27.9 C
Jakarta
Minggu, Mei 17, 2026
BerandaKATA BERITADAERAHRSUD Margono Diproyeksikan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya

RSUD Margono Diproyeksikan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya

Banyumas – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan RSUD Prof Dr Margono Soekarjo, Purwokerto menjadi pusat rujukan layanan kesehatan di wilayah Banyumas Raya. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, mengatakan bahwa upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat di kawasan eks Karesidenan Banyumas.

Menurutnya RSUD Margono Soekarjo harus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi hingga rumah sakit milik pemerintah maupun swasta di kabupaten dan kota sekitar.

“Jadi hubnya itu RSUD Margono Soekarjo, supporting-nya rumah sakit di sekitarnya,” ujar Ahmad Luthfi, Minggu (17/5).

Ia menegaskan, sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas utama pembangunan di Jawa Tengah karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.

“Jadi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, hal paling dasar salah satunya adalah kesehatan, tentunya di samping faktor lain,” katanya.

Untuk mendukung pemerataan layanan kesehatan, Pemprov Jawa Tengah juga akan terus memperkuat program dokter spesialis keliling atau Speling. Program tersebut dinilai efektif menjangkau masyarakat hingga ke pelosok desa.

Luthfi menilai sinergi antara RSUD Margono Soekarjo dengan rumah sakit di wilayah sekitar sangat penting guna menyukseskan program tersebut.

“Masyarakat di tingkat bawah (desa) itu lebih mengharapkan hadirnya dokter ke kampung. Jadi, saya ingin dorong seluruh dokter spesialis, tidak usah menunggu instruksi Gubernur atau Kepala Dinas. Langsung jalan dan ada evaluasi,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Margono Soekarjo, Heri Dwi Purnomo, menjelaskan bahwa rumah sakit tersebut saat ini didukung 2.204 tenaga kerja. Jumlah itu terdiri atas 154 dokter, 847 perawat dan bidan, 519 tenaga medis lainnya, serta 683 tenaga nonmedis.

Ia menambahkan, RSUD Margono Soekarjo juga memiliki sejumlah layanan unggulan yang telah berjalan, di antaranya bedah saraf, layanan jantung, uronefrologi, dan maternal perinatal.

Hingga April 2026, jumlah pasien yang telah dilayani mencapai 9.888 pasien IGD, 134.632 pasien rawat jalan, dan 17.698 pasien rawat inap. Dari total tersebut, sebanyak 38 persen merupakan pasien BPJS PBI, 55 persen BPJS non-PBI, enam persen pasien umum, dan satu persen lainnya berasal dari kategori lain.

Berdasarkan asal daerah pasien, mayoritas berasal dari Banyumas sebesar 42 persen, disusul Cilacap 16 persen, Purbalingga 13 persen, Banjarnegara tujuh persen, Brebes enam persen, Kebumen dan Pemalang masing-masing dua persen, serta Wonosobo dan Tegal masing-masing satu persen. Sementara delapan persen lainnya berasal dari daerah lain.

“Rata-rata kunjungan rawat jalan 1.432 pasien per hari,” jelas Heri.

Baca Juga

Viral Kode 09 Meteran PLN Bisa Bongkar Alat Paling Boros, Benarkah?

Jakarta - Media sosial ramai membahas klaim bahwa meteran...

Panen Jagung Serentak, Prabowo Turun ke Lapangan Naik Traktor

Tuban - Prabowo Subianto menghadiri kegiatan Panen Raya Jagung...

Jangan Salah Beli! Ini Rahasia Memilih Box Motor yang Sering Diabaikan

Sebagian pengguna motor membeli box motor karena kebutuhan praktis,...

EV dan Energi Terbarukan Diprediksi Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi

Jakarta - Meningkatnya tensi geopolitik global serta fluktuasi harga...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini