27.7 C
Jakarta
Jumat, Juli 3, 2026
BerandaKATA EKBISUMKMBatu Giok Nagan Raya Bidik Pasar Nasional hingga Internasional

Batu Giok Nagan Raya Bidik Pasar Nasional hingga Internasional

Aceh – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya, Aceh, terus memperluas promosi batu giok khas daerah setelah produk unggulan tersebut resmi mengantongi Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Berbagai upaya dilakukan, mulai dari mengikuti kontes batu mulia tingkat nasional hingga menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah lain.

Wakil Bupati Nagan Raya, Raja Sayang, mengatakan batu giok merupakan salah satu kekayaan alam yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi menjadi ikon daerah apabila dikelola secara optimal.

“Promosi batu giok khas Nagan Raya terus kami lakukan. Ini merupakan kekayaan alam yang harus kita manfaatkan secara baik agar semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Raja Sayang di Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, Kamis (2/7).

Menurut Raja Sayang, batu giok asal Nagan Raya telah beberapa kali mengikuti berbagai kontes batu mulia di sejumlah daerah sebagai bagian dari strategi memperkenalkan kualitas produk kepada masyarakat maupun komunitas pecinta batu mulia.

Terbaru, batu giok Nagan Raya kembali menorehkan prestasi dalam kontes batu mulia yang digelar di Kota Bandung, Jawa Barat. Sebelumnya, batu giok tersebut juga tampil dalam ajang serupa di Kota Medan, Sumatra Utara.

“Keikutsertaan dalam berbagai kontes ini menjadi langkah nyata untuk memperkenalkan batu giok Nagan Raya sekaligus membuktikan kualitasnya mampu bersaing dengan batu mulia dari berbagai daerah di Indonesia,” katanya.

Ia menjelaskan, Nagan Raya dikenal sebagai salah satu daerah penghasil batu giok berkualitas tinggi. Karena itu, potensi tersebut perlu dikembangkan melalui proses pengolahan agar memiliki nilai tambah, bukan hanya dipasarkan dalam bentuk bahan baku.

“Batu giok perlu diolah menjadi produk kerajinan bernilai jual tinggi sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya.

Batu giok Nagan Raya memiliki beragam potensi pemanfaatan. Selain dijadikan batu cincin, material tersebut juga dapat diolah menjadi gelang, kalung, papan nama, tongkat komando, cendera mata, hingga berbagai produk kerajinan lainnya.

Raja Sayang juga mengajak para pengrajin dan pelaku usaha lokal untuk terus berinovasi sehingga produk berbahan batu giok semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Sebagai bagian dari upaya promosi, Raja Sayang menyerahkan cendera mata berupa papan nama dan gelang berbahan batu giok kepada Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, saat melakukan kunjungan kerja ke Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Menurutnya, langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pengenalan batu giok Nagan Raya sekaligus membuka peluang kerja sama dalam pengembangan industri kerajinan berbasis batu alam.

Dalam kunjungan tersebut, Raja Sayang juga menyempatkan diri mengunjungi sentra pengrajin batu hijau di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Ia berdialog dengan salah seorang pengrajin bernama Mulyono sekaligus melihat langsung proses produksi, mulai dari pemotongan batu, pembentukan, hingga tahap akhir atau finishing.

Baca Juga

Jakbar Tak Lagi Semrawut, 11.065 Meter Kabel Udara Sudah Diputus

Jakarta - Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat terus...

PHK Mengintai, Satgas Siapkan Langkah Mitigasi Satu per Satu

Jakarta - Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja...

SIG Bikin Puluhan UMKM Naik Kelas, Ekonomi Desa Berkembang

Jakarta - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus...

Mendagri Tito Bantah Dua Desa di Nunukan Masuk Malaysia, Ini Fakta Sebenarnya

Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian membantah...

Kemenhan Terapkan Pita Putih untuk Peserta SPPI yang Butuh Perhatian Medis

Jakarta - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menerapkan penandaan khusus berupa...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini