28.8 C
Jakarta
Kamis, Agustus 20, 2026
BerandaKATA EKBISAGRIBISNISHarga Beras Naik di 111 Daerah, BPS Ungkap Penyebabnya

Harga Beras Naik di 111 Daerah, BPS Ungkap Penyebabnya

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan harga beras nasional terus mengalami kenaikan di sejumlah daerah. Saat ini, rata-rata harga beras secara nasional tercatat mencapai Rp15.325 per kilogram, dengan kenaikan terjadi di 111 kabupaten dan kota di Indonesia.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan beberapa wilayah yang mengalami kenaikan harga beras antara lain Kabupaten Mahakam Hulu, Kabupaten Teluk Bintuni, hingga Kabupaten Paser.

“Beras rata-rata nasional mencapai Rp 15.325 per kg, dengan 111 kabupaten dan kota mengalami kenaikan harga,” ujar Amalia dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri, Senin (18/5).

BPS juga mencatat tekanan inflasi beras mulai terasa di sejumlah daerah. Di Kota Denpasar, inflasi beras secara bulanan atau month-to-month (m-to-m) pada April 2026 tercatat sebesar 2,76 persen dengan andil inflasi mencapai 0,11 persen.

Menurut data BPS daerah, kenaikan harga beras di Denpasar dipicu naiknya harga dari tingkat distributor. Kondisi tersebut dipengaruhi kenaikan harga gabah dan beras di tingkat petani di sejumlah wilayah Bali seperti Jembrana, Badung, dan Gianyar.

Fenomena serupa disebut terjadi di beberapa daerah lain akibat terbatasnya pasokan beras di pasar.

Di Kabupaten Kapuas, inflasi beras bulanan bahkan mencapai 6,54 persen. BPS menyebut kondisi itu dipicu menipisnya stok beras, sementara masa panen belum dimulai.

“Fenomena ini terjadi karena stok beras yang menipis dan belum masuknya musim panen, sehingga barang yang tersedia di pasar masih relatif sedikit,” kata Amalia.

BPS memperkirakan kondisi pasokan beras akan mulai membaik dalam beberapa bulan ke depan. Berdasarkan hasil survei Kerangka Sampel Area (KSA) produksi padi, peningkatan stok dan pasokan diprediksi mulai terjadi pada Mei hingga Juni 2026.

Pemerintah berharap meningkatnya produksi padi saat musim panen dapat membantu menurunkan tekanan harga beras sekaligus menstabilkan pasokan di pasar.

Kenaikan harga beras masih menjadi perhatian karena komoditas tersebut termasuk salah satu penyumbang utama inflasi pangan di berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga

Momen Langka, Sepasang Gajah Sumatera Kibarkan Merah Putih di HUT RI ke-81

Riau - Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Kasang...

BGN Beberkan Penyebab Dugaan Insiden MBG di Karo, Ikan Dibiarkan 12 Jam

Medan - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono atau...

Ada Penerima MBG Belum Punya Rumah, BGN Gandeng Kementerian PKP Cari Solusi

Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menemui...

Sering Lelah dan Stamina Menurun? Waspadai Sinyal Gangguan Hormon dan Metabolisme

Jakarta - Tubuh terus memberikan berbagai sinyal ketika terjadi...

Dokumen Hilang Akibat Gempa NTT? Kemendagri Pastikan Penggantian Gratis

Jakarta - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memastikan warga terdampak...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini