29.9 C
Jakarta
Kamis, Juni 11, 2026
BerandaKATA EKBISINDUSTRIGojek Buka Suara soal Komisi Dipangkas Jadi 8 Persen, Konsumen Kena Dampak?

Gojek Buka Suara soal Komisi Dipangkas Jadi 8 Persen, Konsumen Kena Dampak?

Jakarta – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk atau GoTo mendukung terhadap kebijakan pemerintah terkait penyesuaian komisi ojek online. Kebijakan tersebut mengatur skema bagi hasil sebesar 92 persen untuk mitra pengemudi layanan roda dua atau GoRide, sementara perusahaan menerima komisi 8 persen dari setiap perjalanan. Sebelumnya, komisi yang diterima platform mencapai 20 persen.

Pernyataan itu disampaikan GoTo dalam konferensi pers di Kantor Pusat GoTo, Jakarta, menjelang peringatan Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 2026.

Sebagai bentuk tindak lanjut atas kebijakan pemerintah, GoTo dan Gojek menyiapkan empat langkah strategis.

Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, mengatakan bahwa kebijakan tersebut menjadi momentum penting dalam penguatan kesejahteraan mitra pengemudi di era digital.

“Kebijakan ini merupakan cerminan nyata dari semangat Hari Kebangkitan Nasional di era digital. Seperti yang telah kami sampaikan dalam berbagai momentum sebelumnya, termasuk pada pengumuman program dukungan kesejahteraan Bakti GoTo untuk Negeri, serta peluncuran 7 Inisiatif Apresiasi Mitra terbaru, kesejahteraan mitra driver akan selalu menjadi prioritas utama bagi Perusahaan,” ujar Hans.

Salah satu langkah yang akan dilakukan ialah penyesuaian skema bagi hasil layanan GoRide sesuai arahan pemerintah. Meski penyesuaian tersebut akan berdampak pada pendapatan perusahaan dari sektor transportasi roda dua, GoTo menilai kebijakan itu sebagai investasi jangka panjang demi menjaga keberlanjutan ekosistem.

Perusahaan menegaskan penyesuaian pada layanan GoRide Reguler tetap mempertimbangkan keseimbangan antara pendapatan mitra pengemudi dan keterjangkauan tarif bagi konsumen.

“Kami akan berupaya agar tidak ada perubahan harga yang dibayar oleh konsumen untuk GoRide Reguler,” tulis perusahaan dalam keterangannya.

GoTo berharap kestabilan tarif dapat menjaga jumlah pesanan tetap stabil sehingga pendapatan mitra pengemudi tidak terganggu.

Selain itu, Gojek juga mengumumkan penghentian “Program Langganan GoRide Hemat” untuk mitra pengemudi. Program yang mulai diuji coba sejak November 2025 dan diperluas pada Februari 2026 itu dinilai memerlukan keseimbangan yang lebih baik bagi kesejahteraan mitra.

Perusahaan memastikan penghentian program akan dilakukan dalam waktu dekat sebagai bagian dari penyesuaian ekosistem layanan transportasi online.

Ke depan, layanan GoRide Hemat juga akan mengikuti sistem bagi hasil 8 persen seperti GoRide Reguler. Konsekuensinya, akan ada penyesuaian tarif bagi konsumen secara moderat dengan tetap memperhatikan keterjangkauan harga.

GoTo juga menegaskan berbagai program kesejahteraan mitra pengemudi tetap dilanjutkan, seperti Bonus Hari Raya (BHR), BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, beasiswa untuk mitra dan keluarga, program umrah gratis, Bursa Kerja Mitra Gojek, hingga cek kesehatan gratis bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan.

Menurutnya program tersebut sejalan dengan visi Asta Cita pemerintah menuju Indonesia Emas 2045, khususnya dalam peningkatan kualitas lapangan kerja dan pemerataan ekonomi.

Di tengah perubahan skema bagi hasil GoRide, GoTo menilai kekuatan ekosistem bisnis perusahaan tetap menjadi fondasi utama untuk menjaga pertumbuhan jangka panjang. Selain layanan transportasi online, lini bisnis teknologi finansial, logistik, dan pengantaran disebut terus berkembang positif.

Meski mengakui perubahan skema komisi akan berdampak pada penurunan pendapatan sektor GoRide, perusahaan optimistis dapat menjaga stabilitas bisnis melalui inovasi dan kekuatan ekosistem yang dimiliki.

Saat ini, GoTo masih berkoordinasi dengan pemerintah dan pihak terkait untuk mendapatkan arahan lebih lanjut mengenai detail aturan dalam Peraturan Presiden terkait komisi ojek online.

“Sebagai perusahaan yang lahir dan berkembang di Indonesia, Gojek senantiasa berkomitmen untuk dapat terus maju – demi mitra pengemudi yang lebih sejahtera, pelanggan yang terlayani lebih baik, dan Indonesia yang kita cintai bersama,” tutup Hans.

Baca Juga

Penderita Asam Lambung Wajib Tahu, Makanan dan Minuman Ini Bisa Picu GERD

Jakarta - Penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease...

Belanja Makin Seru, Festival Jakarta Great Sale Targetkan Transaksi Rp16 Triliun

Jakarta - Ajang pesta diskon tahunan Festival Jakarta Great...

Umrah Makin Mahal, Kenaikan Avtur dan Dolar Picu Lonjakan Biaya Perjalanan

Jakarta - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika...

Kantongi Sertifikat Eropa, Ekspor Obat Indonesia Makin Dilirik Dunia

Jakarta - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),...

Subaru Tarik 69 Ribu Forester, Sunroof Bisa Lepas Saat Mobil Melaju

Subaru mengumumkan penarikan kembali (recall) terhadap sejumlah SUV Forester...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini