="li3"><b></b><span class="s1"><b>Kanker Serviks:</b> Disebabkan oleh infeksi HPV dan dicegah sejak dini melalui imunisasi HPV pada anak perempuan.<br />
</span></li>
</ol>
<p class="p2"><span class="s1"><b>Jadwal BIAS 2025 Berdasarkan Usia dan Jenjang Kelas</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Berikut jadwal pelaksanaan imunisasi berdasarkan kelas dan kelompok usia:</span></p>
<ul class="ul1">
<li class="li3"><span class="s1"><b>Kelas 1 (Usia ±7 tahun):</b></span>
<ul class="ul2">
<li class="li3"><span class="s1">Agustus: Campak-Rubela<br />
</span></li>
<li class="li3"><span class="s1">November: DT (Difteri-Tetanus)<br />
</span></li>
</ul>
</li>
<li class="li3"><span class="s1"><b>Kelas 2 (Usia ±8 tahun):</b></span>
<ul class="ul2">
<li class="li3"><span class="s1">Agustus: HPV (khusus anak perempuan)<br />
</span></li>
<li class="li3"><span class="s1">November: Td (Tetanus-Difteri ringan)<br />
</span></li>
</ul>
</li>
<li class="li3"><span class="s1"><b>Kelas 5 (Usia ±11 tahun):</b></span>
<ul class="ul2">
<li class="li3"><span class="s1">November: Td<br />
</span></li>
</ul>
</li>
<li class="li3"><span class="s1"><b>Kelas 6 &amp; 9 (Usia ±12 &amp; ±15 tahun):</b></span>
<ul class="ul2">
<li class="li3"><span class="s1">Agustus: HPV (bagi yang belum menerima sebelumnya)<br />
</span></li>
</ul>
</li>
</ul>
<p class="p1"><span class="s1">Anak perempuan yang belum mendapatkan vaksin HPV saat kelas 2 tetap bisa mengakses vaksinasi kejar saat berada di kelas 6 atau 9. Sementara itu, anak yang tidak bersekolah juga menjadi sasaran dan dapat memperoleh vaksin di fasilitas kesehatan terdekat sesuai jadwal.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1"><b>Pastikan Kondisi Anak Siap Imunisasi</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Orang tua diimbau memeriksa kesiapan anak sebelum menerima imunisasi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan: pastikan anak dalam kondisi sehat, sudah sarapan sebelum imunisasi dan formulir skrining dari sekolah telah diisi</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Efek samping setelah imunisasi umumnya ringan, seperti demam, nyeri, atau bengkak di lokasi suntikan. Orang tua bisa memberikan obat penurun panas dan mengompres bagian yang nyeri. Jika keluhan tidak membaik dalam tiga hari, segera konsultasikan ke Puskesmas.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Bagi anak yang terlewat, imunisasi tetap bisa dilakukan di Puskesmas terdekat. Orang tua hanya perlu menghubungi guru UKS atau datang langsung ke fasilitas layanan kesehatan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Keberhasilan program BIAS memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak:</span></p>
<ul class="ul1">
<li class="li3"><b></b><span class="s1">Orang tua: Pastikan anak mengikuti imunisasi tepat waktu<br />
</span></li>
<li class="li3"><b></b><span class="s1">Guru dan tenaga UKS: Memberikan edukasi kepada siswa dan orang tua tentang pentingnya imunisasi<br />
</span></li>
<li class="li3"><b></b><span class="s1">Masyarakat: Mendorong partisipasi aktif dan mendukung pelaksanaan imunisasi di lingkungan sekitar<br />
</span></li>
</ul>
<p class="p1"><span class="s1">Imunisasi bukan hanya tindakan preventif, tapi juga investasi masa depan demi menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan siap menghadapi tantangan global.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/08/06/jangan-lewatkan-bias-2025-siap-lindungi-anak-dari-5-penyakit-berbahaya/">Jangan Lewatkan! BIAS 2025 Siap Lindungi Anak dari 5 Penyakit Berbahaya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/08/06/jangan-lewatkan-bias-2025-siap-lindungi-anak-dari-5-penyakit-berbahaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tenaga Medis di Wilayah Terpencil Kini Dapat Tunjangan Khusus dari Negara</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/07/29/tenaga-medis-di-wilayah-terpencil-kini-dapat-tunjangan-khusus-dari-negara/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/07/29/tenaga-medis-di-wilayah-terpencil-kini-dapat-tunjangan-khusus-dari-negara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2025 16:13:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah Tertinggal]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter Spesialis]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerataan Layanan Medis]]></category>
		<category><![CDATA[Perpres 81 Tahun 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Tenaga Medis 3T]]></category>
		<category><![CDATA[Tunjangan Dokter]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=11339</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan nasional melalui penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 81 Tahun 2025. Regulasi ini mengatur tunjangan khusus bagi dokter spesialis dan subspesialis, termasuk dokter gigi, yang bertugas di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DPTK). Kebijakan ini menjadi bentuk nyata keberpihakan negara kepada tenaga medis yang [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/07/29/tenaga-medis-di-wilayah-terpencil-kini-dapat-tunjangan-khusus-dari-negara/">Tenaga Medis di Wilayah Terpencil Kini Dapat Tunjangan Khusus dari Negara</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan nasional melalui penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 81 Tahun 2025. Regulasi ini mengatur tunjangan khusus bagi dokter spesialis dan subspesialis, termasuk dokter gigi, yang bertugas di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DPTK).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kebijakan ini menjadi bentuk nyata keberpihakan negara kepada tenaga medis yang mengabdi di wilayah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan. Pemerintah menyadari bahwa pemerataan tenaga medis masih menjadi tantangan utama yang harus diatasi melalui insentif yang adil, layak, dan berkesinambungan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Tunjangan ini adalah wujud apresiasi negara bagi para dokter yang berada di garis depan. Kami ingin mereka merasa dihargai dan tetap semangat dalam memberikan pelayanan terbaik di mana pun berada,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dikutip dari keterangan tertulis</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Berdasarkan Perpres tersebut, pemerintah menetapkan besaran tunjangan sebesar Rp30.012.000 per bulan, di luar gaji pokok dan tunjangan lainnya yang berlaku sesuai aturan kepegawaian.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pada tahap awal, insentif ini akan diberikan kepada lebih dari 1.100 dokter spesialis yang saat ini bertugas di fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurut Menkes Budi, tantangan dalam mendistribusikan tenaga medis ke wilayah-wilayah sulit bukan hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga mencakup aspek kesejahteraan dan motivasi mereka.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kalau kita ingin membangun sistem kesehatan yang kokoh, maka kesejahteraan dokter di daerah terpencil harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Penentuan wilayah penerima tunjangan dilakukan oleh Kementerian Kesehatan berdasarkan pemetaan kebutuhan nasional, dengan prioritas pada daerah yang memiliki keterbatasan akses, kekurangan tenaga medis, serta lokasi yang membutuhkan intervensi afirmatif dari pemerintah pusat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pemerintah juga mendorong peran aktif pemerintah daerah dalam mendukung implementasi kebijakan ini, termasuk dalam hal penyediaan anggaran, sarana logistik, tempat tinggal, transportasi, hingga pengamanan bagi tenaga medis yang bertugas.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selain tunjangan finansial, dokter dan tenaga kesehatan yang ditugaskan di wilayah DPTK juga akan mendapatkan akses pelatihan berjenjang dan pembinaan karier untuk memastikan peningkatan kompetensi serta profesionalisme mereka tetap terjaga.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Jangan sampai tenaga kesehatan di pelosok justru tertinggal dalam hal pengembangan diri. Mereka juga berhak mendapat akses pelatihan dan pendidikan,” tambah Menkes.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menkes berharap kebijakan ini menjadi daya tarik bagi para tenaga medis muda untuk mengabdi di daerah prioritas, sekaligus menjadi pondasi dalam menciptakan sistem kesehatan yang tangguh dan merata.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/07/29/tenaga-medis-di-wilayah-terpencil-kini-dapat-tunjangan-khusus-dari-negara/">Tenaga Medis di Wilayah Terpencil Kini Dapat Tunjangan Khusus dari Negara</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/07/29/tenaga-medis-di-wilayah-terpencil-kini-dapat-tunjangan-khusus-dari-negara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Koperasi Desa Merah Putih Siapkan Klinik dan Apotek Desa di 103 Lokasi</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/07/10/koperasi-desa-merah-putih-siapkan-klinik-dan-apotek-desa-di-103-lokasi/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/07/10/koperasi-desa-merah-putih-siapkan-klinik-dan-apotek-desa-di-103-lokasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2025 05:25:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI dan KINERJA]]></category>
		<category><![CDATA[Apotek Desa]]></category>
		<category><![CDATA[BPJS]]></category>
		<category><![CDATA[Inpres 9/2025]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Koperasi]]></category>
		<category><![CDATA[Klinik Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kopdes Merah Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Layanan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Publik Desa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=10826</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih mengungkapkan bahwa di 103 lokasi mock-up Kopdes/Kel Merah Putih akan disediakan fasilitas klinik dan apotek desa sebagai bagian dari penguatan layanan dasar di wilayah pedesaan. Koordinator Ketua Pelaksana Harian Kopdes/Kel Merah Putih, Ferry Juliantono, menjelaskan bahwa pihaknya tengah menyusun konsep model bisnis untuk [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/07/10/koperasi-desa-merah-putih-siapkan-klinik-dan-apotek-desa-di-103-lokasi/">Koperasi Desa Merah Putih Siapkan Klinik dan Apotek Desa di 103 Lokasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih mengungkapkan bahwa di 103 lokasi <i>mock-up</i> Kopdes/Kel Merah Putih akan disediakan fasilitas klinik dan apotek desa sebagai bagian dari penguatan layanan dasar di wilayah pedesaan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Koordinator Ketua Pelaksana Harian Kopdes/Kel Merah Putih, Ferry Juliantono, menjelaskan bahwa pihaknya tengah menyusun konsep model bisnis untuk gerai klinik dan apotek desa, sesuai mandat yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Untuk itu, kami memerlukan data by name by address dari calon penyelenggara klinik, yang nantinya bisa diintegrasikan ke dalam sistem Kopdes/Kel Merah Putih. Kami juga mengharapkan masukan dari Kementerian Kesehatan agar model ini dapat diterapkan secara optimal,&#8221; ujar Ferry dalam keterangan tertulis yang diterima Rabu (09/07).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia menambahkan, masih ada sejumlah tantangan di lapangan, khususnya terkait dengan sinergi antara Puskesmas Pembantu (Pustu), Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), dan rencana pendirian klinik desa. &#8220;Kami akan merancang proses bisnis dan pola kerja sama yang memungkinkan integrasi antarlembaga tersebut berjalan lancar,&#8221; jelasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selain itu, Ferry juga menyoroti beberapa persoalan teknis lain yang perlu menjadi perhatian Kementerian Kesehatan, di antaranya ketersediaan tenaga medis seperti dokter, perawat, bidan, dan apoteker untuk menunjang operasional klinik dan apotek desa.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Masalah lainnya yang tak kalah penting adalah perizinan usaha apotek, penunjukan apoteker penanggung jawab, serta izin operasional klinik. Ia juga menyinggung perlunya regulasi khusus untuk pengadaan dan penetapan harga obat murah yang terjangkau bagi masyarakat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tak hanya itu, integrasi layanan dengan sistem BPJS Kesehatan juga menjadi prioritas agar masyarakat desa bisa mendapatkan pelayanan yang mudah dan terjangkau.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Kami berharap petunjuk teknis (juknis) pengelolaan klinik dan apotek desa bisa segera diterbitkan sebagai acuan pelaksanaan Kopdes/Kel Merah Putih di lapangan,&#8221; ucap Ferry.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia menegaskan bahwa upaya menghadirkan layanan kesehatan dan akses obat murah di pedesaan perlu didukung dengan standar pelayanan minimal yang jelas. Oleh karena itu, tim dari Kementerian Koperasi dan UKM ingin memperdalam pembahasan teknis terkait operasionalisasi gerai klinik dan apotek desa.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Diskusi ini penting agar konsep tersebut bisa diimplementasikan secara konkret di 103 <i>mock-up</i> Kopdes Merah Putih yang tersebar di seluruh provinsi,&#8221; pungkasnya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/07/10/koperasi-desa-merah-putih-siapkan-klinik-dan-apotek-desa-di-103-lokasi/">Koperasi Desa Merah Putih Siapkan Klinik dan Apotek Desa di 103 Lokasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/07/10/koperasi-desa-merah-putih-siapkan-klinik-dan-apotek-desa-di-103-lokasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemeriksaan Gratis: Pemerintah Targetkan 40 Juta Warga Cek Kesehatan di 2025</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/05/18/pemeriksaan-gratis-pemerintah-targetkan-40-juta-warga-cek-kesehatan-di-2025/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/05/18/pemeriksaan-gratis-pemerintah-targetkan-40-juta-warga-cek-kesehatan-di-2025/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 May 2025 01:40:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Cek Kesehatan Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[CKG 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://katafoto.id/?p=9766</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diluncurkan pada 10 Februari 2025, tercatat sebanyak 5,8 juta orang telah mengikuti hingga pertengahan Mei 2025. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Saat ini, sekitar 180 ribu orang menjalani pemeriksaan kesehatan setiap harinya. “Dalam waktu tiga bulan sejak dimulai, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/05/18/pemeriksaan-gratis-pemerintah-targetkan-40-juta-warga-cek-kesehatan-di-2025/">Pemeriksaan Gratis: Pemerintah Targetkan 40 Juta Warga Cek Kesehatan di 2025</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diluncurkan pada 10 Februari 2025, tercatat sebanyak 5,8 juta orang telah mengikuti hingga pertengahan Mei 2025. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Saat ini, sekitar 180 ribu orang menjalani pemeriksaan kesehatan setiap harinya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Dalam waktu tiga bulan sejak dimulai, program ini sudah menjangkau hampir enam juta peserta. Kami menargetkan 40 juta warga bisa mengikuti pemeriksaan ini hingga akhir tahun,” ujar Menkes Budi dalam diskusi publik bertajuk <i>“Bagaimana Visi Kesehatan Era Prabowo?”</i> yang diadakan oleh Kantor Komunikasi Kepresidenan bersama GEMPITA di Jakarta, Sabtu (17/5).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Untuk memperluas cakupan layanan, pemerintah tengah menyiapkan fase kedua program CKG yang akan dimulai pada Juli 2025. Fase ini akan menyasar anak-anak sekolah di lebih dari 200 ribu institusi pendidikan. Pemeriksaan akan dilakukan melalui 10 ribu puskesmas di seluruh wilayah Indonesia, dengan target tambahan 28 hingga 35 juta peserta dalam tujuh bulan ke depan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menkes Budi menegaskan bahwa program ini bukan hanya bertujuan mendeteksi penyakit sejak dini, tetapi juga menjadi bagian penting dari strategi promotif dan preventif guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Edukasi kesehatan sederhana, seperti pentingnya menjaga lingkar perut, bisa jadi langkah awal yang efektif untuk mencegah penyakit degeneratif,” jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap risiko konsumsi gula berlebih dan lemak visceral yang bisa memicu penyakit serius.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Cek kesehatan gratis ini adalah bentuk nyata dari komitmen pemerintah, terutama arahan langsung dari Presiden, untuk mengajak masyarakat hidup lebih sehat,” tambahnya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/05/18/pemeriksaan-gratis-pemerintah-targetkan-40-juta-warga-cek-kesehatan-di-2025/">Pemeriksaan Gratis: Pemerintah Targetkan 40 Juta Warga Cek Kesehatan di 2025</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/05/18/pemeriksaan-gratis-pemerintah-targetkan-40-juta-warga-cek-kesehatan-di-2025/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
