29.9 C
Jakarta
Kamis, Juni 11, 2026
BerandaKATA EKBISAGRIBISNISHarga Beras Naik di 111 Daerah, BPS Ungkap Penyebabnya

Harga Beras Naik di 111 Daerah, BPS Ungkap Penyebabnya

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan harga beras nasional terus mengalami kenaikan di sejumlah daerah. Saat ini, rata-rata harga beras secara nasional tercatat mencapai Rp15.325 per kilogram, dengan kenaikan terjadi di 111 kabupaten dan kota di Indonesia.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan beberapa wilayah yang mengalami kenaikan harga beras antara lain Kabupaten Mahakam Hulu, Kabupaten Teluk Bintuni, hingga Kabupaten Paser.

“Beras rata-rata nasional mencapai Rp 15.325 per kg, dengan 111 kabupaten dan kota mengalami kenaikan harga,” ujar Amalia dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri, Senin (18/5).

BPS juga mencatat tekanan inflasi beras mulai terasa di sejumlah daerah. Di Kota Denpasar, inflasi beras secara bulanan atau month-to-month (m-to-m) pada April 2026 tercatat sebesar 2,76 persen dengan andil inflasi mencapai 0,11 persen.

Menurut data BPS daerah, kenaikan harga beras di Denpasar dipicu naiknya harga dari tingkat distributor. Kondisi tersebut dipengaruhi kenaikan harga gabah dan beras di tingkat petani di sejumlah wilayah Bali seperti Jembrana, Badung, dan Gianyar.

Fenomena serupa disebut terjadi di beberapa daerah lain akibat terbatasnya pasokan beras di pasar.

Di Kabupaten Kapuas, inflasi beras bulanan bahkan mencapai 6,54 persen. BPS menyebut kondisi itu dipicu menipisnya stok beras, sementara masa panen belum dimulai.

“Fenomena ini terjadi karena stok beras yang menipis dan belum masuknya musim panen, sehingga barang yang tersedia di pasar masih relatif sedikit,” kata Amalia.

BPS memperkirakan kondisi pasokan beras akan mulai membaik dalam beberapa bulan ke depan. Berdasarkan hasil survei Kerangka Sampel Area (KSA) produksi padi, peningkatan stok dan pasokan diprediksi mulai terjadi pada Mei hingga Juni 2026.

Pemerintah berharap meningkatnya produksi padi saat musim panen dapat membantu menurunkan tekanan harga beras sekaligus menstabilkan pasokan di pasar.

Kenaikan harga beras masih menjadi perhatian karena komoditas tersebut termasuk salah satu penyumbang utama inflasi pangan di berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga

Penderita Asam Lambung Wajib Tahu, Makanan dan Minuman Ini Bisa Picu GERD

Jakarta - Penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease...

Prabowo Beri Peringatan Tegas, Semua Pejabat Diminta Segera Benahi Diri

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto terus mengingatkan seluruh pejabat...

AceKid Hadir di Indonesia, Usung Susu Segar Tanpa Pemanis Tambahan

Jakarta  - Menjawab kebutuhan masyarakat akan informasi nutrisi yang...

BPJS Kesehatan Tegaskan Tak Ada Kenaikan Iuran JKN, Simak Rinciannya

Jakarta - BPJS Kesehatan menegaskan bahwa tarif iuran Program...

Forum Asia Grassroots: SBY dan Jusuf Kalla Beberkan Strategi Jaga Ketahanan Ekonomi

Jakarta - Masa depan kesejahteraan Indonesia dalam jangka panjang...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini