30.6 C
Jakarta
Minggu, Juli 26, 2026
BerandaKATA GAYA HIDUPKESEHATANWaspada Campak, Dinkes DKI Imbau Jangan Pegang dan Cium Bayi Sembarangan

Waspada Campak, Dinkes DKI Imbau Jangan Pegang dan Cium Bayi Sembarangan

Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan DKI Jakarta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus Campak menjelang libur Lebaran. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi meskipun hingga saat ini belum ditemukan kasus positif di Jakarta. Kewaspadaan ditingkatkan menyusul adanya tren kenaikan kasus di sejumlah daerah penyangga ibu kota.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menjelaskan bahwa pihaknya terus memantau potensi penyebaran campak melalui sistem surveilans di berbagai fasilitas kesehatan (faskes).

“Campak saat ini di Jakarta belum ditemukan ada yang positif. Jadi kami melakukan pemantauan dengan lakukan surveilans. Ada beberapa lokasi faskes yang menjadi lokasi surveilans,” ujar Ani, Rabu (11/3).

Ia menambahkan, apabila ditemukan pasien yang menunjukkan gejala campak, maka petugas kesehatan akan segera melakukan pemeriksaan laboratorium guna memastikan diagnosisnya.

“Tapi sejauh ini, untuk domisili di Jakarta belum ada. Tetapi daerah di sekitar Jakarta memang sudah mulai ada,” tegasnya dikutip dari laman berita jakarta. 

Ani menekankan bahwa kelompok yang paling rentan terhadap penularan campak adalah anak-anak, terutama bayi dan balita, karena sistem kekebalan tubuh mereka masih belum kuat.

Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan anak kecil, terutama selama momen silaturahmi Lebaran yang biasanya melibatkan banyak pertemuan keluarga.

“Kelompok paling rentan adalah anak-anak. Jadi bayi dan anak-anak yang harus kita jaga benar. Salah satu pesannya adalah jangan suka megang, mencium anak-anak itu, terutama yang masih bayi dan balita, karena daya tahan tubuhnya masih sangat rentan,” jelasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta akan memperkuat pemantauan kondisi kesehatan masyarakat. Menurut Ani, program imunisasi massal belum dilakukan karena hingga kini belum ditemukan kasus aktif di Jakarta.

Ia juga menduga bahwa potensi kemunculan kembali kasus campak berkaitan dengan dampak pandemi COVID-19, ketika cakupan vaksinasi campak di berbagai daerah belum mencapai target maksimal.

“Mungkin salah satu penyebabnya karena memang ketika ini masih bawaan ketika Covid, vaksinasi campak memang di banyak daerah belum sampai 100 persen, sehingga masih ada beberapa yang belum tervaksinasi,” tandasnya.

Baca Juga

BAKTI Kerahkan Kapal Khusus Perbaiki Kabel Laut Palapa Ring Tengah

Jakarta - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian...

Tanpa Rompi Tahanan, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan

Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menahan mantan Jaksa...

Tak Perlu Lahan Luas, Pramono Genjot Pembangunan RPTRA di Seluruh Jakarta

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen menambah...

Tak Sekadar Susu, Begini Cara Wyeth Nutrition Bantu Orang Tua Maksimalkan Potensi Anak

Jakarta - Wyeth Nutrition kembali menghadirkan program edukasi S-26...

Dua Anak Harimau Sumatra Kembali Terekam Kamera di Kerinci Seblat

Jakarta - Kamera jebak (camera trap) kembali menangkap pergerakan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini