31.1 C
Jakarta
Jumat, Juli 3, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALViral Isu 60 Ribu Mahasiswa Mundur dari PTN, Mendikti Beri Penjelasan

Viral Isu 60 Ribu Mahasiswa Mundur dari PTN, Mendikti Beri Penjelasan

Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) meluruskan informasi yang beredar mengenai sekitar 60 ribu mahasiswa yang disebut telah diterima di perguruan tinggi negeri (PTN), tetapi tidak melakukan daftar ulang atau mengundurkan diri. Pemerintah menegaskan angka tersebut tidak menggambarkan kondisi yang sebenarnya.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menjelaskan bahwa data yang ramai dibahas publik merupakan hasil evaluasi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025, bukan proses penerimaan mahasiswa tahun 2026 yang saat ini masih berlangsung.

Menurut Brian, angka sekitar 60 ribu tersebut merupakan gabungan dari dua komponen berbeda, yakni kursi yang tidak terisi dan peserta yang telah dinyatakan lolos seleksi tetapi memilih tidak melakukan registrasi ulang.

Berdasarkan data resmi Panitia SNPMB, terdapat 42.315 kursi yang tidak terisi serta 17.816 peserta yang telah diterima, namun memutuskan tidak melanjutkan proses registrasi.

Pada SNPMB 2025, perguruan tinggi negeri menyediakan 627.957 kursi melalui tiga jalur seleksi, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan seleksi mandiri.

Dari total daya tampung tersebut, sebanyak 585.642 peserta dinyatakan lulus seleksi. Dengan demikian, masih terdapat 42.315 kursi atau sekitar 6,7 persen yang belum terisi.

Brian menegaskan, kursi yang kosong bukan disebabkan minimnya peminat. Menurutnya, perguruan tinggi tetap mempertahankan standar akademik sehingga kursi yang belum memiliki calon mahasiswa sesuai kualifikasi tidak diisi.

“Perguruan tinggi tetap menerapkan standar mutu dalam proses seleksi sehingga kursi yang belum memenuhi kualifikasi tidak diisi semata-mata untuk memenuhi target daya tampung. Kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen dalam menjaga kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi agar lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dunia kerja, dan industri,” ujar Menteri Brian, dikutip dari Antara via laman beritasatu, Jumat (3/7).

Data Panitia SNPMB juga menunjukkan mayoritas peserta yang lolos seleksi tetap melanjutkan proses registrasi. Dari total peserta yang diterima, sebanyak 567.826 orang atau sekitar 97,2 persen telah melakukan daftar ulang dan resmi melanjutkan proses sebagai mahasiswa baru.

Sementara itu, peserta yang memilih tidak melakukan registrasi ulang berjumlah 17.816 orang atau sekitar 2,8 persen dari total peserta yang diterima.

Panitia SNPMB mencatat sejumlah alasan yang menyebabkan peserta tidak melanjutkan registrasi. Di antaranya karena diterima di program studi yang bukan pilihan utama, memilih melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi kedinasan atau perguruan tinggi milik kementerian/lembaga lain, hingga pertimbangan pribadi maupun keluarga.

Selain itu, terdapat pula peserta yang mengajukan bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, tetapi setelah melalui proses verifikasi dinyatakan belum memenuhi persyaratan atau hanya memperoleh bantuan sebagian sehingga masih membutuhkan dukungan biaya dari keluarga.

“Kemdiktisaintek menegaskan bahwa proses verifikasi KIP kuliah dilakukan untuk menjaga prinsip ketepatan sasaran sehingga bantuan pemerintah diberikan kepada calon mahasiswa yang benar-benar berasal dari keluarga yang paling membutuhkan,” ucap Brian.

Brian menegaskan data tersebut justru menunjukkan sebagian besar calon mahasiswa yang telah diterima tetap memanfaatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi. Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak salah menafsirkan informasi yang beredar.

“Pendidikan tinggi harus dapat diakses oleh semakin banyak putra-putri Indonesia, namun pada saat yang sama kualitas akademik juga harus tetap terjaga. Karena itu, kami terus memperkuat berbagai skema afirmasi, bantuan pendidikan, sistem UKT yang berkeadilan, serta penyempurnaan sistem penerimaan mahasiswa agar semakin inklusif, tepat sasaran, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan bangsa,” tutur Brian.

Baca Juga

Prabowo Ajak Ilmuwan hingga Pelaku Industri Bersatu Hadapi Ancaman AI dan Perang Nuklir

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengajak kalangan perguruan tinggi,...

Mendagri Tito Bantah Dua Desa di Nunukan Masuk Malaysia, Ini Fakta Sebenarnya

Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian membantah...

Prabowo Terima Medali Kehormatan Tertinggi Polri di HUT ke-80 Bhayangkara

Bogor – Presiden Prabowo Subianto menerima medali kehormatan keamanan...

Mulai Bulan Depan Pedagang Online di Marketplace Bakal Dipungut Pajak

Jakarta - Pemerintah berencana mulai menerapkan mekanisme baru pemungutan...

Mazda Flair Crossover Mengaspal, SUV Kompak Bermesin Hybrid dengan Fitur ADAS

Mazda menghadirkan penyegaran untuk Flair Crossover di pasar Jepang...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini