25.4 C
Jakarta
Jumat, Januari 23, 2026
BerandaKATA EKBISAGRIBISNISBeritasatu Economic Outlook 2025: Menganalisis Tantangan dan Peluang Ekonomi Indonesia

Beritasatu Economic Outlook 2025: Menganalisis Tantangan dan Peluang Ekonomi Indonesia

Jakarta – B-Universe menggelar Beritasatu Economic Outlook 2025, sebuah forum ekonomi eksklusif yang akan berlangsung di Westin Hotel, Jakarta pada Kamis, (30/01). Mengusung tema “Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia: Tantangan dan Peluang di Era Baru”, acara ini menghadirkan para pakar ekonomi serta pembuat kebijakan untuk menganalisis dinamika ekonomi Indonesia di tahun 2025.

Direktur Pemberitaan B-Universe, Apreyvita Wulansari, menyatakan bahwa forum ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami berharap acara ini dapat memberikan wawasan mendalam bagi para pelaku bisnis sehingga mereka dapat mengambil keputusan strategis di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang. Selain itu, forum ini juga menjadi ajang networking bagi para pemimpin industri,” ujar Apreyvita dikutip dalam keterangan tertulis. 

Acara ini akan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Bahlil Lahadalia; Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid; serta Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman, yang akan memberikan pidato utama. Beritasatu Economic Outlook 2025 terbagi dalam tiga sesi diskusi dengan total sembilan panelis.

Sesi 1: Green Energy dan Ekonomi Hijau
Sesi pertama akan membahas percepatan energi hijau sebagai pilar utama ekonomi berkelanjutan. Beberapa narasumber yang akan hadir antara lain Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi; Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas); serta Ketua Indonesia Center for Renewable Energy Studies, Surya Darma.

Beritasatu Economic Outlook 2025: Menganalisis Tantangan dan Peluang Ekonomi Indonesia

Sesi 2: Transformasi Digital dan Inovasi Teknologi
Sesi kedua akan membahas peran teknologi digital dalam mempercepat transformasi ekonomi. Narasumber yang dijadwalkan hadir meliputi Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Edwin Hidayat Abdullah; VP Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Rangga Dian Fadillah; serta Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda.

Sesi 3: Kemandirian Pangan dan Tantangan Global
Sesi terakhir akan menyoroti strategi ketahanan pangan dalam menghadapi tantangan global. Pembicara dalam sesi ini mencakup Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Yudi Sastro; Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi; serta Pengamat Ekonomi Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Bustanul Arifin.

Beritasatu Economic Outlook 2025 merupakan bagian dari upaya B-Universe untuk menghadirkan diskusi yang konstruktif dan inovatif bagi pemangku kepentingan ekonomi.

“Dengan menghadirkan pembicara yang kompeten serta isu-isu terkini, kami berharap forum ini dapat menginspirasi para pemimpin bisnis untuk terus beradaptasi dengan perubahan dan mendorong inovasi di berbagai sektor,” tutup Apreyvita.

Baca Juga

Bukan Sekadar Estetika, Ini Alasan Baja Jadi Masa Depan Arsitektur Indonesia

Jakarta - Indonesia yang berada di jalur Cincin Api...

Apem Beras, Jajanan Legendaris Jogja yang Sarat Makna dan Sejarah

Yogyakarta - Apem beras merupakan salah satu jajanan tradisional...

Stasiun Jatake Segera Beroperasi, Siap Layani 20 Ribu Penumpang

Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mempersiapkan...

Pensiun Tak Lagi Menakutkan, Ini Cara DBS Siapkan Masa Tua dengan Percaya Diri

Jakarta - Fenomena penuaan penduduk kini menjadi tantangan serius...

Gotong Royong TNI dan Warga Bangun Jembatan Darurat di Ketol

Aceh - Akses penghubung antardesa di Kecamatan Ketol, Kabupaten...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini