26.6 C
Jakarta
Selasa, Maret 10, 2026
BerandaKATA BERITAGAYA HIDUP & KESEHATANUGM Ciptakan Beras Presokazi, Solusi Nutrisi Atasi Stunting dan Ketahanan Pangan

UGM Ciptakan Beras Presokazi, Solusi Nutrisi Atasi Stunting dan Ketahanan Pangan

YogyakartaKetahanan pangan menjadi salah satu prioritas utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui inovasi varietas padi Gadjah Mada Gogo Rancah 7 (Gamagora), menghadirkan produk premium bernama Beras Presokazi. Inovasi ini bertujuan untuk mengatasi masalah gizi buruk, khususnya kekurangan zat besi (Fe) dan seng (Zn), yang sering menyebabkan stunting pada anak dan ibu hamil.

Prof. Dr. Ir. Taryono, M.Sc., peneliti dari Fakultas Pertanian UGM, menjelaskan bahwa beras, sebagai makanan pokok mayoritas masyarakat Indonesia, menjadi solusi strategis karena harganya yang terjangkau dan mudah diakses. Beras Presokazi diproduksi menggunakan varietas padi Gamagora 7 yang dibudidayakan dengan pupuk inovatif Super Smart Fertilizer (SSF), hasil pengembangan Pusat Inovasi Agro Teknologi (PIAT) UGM.

“Konsep biofortifikasi untuk meningkatkan kandungan gizi pada pangan sebenarnya sudah lama dikembangkan. Namun, khusus untuk beras Presokazi, penelitian baru dimulai pada 2023,” ujar Prof. Taryono dikutip dari keterangan tertulis UGM pada Jumat (27/12).

Varietas padi Gamagora 7 dikembangkan untuk menghadapi tantangan perubahan iklim yang memengaruhi produktivitas pertanian. Padi ini memiliki ketahanan tinggi terhadap kondisi lingkungan kering dan hujan tadah, serta tahan terhadap serangan hama seperti wereng. Selain itu, masa panennya yang singkat, hanya 104 hari, dan potensi hasil hingga 9,8 ton per hektar, menjadikannya pilihan menarik bagi para petani.

UGM Ciptakan Beras Presokazi, Solusi Nutrisi Atasi Stunting dan Ketahanan Pangan
Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui inovasi varietas padi Gadjah Mada Gogo Rancah 7 (Gamagora), menghadirkan produk premium bernama Beras Presokazi. (katafoto/HO/Tasya/UGM)

“Selain tahan terhadap perubahan iklim, Gamagora 7 menghasilkan beras berkualitas tinggi yang pulen dan kaya protein. Dengan menggunakan pupuk SSF, kandungan zat besi dan seng dalam beras dapat meningkat secara signifikan,” imbuh Taryono.

Uji coba implementasi varietas ini dilakukan di lahan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dan Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Hasilnya, beras Presokazi tidak hanya bernutrisi tinggi, tetapi juga memenuhi kriteria sebagai produk premium.

Mengubah hasil penelitian menjadi produk komersial bukanlah proses yang mudah. Taryono mengakui bahwa biaya tambahan diperlukan dalam setiap tahap, mulai dari pengolahan tanah, pembenahan pupuk, hingga panen. Tantangan lainnya adalah rendahnya minat petani untuk mencoba varietas baru seperti Gamagora 7 yang belum populer di masyarakat.

Saat ini, hilirisasi varietas Gamagora 7 telah melibatkan kolaborasi dengan dua perusahaan, yaitu PT Tunas Widji Inti Nayottama (TWINN) dan PT Agri Sparta. Beberapa perusahaan lain juga menunjukkan minat untuk menggunakan teknologi pengembangan Presokazi, bahkan ada yang tertarik memasarkan produk tersebut secara langsung.

Taryono berharap bahwa beras Presokazi, dengan berbagai keunggulannya, dapat menjadi solusi dalam mengatasi masalah stunting dan ketahanan pangan. Selain itu, inovasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing sektor pertanian Indonesia di tingkat global.

“Melalui kolaborasi dengan industri, kami optimis beras Presokazi bisa menjadi produk unggulan yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Inovasi ini juga diharapkan menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa, sehingga mereka memiliki kemampuan yang mumpuni saat terjun ke dunia kerja,” tutup Taryono.

Baca Juga

Gubernur Pramono Minta Satpol PP Sisir Stiker QR Diduga Terkait Judol

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan Satuan...

PLN Group Tunjukkan Taring di Malaysia, Proyek Kereta Listrik Rampung Lebih Awal

Jakarta - Subholding PT PLN Nusantara Power (PLN NP)...

Pemerintah Tegur Meta, Kepatuhan Berantas Judi Online Cuma 28,47 Persen

Jakarta - Pemerintah memberikan peringatan keras kepada Meta Platforms...

Skrining Kesehatan Temukan Hampir 10 Persen Anak Indonesia Terdeteksi Masalah Kesehatan Mental

Jakarta - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode 2025–2026...

Jawa Tengah Siap Sambut 17 Juta Lebih Pemudik, Ribuan Personel Disiagakan

Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan kesiapan untuk...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini