Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, atau BNI, aktif mengedukasi masyarakat, termasuk di kalangan sivitas akademika, mengenai pentingnya perlindungan data pribadi dan konsumen. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi aktivitas keuangan ilegal yang marak terjadi.
Dalam siaran pers yang dirilis Rabu (16/10), BNI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan program edukasi literasi keuangan di Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti. Direktur Network and Services BNI, Ronny Venir, menjelaskan bahwa perubahan perilaku masyarakat yang semakin digital menimbulkan tantangan baru dalam memerangi modus kejahatan finansial.
“Modus penipuan sangat beragam dan dapat menimpa siapa saja, mulai dari pejabat negara hingga ibu rumah tangga. Oleh karena itu, perlindungan data pribadi seperti OTP, User ID, Password, PIN, dan CVC/CVV harus dijaga dengan baik,” ujar Ronny.
Ia juga mengingatkan pentingnya mengganti PIN secara berkala dan mengaktifkan notifikasi transaksi keuangan untuk mencegah kebocoran data.
Sivitas akademika diajak berkontribusi dalam memerangi kejahatan finansial dan tidak terjebak oleh tawaran investasi yang tidak wajar, terutama dari pihak yang tidak terdaftar di OJK. “Mahasiswa harus proaktif menjaga data pribadi agar tidak disalahgunakan oleh pihak lain,” tambah Ronny.
Melalui inisiatif Perlindungan Konsumen, BNI secara rutin memberikan edukasi kepada nasabah dan masyarakat tentang ancaman berbagai modus penipuan. Ronny juga menekankan komitmen BNI terhadap penerapan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU No. 27/2022), yang akan berlaku penuh pada 17 Oktober 2024.
“Dengan adanya undang-undang ini, akses oknum terhadap data nasabah untuk menawarkan produk keuangan tanpa persetujuan tidak akan terjadi lagi,” tegasnya.
Di kesempatan yang sama, BNI juga memperkenalkan BNI Digital Banking Cafe di Universitas Trisakti Kampus A sebagai salah satu saluran edukasi dan ruang diskusi. Konsep Outlet Thematic ini menyediakan akses wifi gratis dan coffee shop, memungkinkan nasabah untuk bertransaksi perbankan dengan aman dan nyaman.
Ronny menambahkan bahwa keberadaan banking hall kini telah tergantikan oleh mesin, sehingga petugas di Outlet dapat lebih optimal dalam mendukung layanan bisnis lainnya. Dalam acara ini, Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Friderica Widyasari Dewi, juga hadir untuk meninjau langsung BNI Banking Cafe di Universitas Trisakti Kampus A.
Dengan berbagai inisiatif ini, BNI berkomitmen untuk terus memberikan edukasi dan meningkatkan literasi keuangan di kalangan masyarakat, agar terhindar dari ancaman kejahatan siber yang semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi digital.

