Bone Bolango – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone Bolango, mencata peristiwa banjir dan tanah longsor di Desa Tupa terjadi hingga 4-5 kali dalam setahun. Meski tidak ada korban jiwa, namun bencana itu telah mengganggu kehidupan dan penghidupan para penduduk Desa Tupa.
Lokasi Desa Tupa, di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo berada di perbukitan dan lembah sungai dengan pola permukiman penduduknya yang memanjang sejajar dengan alur sungai. Desa tersebut merupakan wilayah pertemuan dua Sungai Dulamayo dan Sungai Bolango.
Berdasar indeks kajian risiko bencana InaRisk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), wilayah Desa Tupa berada pada tingkat kerawanan bencana banjir. Potensi bencana dapat berdampak pada kurang lebih 900 penduduk.

Melihat adanya potensi bencana tersebut BNPB menginisiasi pemasangan sistem peringatan dini banjir atau yang disebut “Flood Early Warning System”. Perangkat tersebut dilengkapi dengan sirine, unit pancar ulang (repeater) dan pengendali yang dapat diaktivasi melalui Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Bone Bolango maupun secara manual oleh masyarakat.
BNPB kemudian membentuk fasilitator daerah (fasda), tim siaga bencana yang dilengkapi serangkaian kegiatan pembuatan SOP peringatan dini yang berbasis masyarakat.
Masyarakat yang tergabung sebagai tim siaga bencana turut menjadi pelaku dalam peringatan dini. Melalui penguatan ini seluruh unsur memiliki tanggungjawab dan kepemilikan bersama terhadap instrumen dan SOP yang telah disepakati, sehingga lebih siap dan waspada dalam menghadapi potensi banjir.
Selain Kabupaten Bone Bolango, pada tahun 2024 BNPB juga memberikan fasilitas serupa untuk Kabupaten Gorontalo dan Kota Gorontalo.

