29.3 C
Jakarta
Sabtu, Januari 24, 2026
BerandaKATA BERITAKapal Perang KRI REM 331 Lepas Tembakan Meriam di Samudera Pasifik

Kapal Perang KRI REM 331 Lepas Tembakan Meriam di Samudera Pasifik

Jakarta – Bersaing dengan puluhan negara dari berbagai belahan dunia, KRI Raden Eddy Martadinata-331 (KRI REM-331) yang tergabung dalam Multilateral Rim Of The Pacific 2024 (Rimpac 2024) mengikuti kompetisi penembakan meriam utama atau Naval Surface Firing Support (NSFS) Rodeo di Samudera Pasifik, Minggu (21/07/2024).

Kapal Perang yang dipimpin oleh Komandan Satgas Rimpac 2024 Kolonel Laut (P) Adam Tjahja S ini berhasil melepas tembakan 76 meriam tepat sasaran dengan jenis latihan menembakkan Bantuan Tembakan Kapal (BTK) yang secara nyata berfungsi untuk membantu pasukan pendarat infiltrasi dari garis pantai dengan sasaran Pulau Maya.

Dikutip dari keterangan tertulis Dispen AL, latihan ini bertujuan untuk melatih profesionalisme prajurit serta memastikan kesiapan seluruh senjata yang dimiliki kapal dalam menghadapi serial latihan selanjutnya yaitu NSFS RODEO dimana seluruh kapal juga ikut melaksanakan kompetisi penembakan meriam utama.

Kapal Perang KRI REM 331 Lepas Tembakan Meriam di Samudera Pasifik
Crew KRI Raden Eddy Martadinata-331 (KRI REM-331) yang tergabung dalam Multilateral Rim Of The Pacific 2024 (Rimpac 2024) mengikuti kompetisi penembakan meriam utama atau Naval Surface Firing Support (NSFS) Rodeo di Samudera Pasifik, Minggu (21/07/2024). (katafoto/HO/Dispen AL)

KRI REM-331, dengan panjang 105 meter dan bobot 2.365 ton, dilengkapi dengan persenjataan canggih seperti meriam OTO Melara 76mm, Milenium Gun 35mm, Exocet MM40 Block III, dan rudal anti-udara.

“Pengalaman panjang dan keahlian teruji membuat PT PAL Indonesia mampu menghadirkan kapal dengan performa terbaik. Sehingga bisa memberikan produk andalan menjadi solusi kepada TNI AL dalam melaksanakan berbagai misi operasi militer maupun non-militer,” ungkap CEO PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, seperti dikutip dari pal Minggu (21/7/2024).

KRI REM-331 juga akan melaksanakan berbagai serial latihan lainnya pada saat fase laut atau sea phase yang berlangsung hingga tanggal 30 Juli mendatang.

Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan implementasi dari program prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang menekankan bahwa setiap Prajurit Jalasena Samudera harus selalu melatih naluri tempurnya. Selain itu seluruh prajurit harus dapat menjalankan peran diplomasinya seperti berpartisipasi dalam latihan multinasional yakni Rimpac 2024.

Baca Juga

CKG 2025 Tembus 70 Juta Peserta, Gorontalo Jadi yang Tertinggi

Jakarta - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025 mencatat...

Meski Investor Baru Turun, Investasi di Rembang Tembus Rp15,47 Triliun

Rembang - Pemerintah Kabupaten Rembang mencatat kinerja positif dalam...

Sekolah Harus Jadi Ruang Aman, Mendikdasmen Terbitkan Aturan Baru

Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan...

Kugy dan Keenan Kembali, Musikal Perahu Kertas Hadirkan Mimpi di Atas Panggung

Jakarta - Kisah persahabatan dan cinta Kugy serta Keenan...

Keliling Candi Prambanan Makin Asyik, Ada Golf Car hingga Ninebot

Menikmati kawasan Candi Prambanan tidak melulu harus dilakukan dengan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini