<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>OMC - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/omc/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/omc/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 Aug 2026 15:44:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>OMC - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/omc/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Polusi Jakarta Membandel, Pesawat Dikerahkan Semprot Cairan SLS ke Udara</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/08/27/polusi-jakarta-membandel-pesawat-dikerahkan-semprot-cairan-sls-ke-udara/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/08/27/polusi-jakarta-membandel-pesawat-dikerahkan-semprot-cairan-sls-ke-udara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2026 15:44:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[MEGAPOLITAN]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Cibubur]]></category>
		<category><![CDATA[El Niño]]></category>
		<category><![CDATA[musim kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[OMC]]></category>
		<category><![CDATA[Operasi Modifikasi Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov DKI Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Polusi Udara Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Mini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=19367</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan upaya tambahan untuk menekan polusi udara dan konsentrasi partikel debu melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Berbeda dari teknik penyemaian awan, kali ini metode yang digunakan berupa penyemprotan campuran Sodium Lauryl Sulfate (SLS) dan air langsung ke udara. Flight Scientist Smart Aviation, Elma, mengatakan metode tersebut memiliki perbedaan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/08/27/polusi-jakarta-membandel-pesawat-dikerahkan-semprot-cairan-sls-ke-udara/">Polusi Jakarta Membandel, Pesawat Dikerahkan Semprot Cairan SLS ke Udara</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan upaya tambahan untuk menekan polusi udara dan konsentrasi partikel debu melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Berbeda dari teknik penyemaian awan, kali ini metode yang digunakan berupa penyemprotan campuran Sodium Lauryl Sulfate (SLS) dan air langsung ke udara.</p>
<p>Flight Scientist Smart Aviation, Elma, mengatakan metode tersebut memiliki perbedaan dibandingkan pelaksanaan OMC konvensional yang selama ini dilakukan.</p>
<p>Pada umumnya, OMC dilakukan dengan menyemai garam pada awan yang berpotensi menghasilkan hujan. Namun, teknik tersebut dinilai kurang relevan dengan kondisi cuaca saat ini karena pertumbuhan awan hujan diperkirakan sangat terbatas akibat pengaruh El Nino dan musim kemarau.</p>
<p>&#8220;Metode ini dipilih mengingat potensi pertumbuhan awan hujan sangat minim akibat dampak El Nino dan musim kemarau,&#8221; ujarnya, Kamis (27/8).</p>
<p><b>Cairan SLS Ditujukan Ikat Polutan</b></p>
<p>Elma menjelaskan, campuran SLS dan air disemprotkan ke udara dengan tujuan mengikat partikel polutan yang berada di atmosfer. Cara tersebut diharapkan dapat membantu menurunkan konsentrasi PM2.5 di sejumlah wilayah Jakarta.</p>
<p>Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan tim, metode penyemprotan cairan SLS disebut mampu menekan kadar polusi udara hingga 23 persen.</p>
<p>&#8220;Untuk memaksimalkan efektivitas penyemprotan di tengah tingginya aktivitas sumber polutan, tim mengerahkan satu unit pesawat yang menjadwalkan dua kali penerbangan (sortie) setiap harinya,&#8221; terangnya.</p>
<p>Dalam pelaksanaan OMC ini, area penyemprotan dipusatkan di wilayah DKI Jakarta, terutama Jakarta Timur bagian selatan. Penentuan lokasi tersebut dilakukan berdasarkan rekomendasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).</p>
<p>&#8220;Pada penerbangan sortie pertama pagi tadi, kami menyisir wilayah di sekitar Taman Mini dan Cibubur. Untuk penerbangan kedua, kami masih memaksimalkan penyemprotan di area tersebut,&#8221; ungkapnya.</p>
<p><b>Pesawat Angkut 1.000 Liter Cairan</b></p>
<p>Elma menerangkan, proses penyemprotan dilakukan menggunakan perangkat khusus yang dipasang pada bagian sayap pesawat. Pengaturan jumlah cairan yang dikeluarkan dilakukan melalui keran kontrol yang berada di dalam kabin.</p>
<p>Pesawat yang digunakan dalam operasi tersebut memiliki kemampuan membawa maksimal 1.000 liter cairan SLS dalam setiap penerbangan.</p>
<p>Dengan metode tersebut, tim berharap upaya penanganan polusi udara dapat memberikan hasil yang lebih optimal di tengah kondisi musim kemarau dan minimnya pertumbuhan awan hujan.</p>
<p>&#8220;Semoga dengan upaya kami saat ini, permasalahan polusi udara, khususnya di DKI Jakarta, dapat teratasi dalam waktu dekat,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/08/27/polusi-jakarta-membandel-pesawat-dikerahkan-semprot-cairan-sls-ke-udara/">Polusi Jakarta Membandel, Pesawat Dikerahkan Semprot Cairan SLS ke Udara</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/08/27/polusi-jakarta-membandel-pesawat-dikerahkan-semprot-cairan-sls-ke-udara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>TNI AU Kerahkan Pesawat, 52 Armada Disiapkan untuk Jinakkan Karhutla di Sumatra Kalimantan</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/08/21/tni-au-kerahkan-pesawat-52-armada-disiapkan-untuk-jinakkan-karhutla-di-sumatra-kalimantan/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/08/21/tni-au-kerahkan-pesawat-52-armada-disiapkan-untuk-jinakkan-karhutla-di-sumatra-kalimantan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 15:53:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[LINGKUNGAN HIDUP dan KEHUTANAN]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[kabut asap]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran Hutan dan Lahan]]></category>
		<category><![CDATA[OMC]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[TNI AU]]></category>
		<category><![CDATA[water bombing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=19227</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebanyak 52 armada udara dikerahkan pemerintah untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi di wilayah Sumatra dan Kalimantan hingga Jumat (21/8). Mengutip situs Kementerian Sekretariat Negara (setneg.go.id), puluhan armada tersebut menjalankan sejumlah misi, mulai dari patroli udara, operasi modifikasi cuaca (OMC), hingga pemadaman kebakaran melalui udara. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/08/21/tni-au-kerahkan-pesawat-52-armada-disiapkan-untuk-jinakkan-karhutla-di-sumatra-kalimantan/">TNI AU Kerahkan Pesawat, 52 Armada Disiapkan untuk Jinakkan Karhutla di Sumatra Kalimantan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebanyak 52 armada udara dikerahkan pemerintah untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi di wilayah Sumatra dan Kalimantan hingga Jumat (21/8).</p>
<p>Mengutip situs Kementerian Sekretariat Negara (setneg.go.id), puluhan armada tersebut menjalankan sejumlah misi, mulai dari patroli udara, operasi modifikasi cuaca (OMC), hingga pemadaman kebakaran melalui udara.</p>
<p>Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, lima pesawat TNI Angkatan Udara (AU) kembali diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur pada Jumat siang.</p>
<p>“Lima pesawat TNI AU kembali diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur untuk memperkuat 30 armada BNPB yang telah beroperasi di tiga provinsi terdampak di Kalimantan,” tulis Teddy.</p>
<p>Selain lima pesawat yang diberangkatkan dari Malang, TNI AU juga menyiagakan sejumlah armada di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Pesawat-pesawat tersebut dapat dikerahkan kapan saja sesuai kebutuhan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan situasi karhutla di lapangan.</p>
<p>Berdasarkan laporan Kepala BNPB Suharyanto, total 52 armada udara saat ini telah dilibatkan dalam penanganan karhutla di enam provinsi yang memiliki potensi kebakaran tinggi.</p>
<p>Enam daerah tersebut yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.</p>
<p>“Dari jumlah tersebut, 30 pesawat beroperasi di wilayah Kalimantan dan 22 pesawat di wilayah Sumatra,” lanjut Teddy.</p>
<p>Armada yang ditempatkan di Kalimantan terdiri dari sejumlah pesawat dan helikopter dengan fungsi berbeda. Peralatan udara tersebut digunakan untuk melakukan pemantauan, mendukung OMC, serta menjatuhkan air ke lokasi kebakaran melalui operasi water bombing.</p>
<p>Penguatan operasi udara dilakukan untuk membantu petugas di darat, terutama dalam menangani titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Pemadaman dari udara juga diharapkan dapat mempercepat proses pengendalian kebakaran agar tidak semakin meluas.</p>
<p>Pada Kamis hingga Jumat (20–21/8/2026), armada BNPB bersama TNI melaksanakan operasi water bombing di sejumlah wilayah yang terdampak karhutla.</p>
<p>Penambahan kekuatan udara tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah mempercepat respons terhadap kemunculan titik api sekaligus mencegah kebakaran menyebar ke wilayah lain.</p>
<p>Upaya penanganan tidak hanya difokuskan pada pemadaman. Pemerintah juga berupaya mengurangi dampak kabut asap, menjaga keselamatan masyarakat, serta menekan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh karhutla.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/08/21/tni-au-kerahkan-pesawat-52-armada-disiapkan-untuk-jinakkan-karhutla-di-sumatra-kalimantan/">TNI AU Kerahkan Pesawat, 52 Armada Disiapkan untuk Jinakkan Karhutla di Sumatra Kalimantan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/08/21/tni-au-kerahkan-pesawat-52-armada-disiapkan-untuk-jinakkan-karhutla-di-sumatra-kalimantan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bukan Sekadar Hujan Buatan, BMKG Bongkar Fakta Operasi Modifikasi Cuaca</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/05/20/bukan-sekadar-hujan-buatan-bmkg-bongkar-fakta-operasi-modifikasi-cuaca/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/05/20/bukan-sekadar-hujan-buatan-bmkg-bongkar-fakta-operasi-modifikasi-cuaca/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 May 2026 02:00:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[LINGKUNGAN HIDUP dan KEHUTANAN]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan Buatan]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Modifikasi Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[OMC]]></category>
		<category><![CDATA[Perubahan Iklim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=17050</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama ini kerap dikenal masyarakat sebagai “hujan buatan”. Namun, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menegaskan teknologi tersebut memiliki fungsi yang jauh lebih luas, terutama dalam pengelolaan sumber daya air dan mitigasi bencana hidrometeorologi. Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menjelaskan OMC bukan teknologi untuk menciptakan hujan, melainkan upaya [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/20/bukan-sekadar-hujan-buatan-bmkg-bongkar-fakta-operasi-modifikasi-cuaca/">Bukan Sekadar Hujan Buatan, BMKG Bongkar Fakta Operasi Modifikasi Cuaca</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama ini kerap dikenal masyarakat sebagai “hujan buatan”. Namun, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menegaskan teknologi tersebut memiliki fungsi yang jauh lebih luas, terutama dalam pengelolaan sumber daya air dan mitigasi bencana hidrometeorologi.</p>
<p>Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menjelaskan OMC bukan teknologi untuk menciptakan hujan, melainkan upaya mengatur distribusi curah hujan sesuai kebutuhan wilayah tertentu.</p>
<p>“Yang jelas masih banyak pemahaman masyarakat yang keliru yang menganggap kalau ada operasi modifikasi cuaca itu pasti terjadi hujan. Padahal yang kita lakukan itu tidak membuat hujan,” ujar Budi dalam InfoBMKG, Selasa (19/5).</p>
<p>Menurutnya, OMC merupakan teknologi pengelolaan air di atmosfer dengan memanfaatkan parameter cuaca dan rekayasa awan. Penerapannya dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mengurangi risiko banjir dan kekeringan hingga menjaga cadangan air di wilayah strategis.</p>
<p>Budi mengatakan OMC kini menjadi bagian dari strategi nasional pengelolaan air secara terintegrasi. Salah satu penerapannya dilakukan di kawasan Danau Toba, Sumatra Utara, yang memiliki keterkaitan dengan sektor energi, pangan, dan kebutuhan air masyarakat.</p>
<p>Air dari Danau Toba dimanfaatkan untuk mendukung pembangkit listrik tenaga air, termasuk kebutuhan industri seperti Inalum. Selain itu, aliran airnya juga digunakan untuk kebutuhan irigasi pertanian dan air baku di wilayah hilir.</p>
<p>&#8220;Kalau kita bicara nexus (keterkaitan) antara pangan, energi, dan air, pengelolaan melalui OMC ini menjadi satu paket yang saling terhubung dan memberi manfaat luas,” jelas Budi.</p>
<p>BMKG menjelaskan strategi pelaksanaan OMC berbeda-beda tergantung tujuan yang ingin dicapai. Untuk pengisian waduk atau danau, hujan diarahkan turun di daerah tangkapan air atau catchment area agar suplai air masuk maksimal ke sistem waduk.</p>
<p>Sementara untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hujan diarahkan membasahi wilayah gambut dan area rawan kebakaran guna menjaga kelembapan tanah. Adapun dalam mitigasi banjir, hujan diupayakan bergeser ke laut atau wilayah nonkritis agar tidak menambah curah hujan di daratan.</p>
<p>“Untuk waduk lebih presisi, untuk karhutla fokus pada pembasahan lahan, sedangkan untuk banjir strateginya berbeda lagi,” kata Budi.</p>
<p>OMC disebut telah rutin diterapkan di sejumlah wilayah Indonesia seperti DAS Brantas di Jawa Timur serta DAS Citarum di Jawa Barat yang mencakup Waduk Saguling, Cirata, dan Jatiluhur. Teknologi tersebut juga rutin digunakan di kawasan Danau Toba.</p>
<p>Pada 2026, operasi modifikasi cuaca direncanakan berlangsung sekitar 50 hari dan dibagi dalam dua tahap menyesuaikan masa peralihan musim hujan ke kemarau.</p>
<p>Budi mengakui tantangan terbesar pelaksanaan OMC bukan hanya aspek teknis, tetapi juga persepsi masyarakat yang kerap mengaitkan kegiatan tersebut dengan dampak negatif, mulai dari isu kualitas air hingga gangguan kesehatan.</p>
<p>Namun, BMKG memastikan bahan semai yang digunakan aman bagi lingkungan.</p>
<p>&#8220;BMKG memastikan seluruh proses menggunakan bahan semai yang ramah lingkungan. Bahan semai yang kita gunakan adalah natrium klorida, tidak mengandung unsur berbahaya seperti nitrit atau fosfor,” jelasnya.</p>
<p>BMKG juga rutin melakukan pengujian kualitas air sebelum, selama, dan sesudah pelaksanaan OMC untuk memastikan tidak ada dampak signifikan terhadap lingkungan.</p>
<p>Terkait isu banjir, BMKG menegaskan seluruh kegiatan OMC dilakukan berdasarkan data ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan, termasuk analisis arah angin, jalur awan, dan lokasi penyemaian.</p>
<p>Meski dinilai penting sebagai teknologi mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim, BMKG menekankan OMC bukan solusi utama dalam penanganan persoalan lingkungan.</p>
<p>&#8220;OMC adalah alat bantu mitigasi. Solusi jangka panjang tetap pada perbaikan lingkungan dan infrastruktur air di daratan,” pungkas Budi Harsoyo.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/20/bukan-sekadar-hujan-buatan-bmkg-bongkar-fakta-operasi-modifikasi-cuaca/">Bukan Sekadar Hujan Buatan, BMKG Bongkar Fakta Operasi Modifikasi Cuaca</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/05/20/bukan-sekadar-hujan-buatan-bmkg-bongkar-fakta-operasi-modifikasi-cuaca/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Normalisasi Sungai Jadi Prioritas, Pemprov DKI Targetkan Banjir Tak Terulang</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/01/24/normalisasi-sungai-jadi-prioritas-pemprov-dki-targetkan-banjir-tak-terulang/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/01/24/normalisasi-sungai-jadi-prioritas-pemprov-dki-targetkan-banjir-tak-terulang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 16:19:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[MEGAPOLITAN]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Cakung Lama]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Normalisasi Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[OMC]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov DKI]]></category>
		<category><![CDATA[Pengendalian Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Pramono Anung]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Ciliwung]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Krukut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=14903</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana melakukan normalisasi Sungai Ciliwung, Sungai Krukut, dan Sungai Cakung Lama sebagai langkah strategis untuk mengurangi risiko banjir yang hampir setiap tahun terjadi di ibu kota. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa penataan dan normalisasi ketiga sungai tersebut menjadi bagian dari program prioritas jangka menengah hingga jangka [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/24/normalisasi-sungai-jadi-prioritas-pemprov-dki-targetkan-banjir-tak-terulang/">Normalisasi Sungai Jadi Prioritas, Pemprov DKI Targetkan Banjir Tak Terulang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana melakukan normalisasi Sungai Ciliwung, Sungai Krukut, dan Sungai Cakung Lama sebagai langkah strategis untuk mengurangi risiko banjir yang hampir setiap tahun terjadi di ibu kota.</p>
<p>Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa penataan dan normalisasi ketiga sungai tersebut menjadi bagian dari program prioritas jangka menengah hingga jangka panjang dalam upaya pengendalian banjir di Jakarta.</p>
<p>Ia menjelaskan telah menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta untuk segera memulai proses normalisasi Sungai Ciliwung, Krukut, serta Cakung Barat sebagai langkah pencegahan agar kejadian banjir tidak terus berulang.</p>
<p>Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat meninjau Posko Pengungsian warga terdampak banjir di kawasan Rawa Buaya, Jakarta Barat, pada Sabtu (24/1).</p>
<p>Sementara untuk penanganan dalam jangka pendek, Pemprov DKI Jakarta juga mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta mempercepat proses pengurasan saluran dan drainase di sejumlah titik rawan genangan.</p>
<p>“Hari ini saya juga memerintahkan pelaksanaan OMC minimal dua kali dan maksimal tiga kali, agar warga yang saat ini mengungsi dapat segera kembali ke rumah masing-masing,” ujarnya.</p>
<p>Pramono menambahkan, sejak 12 Januari lalu hingga saat ini, curah hujan yang mengguyur Jakarta tercatat rata-rata mencapai 200 milimeter. Bahkan, pada 18 Januari, intensitas hujan di beberapa wilayah dilaporkan menembus angka 260 milimeter.</p>
<p>“Kami terus berupaya secara maksimal untuk menanggulangi banjir di Jakarta,” pungkasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/24/normalisasi-sungai-jadi-prioritas-pemprov-dki-targetkan-banjir-tak-terulang/">Normalisasi Sungai Jadi Prioritas, Pemprov DKI Targetkan Banjir Tak Terulang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/01/24/normalisasi-sungai-jadi-prioritas-pemprov-dki-targetkan-banjir-tak-terulang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Longsor dan Banjir Lumpuhkan Sumatra, BNPB Sebut 174 Tewas Puluhan Hilang</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/11/28/longsor-dan-banjir-lumpuhkan-sumatra-bnpb-sebut-174-tewas-puluhan-hilang/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/11/28/longsor-dan-banjir-lumpuhkan-sumatra-bnpb-sebut-174-tewas-puluhan-hilang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 14:55:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Hidrometeorologi]]></category>
		<category><![CDATA[Modifikasi Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[OMC]]></category>
		<category><![CDATA[Pengungsi]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Utara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=13910</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sumatera &#8211; Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, memaparkan perkembangan terbaru penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda Provinsi Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat. Hingga Jumat (28/11/2025), tercatat 174 korban jiwa, 79 orang masih hilang, dan 12 orang mengalami luka-luka. Sumatra Utara menjadi wilayah dengan dampak terberat. BNPB mencatat 116 korban meninggal dan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/11/28/longsor-dan-banjir-lumpuhkan-sumatra-bnpb-sebut-174-tewas-puluhan-hilang/">Longsor dan Banjir Lumpuhkan Sumatra, BNPB Sebut 174 Tewas Puluhan Hilang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="124" data-end="439"><strong>Sumatera</strong> &#8211; Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, memaparkan perkembangan terbaru penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda Provinsi Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat. Hingga Jumat (28/11/2025), tercatat 174 korban jiwa, 79 orang masih hilang, dan 12 orang mengalami luka-luka.</p>
<p data-start="441" data-end="768">Sumatra Utara menjadi wilayah dengan dampak terberat. BNPB mencatat 116 korban meninggal dan 42 orang hilang, dengan sebaran di Tapanuli Tengah (51), Tapanuli Selatan (32), Kota Sibolga (17), Tapanuli Utara (11), Humbang Hasundutan (6), Padang Sidempuan (1), dan Pakpak Barat (2). Mandailing Natal tidak melaporkan korban jiwa.</p>
<p data-start="770" data-end="946">“Perkembangan data masih terus kami perbarui karena ada sejumlah lokasi yang belum dapat dijangkau,” jelas Suharyanto dalam konferensi pers di Bandara Silangit, Tapanuli Utara.</p>
<p data-start="948" data-end="1359">Lokasi pengungsian ditemukan di beberapa daerah, terutama Mandailing Natal yang tersebar di Kecamatan Siabu, Muara Batang Gadis, dan Batahan. Humbang Hasundutan melaporkan satu titik pengungsian. Kondisi infrastruktur juga terdampak parah, seperti putusnya jalur nasional Sidempuan–Sibolga dan kerusakan pada beberapa ruas jalan di Mandailing Natal. Upaya pembukaan akses terus dilakukan menggunakan alat berat.</p>
<figure id="attachment_13912" aria-describedby="caption-attachment-13912" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-13912" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251128-WA00711.jpg" alt="Longsor dan Banjir Lumpuhkan Sumatra, BNPB Sebut 174 Tewas Puluhan Hilang" width="1200" height="800" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251128-WA00711.jpg 1200w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251128-WA00711-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251128-WA00711-1024x683.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251128-WA00711-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251128-WA00711-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251128-WA00711-696x464.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251128-WA00711-1068x712.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-13912" class="wp-caption-text">Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI.Suharyanto saat konfrensi pers perkembangan penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda Provinsi Sumatera Utara, Aceh dan Sumatra Barat di Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Jumat (28/11/2025) (katafoto/HO/BNPB)</figcaption></figure>
<p data-start="1361" data-end="1799">Bantuan logistik telah dikirim ke wilayah terdampak, termasuk beras, makanan siap saji, tenda, terpal, dan perlengkapan keluarga. Dukungan dari pemerintah pusat melibatkan personel BNPB, TNI/Polri, serta bantuan Presiden berupa alat komunikasi, genset, perahu LCR, tenda, dan perangkat pendukung lainnya. Alutsista seperti pesawat Caravan dan helikopter Airbus EC 155 juga dikerahkan untuk distribusi logistik dan mobilisasi alat berat.</p>
<p data-start="1801" data-end="1951">Gangguan jaringan komunikasi menjadi kendala utama, sehingga BNPB mendistribusikan perangkat internet Starlink ke titik pengungsian dan posko darurat.</p>
<p data-start="1953" data-end="2243">Sementara itu, di Aceh terdata 35 korban meninggal, 25 hilang, dan 8 luka-luka. Korban terbanyak berasal dari Bener Meriah, Aceh Tenggara, dan Aceh Tengah. Sebanyak 20 kabupaten/kota melaporkan titik pengungsian, di antaranya 96 titik di Kota Lhokseumawe. Total pengungsi mencapai 4.846 KK.</p>
<p data-start="2245" data-end="2623">Sejumlah akses transportasi di Aceh lumpuh akibat longsor dan rusaknya jembatan, termasuk jalur utama perbatasan Sumut–Aceh. Sejumlah daerah seperti Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah tidak dapat ditembus via darat. Bandara Perintis Gayo Lues dan Rembele Bener Meriah menjadi jalur utama mobilitas bantuan. Starlink juga telah dipasang untuk memperkuat komunikasi darurat.</p>
<p data-start="2625" data-end="3104">Di Sumatra Barat, BNPB mencatat 23 korban meninggal, 12 hilang, dan 4 luka-luka di wilayah Padang Panjang, Tanah Datar, Agam, Kota Padang, dan Pasaman Barat. Terdapat 50 titik pengungsian di Pesisir Selatan, tiga titik di Kota Padang, dan beberapa titik lainnya di Kabupaten Solok, Pasaman, dan Tanah Datar. Total pengungsi mencapai 3.900 KK. Kerusakan infrastruktur meliputi lima jembatan rusak berat di Padang Pariaman serta gangguan akses di jalur nasional Bukittinggi–Padang.</p>
<p data-start="3106" data-end="3340">BNPB telah menyalurkan bantuan logistik ke Tanah Datar dan Bukittinggi, termasuk paket pangan, hygiene kit, kasur lipat, serta makanan siap saji. Bantuan Presiden berupa alat komunikasi, tenda, LCR, dan bahan konsumsi juga telah tiba.</p>
<p data-start="3342" data-end="3922">Sebagai upaya mitigasi, BNPB bersama BMKG dan instansi terkait melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serentak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. OMC bertujuan menekan potensi hujan ekstrem yang berisiko memicu banjir dan longsor. Di Aceh, OMC mulai berjalan hari ini dengan pesawat PK-SNP dari Bandara Sultan Iskandar Muda. Di Sumatra Utara, operasi sudah berlangsung sejak Kamis (27/11/2025) dengan empat sortie dan penggunaan 3.200 kg bahan semai NaCl dan CaO. Di Sumatra Barat, operasi dijadwalkan dimulai Sabtu (29/11/2025) menggunakan pesawat PK-DPI dan PK-SNK.</p>
<p data-start="3924" data-end="4212">Saat ini, Kepala BNPB memimpin penanganan darurat dari Silangit–Tapanuli Utara, didampingi Deputi Penanganan Darurat Mayjen TNI Budi Irawan. Selanjutnya, peninjauan ke Aceh dan Sumatra Barat akan dilakukan bertahap bersama Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi serta Sekretaris Utama BNPB.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/11/28/longsor-dan-banjir-lumpuhkan-sumatra-bnpb-sebut-174-tewas-puluhan-hilang/">Longsor dan Banjir Lumpuhkan Sumatra, BNPB Sebut 174 Tewas Puluhan Hilang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/11/28/longsor-dan-banjir-lumpuhkan-sumatra-bnpb-sebut-174-tewas-puluhan-hilang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waspada Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/08/19/waspada-cuaca-ekstrem-pemprov-dki-lakukan-operasi-modifikasi-cuaca/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/08/19/waspada-cuaca-ekstrem-pemprov-dki-lakukan-operasi-modifikasi-cuaca/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2025 07:36:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[MEGAPOLITAN]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD DKI]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[HUT RI 80]]></category>
		<category><![CDATA[Jabodetabek]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[OMC]]></category>
		<category><![CDATA[Operasi Modifikasi Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[TNI AU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=11820</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 17–21 Agustus 2025. Langkah ini diambil sebagai strategi kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi sekaligus menjaga kelancaran rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan RI. Kegiatan OMC ini merupakan kolaborasi antara BPBD DKI Jakarta, Badan Meteorologi, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/08/19/waspada-cuaca-ekstrem-pemprov-dki-lakukan-operasi-modifikasi-cuaca/">Waspada Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 17–21 Agustus 2025. Langkah ini diambil sebagai strategi kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi sekaligus menjaga kelancaran rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan RI.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kegiatan OMC ini merupakan kolaborasi antara BPBD DKI Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta TNI Angkatan Udara (TNI AU).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan OMC dilakukan sebagai bentuk mitigasi proaktif pemerintah daerah untuk mengurangi risiko cuaca ekstrem.<br />
“Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan efektif dalam meminimalisir dampak cuaca ekstrem sehingga seluruh agenda kenegaraan dan perayaan masyarakat HUT RI ke-80 dapat berlangsung aman, nyaman, dan khidmat,” ujarnya dikutip dari laman berita jakarta pada, Senin (18/8).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Isnawa menambahkan, berdasarkan prakiraan BMKG, terdapat potensi peningkatan curah hujan di pertengahan Agustus. Oleh karena itu, OMC dijadwalkan berlangsung selama lima hari penuh.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dari sisi teknis, Fahim, perwakilan Direktorat Meteorologi Publik BMKG, menjelaskan faktor atmosfer yang mendukung terjadinya hujan di wilayah Jabodetabek. Antara lain adanya aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) Fase 2 di Samudra Hindia bagian barat, potensi gelombang low frequency dan Kelvin, serta indikasi Outgoing Longwave Radiation (OLR) negatif di Jawa bagian barat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Secara umum, kelembaban udara di wilayah Jabodetabek berada di kisaran 40–100 persen pada lapisan 925 hingga 500 hPa. Kondisi atmosfer juga menunjukkan labilitas lemah hingga sedang dengan potensi konveksi yang memungkinkan terbentuknya hujan,” jelasnya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/08/19/waspada-cuaca-ekstrem-pemprov-dki-lakukan-operasi-modifikasi-cuaca/">Waspada Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/08/19/waspada-cuaca-ekstrem-pemprov-dki-lakukan-operasi-modifikasi-cuaca/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BMKG Gelar Modifikasi Cuaca Cegah Kebakaran Hutan</title>
		<link>https://katafoto.id/2024/06/19/bmkg-gelar-modifikasi-cuaca-cegah-kebakaran-hutan/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2024/06/19/bmkg-gelar-modifikasi-cuaca-cegah-kebakaran-hutan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Jun 2024 01:47:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[LINGKUNGAN HIDUP dan KEHUTANAN]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran Hutan dan Lahan]]></category>
		<category><![CDATA[lahan gambut]]></category>
		<category><![CDATA[OMC]]></category>
		<category><![CDATA[Operasi Modifikasi Cuaca]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://katafoto.id/?p=2642</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan dalam rangka pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), BMKG menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serentak di lima provinsi wilayah Indonesia, yaitu Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. &#8220;OMC ini dilakukan dalam rangka bentuk antisipasi bencana kekeringan dan Karhutla,&#8221; kata Dwikorita di [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2024/06/19/bmkg-gelar-modifikasi-cuaca-cegah-kebakaran-hutan/">BMKG Gelar Modifikasi Cuaca Cegah Kebakaran Hutan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan dalam rangka pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), BMKG menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serentak di lima provinsi wilayah Indonesia, yaitu Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;OMC ini dilakukan dalam rangka bentuk antisipasi bencana kekeringan dan Karhutla,&#8221; kata Dwikorita di Jakarta, Selasa (18/6).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Adapun jadwal pelaksanaan OMC di Riau dilaksanakan pada 14 Juni-3 Juli 2024, Jambi 20 Juni-1 Juli 2024, Sumatra Selatan 3 Juli-12 Juli 2024, Kalimantan Barat 25 Juni-5 Juli 2024, dan Kalimantan Tengah tahap 5 Juli-15 Juli 2024.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lebih lanjut, berdasarkan hasil analisis dan monitoring BMKG, pada Juli hingga September, target OMC di lima provinsi diperkirakan akan mengalami kekeringan dan rawan terjadi Karhutla. Oleh karenanya OMC bertujuan untuk mengurangi dampak risiko yang dapat terjadi dan dapat menganggu kehidupan masyarakat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;OMC dilakukan untuk pembasahan lahan gambut guna antisipasi dan mitigasi bencana Karhutla. Selain itu juga untuk mengisi kubah-kubah air yang berada di lahan gambut sehingga mencegah lahan gambut kering dan mudah terbakar karena telah dibasahi oleh hujan,&#8221; ujarnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Di sisi lain, Plt. Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menjelaskan berdasarkan pantauan Sipongi, secara kumulatif dua hari terakhir di provinsi terkait target sudah mulai terdeteksi hotspot dengan derajat kepercayaan menengah hingga tinggi atau 2-3 titik per hari.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurut Seto, pembasahan lahan gambut tersebut dilakukan sebelum daerah terdampak memasuki puncak musim kemarau. OMC ditujukan untuk menekan potensi lonjakan hotspot dan potensi luasan area gambut yang terbakar.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Saat ini sedang dilaksanakan OMC di Provinsi Riau sejak tanggal 14-18 Juni 2024 dengan menggunakan bahan semai NaCI powder sebanyak empat ton. Hingga hari ini, OMC di Riau telah dilaksanakan selama empat hari dengan rincian lima sorti penyemaian dengan total jam terbang 11 jam 35 menit,&#8221; ujar Seto.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kegiatan OMC di Provinsi Riau dimulai pada tanggal 14 Juni 2024 bekerjasama dengan TNI AU Lanud Sultan Syarif Kasim II dan pesawat Casa 212 registrasi A-2116 dari Skuadron Udara 4 Malang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau dan PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2024/06/19/bmkg-gelar-modifikasi-cuaca-cegah-kebakaran-hutan/">BMKG Gelar Modifikasi Cuaca Cegah Kebakaran Hutan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2024/06/19/bmkg-gelar-modifikasi-cuaca-cegah-kebakaran-hutan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BMKG dan Tunisia Jajaki Kerja Sama Operasi Modifikasi Cuaca</title>
		<link>https://katafoto.id/2024/06/07/bmkg-dan-tunisia-jajaki-kerja-sama-operasi-modifikasi-cuaca/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2024/06/07/bmkg-dan-tunisia-jajaki-kerja-sama-operasi-modifikasi-cuaca/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jun 2024 08:34:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KATA BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Iklim Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kerjasama BMKG dan Tunisia]]></category>
		<category><![CDATA[OMC]]></category>
		<category><![CDATA[Operasi Modifikasi Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[Tunisia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://katafoto.id/?p=2712</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menerima kunjungan Duta Besar Tunisia untuk Indonesia Mohamed Trabelsi di Gedung Pusat BMKG, Jakarta Pusat, Jumat (7/6/2024). Pada kesempatan tersebut, BMKG berbagi praktik baik Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam menghadapi laju perubahan iklim. &#8220;Dalam kasus kami, kami sangat terpengaruh oleh El Nino dan La [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2024/06/07/bmkg-dan-tunisia-jajaki-kerja-sama-operasi-modifikasi-cuaca/">BMKG dan Tunisia Jajaki Kerja Sama Operasi Modifikasi Cuaca</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menerima kunjungan Duta Besar Tunisia untuk Indonesia Mohamed Trabelsi di Gedung Pusat BMKG, Jakarta Pusat, Jumat (7/6/2024). Pada kesempatan tersebut, BMKG berbagi praktik baik Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam menghadapi laju perubahan iklim.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Dalam kasus kami, kami sangat terpengaruh oleh El Nino dan La Nina dari Kepulauan Pasifik Indonesia sehingga kita dapat membuat perencanaan prakiraan musim untuk kebutuhan para petani dan masyarakat,&#8221; ungkap Dwikorita.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">OMC menjadi salah satu pendekatan mitigasi yang dapat dilakukan disaat kondisi mengancaman khususnya pada sektor terdampak seperti pertanian. Sementara itu, Plt Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto mengatakan terdapat dua jenis iklim di Tunisia yaitu iklim mediterania dan iklim semi mediterania. Kondisi iklim tersebut menurut Seto masih memungkinkan untuk meningkatkan curah hujan dengan menggunakan OMC.</span></p>
<figure id="attachment_2709" aria-describedby="caption-attachment-2709" style="width: 1280px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-2709" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/bmkg-621A9180.jpg" alt="" width="1280" height="853" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/bmkg-621A9180.jpg 1280w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/bmkg-621A9180-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/bmkg-621A9180-1024x682.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/bmkg-621A9180-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/bmkg-621A9180-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/bmkg-621A9180-600x400.jpg 600w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/bmkg-621A9180-696x464.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/bmkg-621A9180-1068x712.jpg 1068w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/bmkg-621A9180-630x420.jpg 630w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/bmkg-621A9180-1260x840.jpg 1260w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption id="caption-attachment-2709" class="wp-caption-text">Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati (kedua kanan) menerima kunjungan Duta Besar Tunisia untuk Indonesia Mohamed Trabelsi di Gedung Pusat BMKG, Jakarta Pusat, Jumat (7/6/2024). (katafoto/HO/humasbmkg)</figcaption></figure>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Saya pikir masih ada kemungkinan untuk meningkatkan curah hujan menggunakan modifikasi cuaca di Tunisia dan kita dapat bekerja sama,&#8221; ujar Seto.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Senada Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan daerah mediterania memungkinkan untuk mendukung upaya OMC menjadi prediktabilitas musim. Contohnya, ketika adanya prediksi akan terjadi gelombang panas maka modifikasi cuaca dapat dilakukan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Ada kemungkinan kuat untuk pemberitahuan sebelum benar-benar memburuk perubahan iklim terjadi ya saya pikir kita harus bergerak cepat kita tidak tahu di masa depan apa yang mungkin terjadi dengan daerah mediterania,&#8221; ujarnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Duta Besar Tunisia untuk Indonesia Mohamed Trabelsi menyambut baik analisis BMKG tentang kondisi iklim di Indonesia. Rencana kerja sama dalam bidang modifikasi cuaca dapat memperkuat hubungan di segala bidang antara Indonesia dan Tunisia.</span></p>
<figure id="attachment_2710" aria-describedby="caption-attachment-2710" style="width: 1280px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-2710" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/bmkg-621A9403.jpg" alt="" width="1280" height="853" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/bmkg-621A9403.jpg 1280w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/bmkg-621A9403-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/bmkg-621A9403-1024x682.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/bmkg-621A9403-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/bmkg-621A9403-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/bmkg-621A9403-600x400.jpg 600w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/bmkg-621A9403-696x464.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/bmkg-621A9403-1068x712.jpg 1068w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/bmkg-621A9403-630x420.jpg 630w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/bmkg-621A9403-1260x840.jpg 1260w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption id="caption-attachment-2710" class="wp-caption-text">Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, Duta Besar Tunisia untuk Indonesia Mohamed Trabelsi, jajaran deputi serta Kepala Bagian saat mendengarkan penjelasan kondisi iklim Indonesia di di Gedung Pusat BMKG, Jakarta, Jumat (7/6/2024). (katafoto/HO/humasbmkg)</figcaption></figure>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Jadi saya berharap dapat mengimplementasikan apa yang telah disepakati dengan Menteri Agrikultur, Sumber Daya Hidraulik, dan Perikanan Tunisia pada pertemuan terakhir di Bali. Terima kasih atas penerimaan kami di kantor BMKG,&#8221; kata Trabelsi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sebelumnya, pada 20 Mei lalu, BMKG dan Menteri Agrikultur, Sumber Daya Hidraulik, dan Perikanan Tunisia Abdelmonaam Belaati melakukan pertemuan bilateral di sela-sela KTT 10th World Water Forum (WWF), Bali.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pada pertemuan tersebut, BMKG menjelaskan OMC penting untuk menyelamatkan hidup manusia, menjamin kemakmuran, dan kesejahteraan manusia karena membantu produksi pertanian di daerah kering. Oleh karenanya usaha ini harus terus dilakukan secara kolektif.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Saat itu, Abdelmonaam bercerita Tunisia kekeringan selama 5-7 tahun yang menyebabkan pasokan air berkurang. Dan oleh karenanya OMC bisa dilakukan dengan efektif untuk menanggulangi persoalan tersebut.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2024/06/07/bmkg-dan-tunisia-jajaki-kerja-sama-operasi-modifikasi-cuaca/">BMKG dan Tunisia Jajaki Kerja Sama Operasi Modifikasi Cuaca</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2024/06/07/bmkg-dan-tunisia-jajaki-kerja-sama-operasi-modifikasi-cuaca/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
