32.9 C
Jakarta
Rabu, Mei 20, 2026
BerandaKATA BERITALINGKUNGAN HIDUP dan KEHUTANANBukan Sekadar Hujan Buatan, BMKG Bongkar Fakta Operasi Modifikasi Cuaca

Bukan Sekadar Hujan Buatan, BMKG Bongkar Fakta Operasi Modifikasi Cuaca

Jakarta – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama ini kerap dikenal masyarakat sebagai “hujan buatan”. Namun, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menegaskan teknologi tersebut memiliki fungsi yang jauh lebih luas, terutama dalam pengelolaan sumber daya air dan mitigasi bencana hidrometeorologi.

Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menjelaskan OMC bukan teknologi untuk menciptakan hujan, melainkan upaya mengatur distribusi curah hujan sesuai kebutuhan wilayah tertentu.

“Yang jelas masih banyak pemahaman masyarakat yang keliru yang menganggap kalau ada operasi modifikasi cuaca itu pasti terjadi hujan. Padahal yang kita lakukan itu tidak membuat hujan,” ujar Budi dalam InfoBMKG, Selasa (19/5).

Menurutnya, OMC merupakan teknologi pengelolaan air di atmosfer dengan memanfaatkan parameter cuaca dan rekayasa awan. Penerapannya dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mengurangi risiko banjir dan kekeringan hingga menjaga cadangan air di wilayah strategis.

Budi mengatakan OMC kini menjadi bagian dari strategi nasional pengelolaan air secara terintegrasi. Salah satu penerapannya dilakukan di kawasan Danau Toba, Sumatra Utara, yang memiliki keterkaitan dengan sektor energi, pangan, dan kebutuhan air masyarakat.

Air dari Danau Toba dimanfaatkan untuk mendukung pembangkit listrik tenaga air, termasuk kebutuhan industri seperti Inalum. Selain itu, aliran airnya juga digunakan untuk kebutuhan irigasi pertanian dan air baku di wilayah hilir.

“Kalau kita bicara nexus (keterkaitan) antara pangan, energi, dan air, pengelolaan melalui OMC ini menjadi satu paket yang saling terhubung dan memberi manfaat luas,” jelas Budi.

BMKG menjelaskan strategi pelaksanaan OMC berbeda-beda tergantung tujuan yang ingin dicapai. Untuk pengisian waduk atau danau, hujan diarahkan turun di daerah tangkapan air atau catchment area agar suplai air masuk maksimal ke sistem waduk.

Sementara untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hujan diarahkan membasahi wilayah gambut dan area rawan kebakaran guna menjaga kelembapan tanah. Adapun dalam mitigasi banjir, hujan diupayakan bergeser ke laut atau wilayah nonkritis agar tidak menambah curah hujan di daratan.

“Untuk waduk lebih presisi, untuk karhutla fokus pada pembasahan lahan, sedangkan untuk banjir strateginya berbeda lagi,” kata Budi.

OMC disebut telah rutin diterapkan di sejumlah wilayah Indonesia seperti DAS Brantas di Jawa Timur serta DAS Citarum di Jawa Barat yang mencakup Waduk Saguling, Cirata, dan Jatiluhur. Teknologi tersebut juga rutin digunakan di kawasan Danau Toba.

Pada 2026, operasi modifikasi cuaca direncanakan berlangsung sekitar 50 hari dan dibagi dalam dua tahap menyesuaikan masa peralihan musim hujan ke kemarau.

Budi mengakui tantangan terbesar pelaksanaan OMC bukan hanya aspek teknis, tetapi juga persepsi masyarakat yang kerap mengaitkan kegiatan tersebut dengan dampak negatif, mulai dari isu kualitas air hingga gangguan kesehatan.

Namun, BMKG memastikan bahan semai yang digunakan aman bagi lingkungan.

“BMKG memastikan seluruh proses menggunakan bahan semai yang ramah lingkungan. Bahan semai yang kita gunakan adalah natrium klorida, tidak mengandung unsur berbahaya seperti nitrit atau fosfor,” jelasnya.

BMKG juga rutin melakukan pengujian kualitas air sebelum, selama, dan sesudah pelaksanaan OMC untuk memastikan tidak ada dampak signifikan terhadap lingkungan.

Terkait isu banjir, BMKG menegaskan seluruh kegiatan OMC dilakukan berdasarkan data ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan, termasuk analisis arah angin, jalur awan, dan lokasi penyemaian.

Meski dinilai penting sebagai teknologi mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim, BMKG menekankan OMC bukan solusi utama dalam penanganan persoalan lingkungan.

“OMC adalah alat bantu mitigasi. Solusi jangka panjang tetap pada perbaikan lingkungan dan infrastruktur air di daratan,” pungkas Budi Harsoyo.

Baca Juga

Purbaya Siapkan Global Bond untuk Selamatkan Rupiah

Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerbitkan global...

Ratusan Ribu Uang Rupiah Palsu Dimusnahkan, Nilainya Bikin Kaget

Jakarta - Bank Indonesia (BI) bersama Badan Reserse Kriminal...

Rahasia Hitungan Token Listrik Terungkap, Pelanggan PLN Wajib Tahu

Jakarta - PT PLN (Persero) mengajak masyarakat memahami pola...

Penipuan Digital Makin Marak, DANA Hadirkan Edukasi Anti Scam Gratis

Jakarta - Meningkatnya penggunaan transaksi digital di Indonesia menjadi...

Mudah Banget! Kurban Iduladha Kini Bisa dari HP Lewat Pospay

Jakarta - Menunaikan ibadah kurban kini semakin mudah berkat...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini